namaku yukino Katrina usiaku 16th, di tempat kami aku dan keluargaku adalah keluarga muslim pertama, walau Muslim ayahku adalah seorang jendral muslim pertama.
sebagai anak jenderal tentu saja aku adalah salah satu putri terpelajar seperti putri lainnya, tapi ada yang berbeda dari diriku ayah mengajariku beberapa olahraga cara membela diri dan menggunakan senjata, senjata yang bisa aku gunakan di antaranya panah dan pedang.
jika ayah mengajariku membela diri ibuku yang merupakan istri satu satunya ayahku mengajariku semua tata Krama wanita, pasti kalian bertanya tanya mengapa ayah ku hanya mempunyai satu istri, karena memang ayahku bukan tipe pria sembarangan ayahku hanya menikahi ibuku dan tidak pernah menyentuh wanita lain selain ibuku.
ibu mengajariku menjahit, menyulam , menari , bernyanyi , memainkan alat musik, dan mengajariku membaca Al-Qur'an, aku bukan anak tunggal keluarga ini di keluarga ku aku adalah anak nomer empat dari atas sedangkan di bawahku masih ada lima adik aku mempunyai dua kakak laki-laki dan satu kakak perempuan dan dua adik kembar laki laki satu adik perempuan dan satu lagi adik laki laki yang semuanya adalah penghafal Al-Qur'an.
hari ini saat semua keluarga kami berkumpul kaisar mengirimkan sebuah surat undangan untuk menghadiri acara memperingati ulang tahun kaisar, di hari ha kami sekeluarga berangkat bersama dalam tiga kereta kereta pertama untuk orangtuaku kereta kedua untuk aku dan kakak kakakku dan kereta ketiga untuk adik daikku, sampai di istana kami memberi salam kepada kaisar dan langsung duduk di meja masing masing.
saat acara selesai kami tidak langsung ke kediaman karna ada sebuah kompetisi yang diselenggarakan setelah acara jamuan di pagi itu dan saat aku melewati sebuah taman dan bertemu seorang putri perdana menteri dia menyindir ku dengan memasang tatapan jijik kepadaku dia bilang aku terlalu sok suci menutub seluruh tubuhku rapat rapat, dia menyindir ku sambil mendorong dorongku dan berkata aku lemah.
tapi adik perempuan ku datang dan membantah hal itu adikku bilang bahwa aku kuat dan tidak lemah sambil mendorong putri perdana menteri itu aku neng hentikan adikku terus bicara dan aku meminta maaf kepada putri itu tapi dia tidak terima dan menantang ku untuk memanah , dalam kompetisi nanti, adik kecilku yang manis langsung menerimanya.
waktu pertandingan akhirnya tiba aku dengan terpaksa menyetujui nya, memanah dibagi menjadi tiga ronde ronde pertama sasaran diam ronde kedua sasaran terbang ronde ke tiga sasaran bergerak, setiap ronde di beri kesempatan tiga kali ronde pertama dan kedua nilai ku unggul dan di ronde ke tiga aku menang, sang putri perdana menteri itu nampak kecewa kepadaku.
lagipula ini kesalahan nya menganggap ku lemah dengan menilai dari tampilan saja, karna seharusnya dia tidak menganggap bahwa seorang muslim itu lemah apalagi perempuan seperti diriku.
jangan lupa like dan komen ya#