Ingatkah kamu dengan karakter telur yang berkaki hijau yang bisa memasak ? Jika ingat berarti anda selalu menonton film kartun era 90an yang cukup terkenal yaitu Digimon. Nah, berkaitan dengan itu cerpen ini menceritakan telur yang suka bikin ulah
disepanjang alur cerita cerpen ini.
Ardi pagi itu sedang menyapu halaman belakang rumahnya, sebuah rutinitas yang saban hari dijalani, tiba-tiba pandangan matanya mengarah pada bungkusan berwarna cokelat yang terletak di bawah pohon mangga.
Ia menghampirinya lalu bergumam, "Apa ini pagi-pagi sudah ada ngerjain aku nih", sambil melihat isi bungkusan tersebut, ia membatin, "apa ini isinya cuma daun doang!" sambil hendak membuang bungkusan itu. Tiba-tiba, "Ah mengapa jadi berat?", perlahan ia membuka bungkusan itu.
"Hah, gimana mungkin yang tadi isinya daun doang kok jadi telur dan rupanya aneh bener!"
Bagaimana tidak dari bungkusan berwarna cokelat yang isinya cuma daun, tiba-tiba sudah berubah menjadi telur yang berwarna seperti pelangi dan tiba-tiba meloncat dan membentur kepala Ardi hingga pingsan.
"Ah, aduh,aduh, dimana aku?" tanya Ardi sambil memegang kepalanya yang benjol dan penuh dengan perban. Kemudian ia menoleh dan bertanya, "Ibu mengapa aku bisa disini dan apa yang telah terjadi denganku?" Tanyanya dengan raut wajah yang kebingungan dan sambil menahan sakit.
"Apa kamu tidak ingat? Ibu menemukanmu tergeletak pingsan di halaman belakang tepatnya dibawah pohon mangga, merawat lukamu dan membawamu ke kamar dengan kakakmu." Kata ibunya dengan wajah yang agak lelah.
"Sebentar Bu, aku coba ingat-ingat," ucapnya sambil "songgo uang" dan, "ah aku ingat saya tadi menyapu halaman belakang, lalu menemukan bungkusan berwarna cokelat yang isinya daun kering yang tiba-tiba berubah menjadi telur yang aneh..." Ucapnya dengan raut wajah yang agak bingung.
"Ardi, sudah tiga hari kamu terbaring di ranjang ini dan sudah banyak kekacauan yang dibuat oleh makhluk itu." Jawab ibunya dengan raut wajah yang dipenuhi kekesalan.
Belum sempat Ardi menjawab, masuklah Antok yang adalah kakaknya dengan raut wajah kesal dan berkata, "Makhluk dengan cangkang pelangi yang tidak utuh, berkaki hijau dan bercapit kepiting berulah lagi, mencuri permen di toko Bu Wati, lalu menakut-nakuti pelanggan yang sedang makan di warung Bu Alya. Kalau begini terus kapan kita bisa hidup tenang di kampung ini, karena sudah jatuh korban jiwa salah satunya Lik Minah yang terpeleset hingga tewas, akibat terkejut dengan kemunculannya yang mendadak." Ucapnya sambil menggaruk kepala.
"Ha......, aku baru ingat ! Dulu aku pernah bermimpi jika bertemu makhluk itu cukup lempar saja dengan garam dan baca doa menurut kepercayaan masing-masing. Maka makhluk itu akan lenyap menjadi debu. Ucap Ardi kemudian.
"Tunggu apa lagi, let's go!" Maka sepasang kakak-beradik itupun beraksi.
Singkat cerita makhluk itu berhasil diatasi, tetapi makhluk itu selalu muncul dengan intensitas yang semakin meningkat dan beraneka rupa wujudnya.
Akhirnya, Ardi dan Antok pergi berkelana untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi di desanya.
----------------------------