Hari itu hujan turun membasahi kota.Seakan turut merasakan kesedihan yang dialami gadis bernama Elfara itu.Dihadapan gundukan tanah yang masih baru itu dia termenung.Tampak jelas matanya yang sembab akibat terlalu banyak menangis.Namun,sedetik kemudian setetes air mata kembali muncur dari matanya.Dia kembali terisak mengingat memori yang tersimpan diotaknya selama orang dibalik tanah itu masih hidup.Dia kini telah kehilangan sosok yang paling dia sayangi,Lagi.
Tidak lama kemudian gadis itu bangkit dan perlahan pergi meninggalkan pemakaman tersebut.Dia kemudian duduk di bangku taman dekat daerah rumahnya.Matanya menatap kosong bunga-bunga yang sedang bermekaran itu.Seharusnya hari itu menjadi hari terbaiknya,namun tidak semua hal berjalan seperti yang kita inginkan bukan ?
Tiba-tiba seorang pria bertubuh tinggi dengan paras yang rupawan duduk disampingnya sembari memberikannya bucket bunga besar rose yang semerah darah.Ditangan yang satunya ia membawa 1 kotak coklat berbentuk hati.Elfara tersenyum menatap pria tersebut.Dipeluknya dengan erat orang itu.
"Aku kira kamu lupa,"Ucap Elfara didalam pelukannya itu.
"Mana mungkin aku lupa,hari saat aku bisa mendapatkan hati seorang gadis cantik nan manis seorang elfara,Kekasih kesayanganku"Kata pria tersebut sembari membalas pelukan kekasihnya.
"Aku kira kamu beneran mati,ternyata kamu prank aku ya?,kamu tega aku udah khawatir tau"Kata Elfara,masih belum melepaskan pelukannya.
"Maaf ya sayang,udah bikin kamu khawatir,kamu jangan nangis lagi,aku gak mau ada setetes air mata dari matamu,kecuali air mata kebahagiaan"Ucap pria itu sembari mempererat pelukannya.
Disaat mereka sedang menyalurkan kehangatan dengan saling berpelukan,bunyi telepon berbunyi.
"Ayah aku nelfon,"Ucap si Gadis.
"Angkat aja,"Jawab Pria tersebut dan diangguki oleh Si Gadis.
'Halo yah'-Elfara
'Kamu dimana sayang ?'-Ucap sang ayah,terdengar nada khawatir dari suaranya.
'Aku lagi di taman deket rumah,sama Theo nih'-Kata Elfara sambil tersenyum.
Sesaat terjadi keheningan panjang.
'El..'-Ucap sang ayaah
'ya ?'
'Theo sudah meninggal,dan kita baru saja menghadiri pemakamannya bukan'-Ucap sang ayah serius bercampur gelisah
Elfara terdiam kini dilihatnya tempat sebelumnya,disana terlihat pacarnya yang diketahui bernama theo itu masih duduk namun dengan wajah yang hancur diseparuh badannya dan baju kusut penuh darah.
Ahh iya,dia lupa bahwa kekasihnya baru saja dia tabrak dan mati ditempat saat itu juga.