Seorang gadis cantik tengah melangkahkan kakinya dijalanan kota Seoul. Ia sedang berjalan di tepi sungai Han dengan hembusan angin yang memainkan surai indahnya. Ia tersenyum, menatap satu persatu objek disekelilingnya. Matahari sedikit demi sedikit mulai tenggelam di ujung sebelah timur sana. Tak lupa gadis itu juga memotret pemandangan indah itu dengan kamera yang ia bawa.
Ckrek!
"Indah sekali bukan?"
"Heoh?!"
Gadis itu terkejut ketika tiba-tiba mendengar suara seseorang yang sedang mengajaknya bicara. Dia pun menoleh dan melihat seorang pria tinggi yang tengah tersenyum menatap matahari tenggelam didepannya.
"Annyeong"
Ucap pria itu menoleh dan tersenyum pada gadis cantik yang berada disebelahnya.
Gadis itu hanya diam menatap pria tampan dihadapannya sekarang. Senyumannya begitu cerah seperti mentari, setengah wajahnya terkena pantulan cahaya dari matahari yang hampir tenggelam itu. Pria itu terlihat begitu tampan untuk dipandang.
"Namaku Jung Hoseok" ucapnya sembari mengulurkan tangan kepada gadis itu.
"Dan siapa namamu?" Pria itu bertanya.
"Emm namaku, Min Yn"
Ucap gadis itu agak dingin tidak menatap bahkan tidak membalas jabat tangan pria yang bernama Jung Hoseok itu.
Karna tak mendapat jabat tangan balik dari si gadis akhirnya Hoseok menurunkan kembali tangannya. "Eoh, salam kenal" ucapnya hanya tersenyum.
"Ngomong-ngomong, sedang apa kau berada disini? Kau tau? Tempat ini akan sepi jika akan menjelang malam begini, tapi bila tengah malam nanti banyak orang-orang yang akan datang kesini" ucap Hoseok memandang kedepan.
"Kenapa?" Tiba-tiba gadis itu bertanya.
Hoseok menoleh kembali karna pertanyaan gadis itu.
"Karna nanti malam akan ada pertunjukkan bunga api disini, di tepi sungai Han"
Hoseok tersenyum sementara gadis itu hanya mengangguk.
"Apa kau mau ikut bersamaku?" Tawar Hoseok dengan ceria.
Gadis itu malah mengalihkan pandangannya dan berkata. "Tidak terimakasih, aku tidak dibolehkan keluar malam oleh oppaku"
"Oh begitu ya, yasudah tidak apa, mungkin lainkali saja" Hoseok kembali tersenyum pada gadis itu.
"Hmm"
Namun saat gadis itu akan pergi.
"Eh tunggu sebentar"
Ucapan Hoseok berhasil menghentikan langkah si gadis.
"Apakah aku boleh berteman denganmu?"
Gadis itu hanya terdiam mendengar tawaran pertemanan dari Hoseok.
1 detik... 2 detik... 3 detik...
Belum ada jawaban dari sang gadis.
"Tidak"
Ucapnya dengan dingin tanpa menoleh sedikitpun pada Hoseok, lalu ia pun segera melenggang pergi meninggalkan pria dibelakangnya itu.
Hoseok hanya tersenyum menatap punggung gadis itu yang perlahan menjauh.
Keesokan harinya di sebuah kampus...
Seorang gadis tengah duduk di kursi panjang taman belakang kampus, sambil memegang sebuah buku dan menyumbat telinganya dengan earphone.
Tapi tiba-tiba terdengar suara seseorang yang duduk disebelahnya, karna mendapat sedikit pergerakan sontak ia pun menoleh dan melihat seorang pria tengah duduk disebelahnya.
Gadis itu mengerutkan keningnya menatap seorang pria yang tanpa permisi lagi duduk disebelahnya.
"Mau permen?" Tanya pria itu menawarkan sebuah permen ditangannya.
Gadis itu tak menggubris, ia malah beranjak pergi dari pria itu. Lagi-lagi Hoseok hanya menampilkan senyumnya melihat punggung gadis itu.
Hari berganti hari... waktu berlalu begitu cepat. Hoseok selalu datang dan mengajak Yn mengobrol meskipun pernah beberapa kali ia sempat tak digubris oleh gadis itu. Setiap hari, Hoseok selalu datang menemuinya. Hanya saat ia berada di taman ini saja, Hoseok selalu saja mendatanginya.
Pagi itu bahkan Hoseok kembali mencuri perhatiannya lagi, ia mendatangi Yn yang berada di taman belakang kampus dan sedikit berbincang mengenai hal-hal menarik. Lama-kelamaan Yn jadi terbiasa dengan sikap Hoseok yang selalu datang dan berbaur dengannya. Mungkin ia sedikit tertarik pada pria bermarga Jung itu meski ia tak pernah sekalipun berbicara padanya, hanya diam dan mendengar setiap celetukan yang diucapkan dari mulutnya.
Namun saat esok hari tiba, pagi itu Yn kembali duduk di taman kampus dengan kebiasaannya membaca sambil mendengarkan lagu. Tapi sebenarnya ia tak ingin membaca ataupun mendengar lagu hari ini ia malah terlihat menunggu seseorang. Terlihat dari raut wajahnya yang sedang mencari sesuatu.
"Apakah hari ini dia tidak datang?" Ucap Yn dalam hati.
Sudah berjam-jam Yn menunggu, tapi ia tak kunjung mendapatkan apa yang ia inginkan. Akhirnya ia pun beranjak pergi dari sana.....
Tak tak tak tak tak
Yn berlari di lorong rumah sakit untuk pergi ke kamar pasien gawat darurat. Matanya merah berair dengan keadaan yang sedikit kacau. Ia tak peduli ketika beberapa orang menatapnya, ia hanya ingin melihat seseorang yang selama ini ia tunggu.
Langkahnya berhenti setelah ia melihat kedalam sebuah dinding kaca itu. Seorang pria tengah terbaring dengan banyak alat medis ditubuhnya. Ia tak sengaja mendapat kabar bahwa pria pemilik senyum mentari itu mendadak dikabarkan terkena serangan jantung pagi ini dan dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan.
"Hobi-ah..."
Ia menempelkan telapak tangannya pada dinding kaca itu. Berharap seorang yang ia panggil ini baik-baik saja.
Tiiiiiiiittt
Deritan panjang dari layar monitor yang menampakkan sebuah garis lurus. Terlihat seorang dokter yang sudah tertunduk frustasi. Detak jantung gadis itu terdengar berderu begitu cepat, entah apa yang terjadi dihatinya saat ini.
"Jung Hoseok, menghembuskan nafasnya pada pukul 11.59 am"
Deg
Jantungnya seakan berhenti berdetak, air mata terus mengalir membasahi pipinya yang chubby. Ia tak menerima apa yang sudah terjadi sekarang ini.
"Hobi-ah... Kenapa kau pergi? Apakah ini adalah salahku? Hiks... hiks..."
"Aku ingin menjadi temanmu... aku ingin berteman denganmu.. aku mohon, kembalilah..."
"Biarkan aku mencintaimu Jung. Biarkan aku mencintaimu".