Aku manusia abadi, tapi aku bukan vampir. Aku melihat semua orang menua dan mati sedangkan aku tetap menjadi seorang gadis berusia 24 tahun selama hampir 230 tahun.
Aku tidak merasakan sakit, lapar dan haus bahkan aku tidak pernah tidur selama hidupku.
Aku tidak mengerti apa yang terjadi pada diriku yang jelas dunia yang kutempati sekarang bukanlah tempatku.
Setiap hari aku melihat diriku dicermin dan aku selalu meyakini bahwa aku adalah seorang manusia namun mengapa aku tidak seperti manusia.
Hidup dalam keraguan akan diriku sendiri selama ini membuatku ingin mati seperti manusia lain namun seberapapun aku mencoba menyakiti diriku sendiri aku tidak pernah mati.
Aku hidup berpindah-pindah tempat selama ratusan tahun, dan aku selalu ingin menjalani kehidupan seorang manusia. Seperti hari ini aku berada dikampus ke 68 yang pernah aku masuki sebagai mahasiswa.
Belajar adalah salah satu hal yang membuatku betah hidup didunia ini. Meskipun aku terkenal sebagai mahasiswa terpintar aku dicap sebagai antisosial.
Teman, keluarga, adalah hal tidak ingin aku miliki karena aku harus berkali-kali menyaksikan mereka sekarat lalu akhirnya meninggalkanku lagi dan lagi didunia yang kubenci ini.
Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benakku tentang siapa dan apa aku ini sebenarnya. Tidak pernah ada buku ataupun orang yang yang bisa menjawab pertanyaanku hingga aku bertemu seseorang yang sama denganku.
" Kita adalah orang yang terpilih untuk ditempatkan didunia lain. Dunia kita yang sebenarnya ada dan berdampingan dengan dunia kita sekarang. Semua pertanyaanmu akan terjawab. Kau jangan membuang tenaga untuk segera mati karena hal itu akan terjadi padamu 10 tahun mendatang atau saat dimana kau berusia 10x lipat sejak saat kau memulai keabadian diusia 24."
" Mengapa aku tidak mengingat saat aku berusia 1 sampai 24 tahun. Apa yang terjadi dan apa saja yang ku lalui saat itu?"
" Kau menjalani kehidupan normal sebagai manusia dan menjadi immortal setelah kau mati di usia 24."
" Itu artinya aku akan mati saat berusia 240 tahun. Lalu bagaimana dengan kau? Berapa usiamu? "
" 27."
" Maksudku usia yang sebenarnya."
" 270."
Senyuman laki-laki itu sangat indah penuh rona kebahagiaan. Ia tahu ia akan mati tapi bersikap biasa saja.
" Aku tahu apa yang kau pikirkan. Aku pun dulu sama sepertimu tidak mengerti apa yang sedang aku jalani. Maka dari itu gunakan sisa waktumu untuk melakukan hal yang kau inginkan jangan sampai kau menyesal saat waktumu habis. 10 tahun waktu yang cukup untuk kau mewujudkan keinginan terakhirmu sebelum kita berpindah dunia lagi. "
Kata-katanya sungguh menenangkan hatiku. Kematian yang selalu aku harapkan ternyata sudah dekat. Sesuai perkataannya aku akan menggunakan sisa waktuku untuk melakukan hal ku inginkan.
Hal yang selama ini aku inginkan ternyata hal sangat aku hindari yaitu memiliki seseorang disampingku yang mau menganggap aku adalah bagian dari mereka, teman.
Teman yang akan mengisi hari - hariku yang sunyi dan sepi dan mengatakan ' semua akan baik-baik saja.'
Seseorang yang akan kita ingat bahkan sampai kita berada diranjang kematian.
Hallo readers.. Jika kalian menyukai ceritaku jangan lupa like, komen dan vote. Dukung semua karya author Appleberry juga ya.. Thanks ❤️❤️