Malam dingin itu, Ghea di hampiri oleh seseorang. Dengan jaket tebalnya, lelaki itu datang dan bertatap muka dengan Ghea.
Angin malam berhembus dan membuat Ghea tak kuasa menahan dinginnya malam. Ia pun lantas mengajak lelaki itu untuk pindah tempat. Setelah berpindah tempat, mereka duduk dalam suasana hening. Ghea tidak tahu harus berkata apa untuk memulai pembicaraan. Dan yang memulai pada akhirnya adalah si lelaki tersebut.
Fin, adalah nama dari lelaki itu. Dia datang karena satu hal yang ingin disampaikan. Ghea mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Fin. Lalu berujung pada sebuah kalimat yang membuat Ghea terkejut.
"Ini terkesan mendadak. Tapi aku harapkan ini menjadi pilihan terbaik bagi kita berdua."
Ghea terdiam tak berkutik. Ia paham dengan situasi yang ada. Akan tetapi di sisi lain, dirinya masih sulit untuk menerima kenyataan ini.
"Kuatkan dirimu. Ini akan berlalu dengan sendirinya. Aku yakin kamu bisa melewati hal ini."
Ujar Fin pada perempuan di hadapannya.
"Ya. Aku akan usahakan untuk menerima keadaan ini." ucap Ghea dengan sedikit terbata-bata.
Malam dingin itu berakhir dengan putusnya satu hubungan hangat. Keduanya saling menerima keadaan.
Beberapa bulan kemudian...
Salah seorang teman dari Ghea yang bernama Nana, datang menghampirinya. Lalu mengajaknya pergi ke suatu tempat pada hari itu. Mereka pergi dengan mengendarai mobil. Setelah itu keduanya sampai di tempat tujuan.
"Jadi disini?" tanya Ghea.
"Iya. Ayo ikuti aku." ajak Nana.
Mereka berdua melangkah menyusuri jalan setapak. Dan berhentilah di suatu tempat.
"Ghea. Maafkan aku. Ini kesannya mendadak dan pasti membuatmu terkejut. Tetapi inilah yang harus kamu tahu." Nana menutup mulutnya karena menahan suatu rasa dalam diri.
"Ghea. Lelaki yang pernah kamu pacari sebelumnya, kini sudah pergi untuk selama-lamanya." kata Nana pada temannya itu.
Ghea hanya terdiam dan tak kuasa menahan tangis. Air mata membasahi pipi dan tangannya gemetaran. Hal semacam ini diterima olehnya setelah putus beberapa bulan lalu.
Terkesan mendadak selalu di dapatkannya. Dan membuat hatinya sakit karena sulit menerima kenyataan. Rasa sedih tak bisa di tahan oleh Ghea. Nana yang merupakan teman dekatnya itu pun juga turut bersedih.
Mereka berdua menatap nisan yang ada di depan mata. Larut dalam sedih dan meneteskan air mata.
Usai mengalami momen sedih yang mendalam tersebut, Ghea dan Nana menabur bunga di atas makan dari Fin tersebut. Melakukan doa, dan menyampaikan salam selamat tinggal pada seorang Fin.
"Ternyata kamu beralasan seperti itu karena kamu menyimpan satu hal yang tidak ingin diketahui oleh kekasihmu sendiri. Sekarang kamu tidak sakit lagi. Aku harap kamu mendapat tempat terbaik disana." ucap Ghea.
"Terima kasih telah sudi menjadi pacar dimasa lampauku, Fin."
Ghea melambaikan tangan dan menundukkan kepala sejenak. Kemudian pergi meninggalkan tempat itu bersama Nana.
-----SELESAI-----