malam itu saat pulang dari rumah temanku melewati jalanan sepi dan agak gelap, aku melihat seorang gadis seperti nya, memakai topeng dan memakai baju tradisional bewarna hitam dan merah, dan kebetulan aku lewat saat dia melepaskan topengnya wajah nya cantik tapi tatapan matanya tajam seperti tatapan mata ular.
ke esokan hari, aku berlari ke sekolah karna terlambat yah benar saja saat aku sampai aku sudah terlambat padahal aku hanya terlambat beberapa menit saja, hari ini aku kena hukuman dan harus lari keliling lapangan sebanyak lima puluh kali, sampai dikelas aku masih kena omel guru Besar benar hari ini bukan hari keberuntungan bagiku.
setelah beberapa saat guru memarahiku ada murid baru yang dikenalkan guru dan hukumanku adalah mengajaknya berkeliling melihat lihat sekolah, mau bangai mana lagi aku hanya bisa patuh, murid baru itu memberikan kesan asing tapi juga seperti kenal dan pernah bertemu, mana si murid baru cewek yang menggoda iman banget lagi.
murid baru itu menoleh ke arahku dan bertanya siapa namaku aku hanya menjawab singkat saja bahwa namaku Kendo haruno dan mereka biasa memanggil ku haru, dia memperkenalkan diri lagi tapi kali ini secara pribadi kepadaku dia bilang namanya kazuku tanaka dia biasa dipanggil tana, tepat saat jam Ahir jam istirahat kami selesai berkeliling.
perjalanan pulang, waktu sekolah usai aku pulang kerumah melewati gang sempit semalam karena ada perbaikan jalan, waktu aku pulang aku tidak lagi bertemu gadis misterius itu, tapi setelah sampai rumah aku disambut ibu dan tana, aku bertanya tanya kenapa dia bisa kemari dan untuk apa, rupanya tana bertemu dengan ibu saat belanja dan ibu sekalian mengajaknya untuk makan malam bersama.
tana menarik tanganku dan mengajakku ke kamar, tatapan matanya yang ramah langsung berubah menjadi dingin dan dia mengungkapkan identitas nya kepadaku, dia memegang topeng yang sama dengan gadis malam itu topengnya sama persis dan saat dia mendekat ke jendela warna matanya yang coklat tua berubah menjadi warna merah Persis mata gadis di malam itu.
tana berkata sesuatu kepada ku dengan nada mengancam " kau yang disana hari itu apa yang kamu lihat malam itu cepat katakan sebelum aku membunuhmu" aku tercengang dengan perkataan nya aku jujur saja kalau aku hanya melihat dia membuka topengnya.
tapi di tengah tengah pembicaraan kami ibu berteriak keras, saat kami turun ada dua perampok di depan rumah dan aku melihat ibu pingsan karena syok perampok itu mengancam harta atau nyawa aku yang ketakutan tidak bisa berbuat apa-apa walau aku laki laki, tapi tana langsung menyerang salah satu dari mereka dan yang lainnya mencoba melukai tana dengan pisau.
karna relfeks aku menghalangi pisau itu, dan pisau itu mengenai tanganku aku yang hanya bermodalkan patung ibu memukul kepala perampok itu, dan sisa nya diutus tana, aku memanggil polisi dan polisi langsung datang untuk membawa mereka, tana mengatungkan tangannya kepadaku dan menawari diriku untuk menjadi anggota dari pembunuh seperti dirinya.
jangan lupa like dan komen ya#