Sudah hampir beberapa tahun sejak semuanya terjadi sebelumnya, tapi mengapa hatiku selalu sakit jika memikirkan mereka semua di hari hari yang sangat sayang di lewatkan waktu itu.
Semua ingatan ingatan itu selalu berada di ingatanku selalu, dan tidak akan hilang jika mereka masih berada di hatiku selamanya hingga akhirnya sekarang di alam yang sudah seharusnya aku berada bersama dengan ibu dan adikku.
Awal cerita di mana hari yang sangat indah, seketika berubah menjadi sangat mengerikan, di mana Sasha dan keluarganya mendapatkan kecelakaan yang begitu parah di jalan tol setempat, dan kecelakaan ini bisa saja di sebut dengan kecelakaan maut beruntun.
Keluarga dati Sasha adalah keluarga yang sangat baik hati kepada orang orang di sekitarnya, bahkan mereka selalu membantu tetangga tetangga yang kesusahan tanpa harus di kembalikan, dan karena itu perusahaan yang di kembangkan ayahnya selalu berjalan dengan baik.
Sampai sekarang perusahaan ayah Sasha, menjadi perusahaan yang lumayan besar dalam bidang makanan, dan karena Sasha sangat suka dengan makanan manis seperti kue, maka ayahnya memberinya toko untuk di kembangkan nantinya pada saat lulus kuliah.
Keluarga mereka sangatlah dermawan hingga membuat tetangga mereka selalu bersikap dengan baik kepada keluarga Sasha, dan selalu saling membantu sama lain walau selalu ada sedikit musibah atau masalah yang selalu akan datang dengan sendirinya.
Tapi entah kenapa kali ini keluarga ini harus mendapatkan musibah yang begitu sangat berat, hingga tetangga mereka sampai berduka cita dengan atas kehilangan dua orang dari keluarga yang sangat baik ini sekarang.
Di kecelakaan beruntun ini terdapat 4 orang meninggal, dan salah satu dari mereka meninggal di rumah sakit sekitar, dan 7 orang dari mereka terluka parah dan 3 dengan luka yang paling ringan seperti tergores di bagian kaki atau tangan mereka.
Sudah hampir 7 bulan berlalu, dan sampai sekarang Sasha masih belum sadar dari koma yang di sebabkan pada saat kecelakaan waktu itu, dan di ruangan miliknya sangat banyak obat obatan yang di pasangkan ke tubuhnya selama ini.
Ayah dari Sasha juga sudah sadar karena mendapatkan luka yang paling ringan, semua karena waktu itu kecelakaannya di mulai dati truk yang memiliki rem blong, sehingga menabrak mobil belakang keluarga Sasha dan merambat hingga 5 mobil lainnya.
Tapi karena tidak ingin anaknya Sasha yang tidak memiliki keluarga yang lengkap kembali, jadi ayahnya memutuskan untuk menikah kembali, dan menikahi seorang janda yang memiliki 1 anak laki laki.
"I..bu, Ri..ki..."
Suara rintihan Sasha yang memanggil adik laki lakinya dan juga ibunya yang sudah tiada di tempat pada kecelakaan beruntun, sehingga Sasha tidak memiliki keluarga lengkap kembali.
Ayahnya terkejut dengan anaknya yang memanggil manggil ibunya dan juga adiknya, dan ayahnya memutuskan untuk mencari istrinya dan juga seorang dokter untuk melihat keadaan anaknya yang memanggil manggil ibunya dan adik laki lakinya.
"Dokter..tolong periksa anak saya, di..dia tadinya kelihatannya merasakan sesuatu..."
"Percuma tuan, anak anda bisa saja tidak bisa selamat, karena dia sudah tidak memiliki hati yang utuh..."
Karena kecelakaan yang terjadi, Sasha harus merelakan hatinya yang hancur karena terhantam oleh bangku mobil pada saat itu, dan sampai sekarang tidak ada pendonor yang cocok dengan hati Sasha sampai sekarang, dan mungkin kata dokter bisa saja benar.
Ayah Sasha sangat sedih atas keadaan Sasha yang tidak kunjung memiliki pendonor yang cocok terhadap dirinya, dan istrinya selalu menenangkan ayah Sasha sampai sekarang tentang kondisi Sasha yang mungkin bisa selamat.
Dan ayah Sasha selalu percaya dengan perkataannya selama 7 bulan ini, tapi mungkin kali ini akan sangat sulit jika bisa menenangkan ayah Sasha, karena bisa kapan saja Sasha akan mati dengan sendirinya.
"Ibu! Riki!"
Tidak bisa di percaya bahwa Sasha akan bisa kembali sadar setelah koma yang begitu lama, tapi sayang Sasha sudah merasakan sakit di tubuhnya, dan selalu berusaha untuk keluar dari ruangan yang begitu pengap oleh obat obatan.
"I..ibu kau dimana, kenapa di sini sangat gelap sekali dan juga banyak obat obatan?!"
Bam-
"Ayah, Ibu, Riki kau dimana?!"
"Sa..Sasha?!"
"Astaga, bukankah dia adalah pasien yang mengalami kecelakaan beruntun berat itu, di..dia masih bisa hidup?"
"Memang sudah kehendak yang ada di atas, bahkan walau pasien itu mengalami koma selama 7 bulan dan hati yang hancur"
Semua melihat kearah Sasha dengan tatapan yang begitu terkejut setengah membatu, karena hanya kemungkinan kecil Sasha bisa kembali sembuh dan juga hidup.
Tapi karena melihat Sasha yang bisa berdiri dan juga bangun sendiri, mereka semua tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat hari ini di rumah sakit.
"Akhirnya kau bangun nak.."
"Ayah dimana ini? Bukankah kita akan pergi ke puncak untuk merayakan kelulusanku? Tapi kenapa sekarang di rumah sakit"
"..."
"Syukurlah jika kau sudah bangun nak, ayahmu selalu menunggu kau sadar selama ini"
Skip-
Karena sudah tidak memiliki banyak waktu lagi di rumah sakit, ayah Sasha memutuskan untuk merawat secara alami Sasha di rumah hingga ajalnya menjemput dengan sendirinya, dan setelah sesampainya di rumah, ayahnya baru menjelaskan semuanya hingga akhir cerita.
Sasha adalah anak yang sangat keras kepada selama ini, bahkan jika mendengar apa apa yang bersifat buruk, Sasha saja sudah ingin mengunci dirinya di kamar hingga beberapa hari tanpa makan apapun hingga sakit.
Pantas saja sebelumnya bahwa tetangga mereka selalu membantu keluarga ini jika Sasha sedang sakit seperti demam.
Apa yang di ceritakan oleh ayah Sasha memang benar, dan yang di takutkan oleh ayahnya ternyata benar terjadi, Sasha bahkan sampai mengurung diri, dan ayahnya bahkan ibu tirinya mulai mengkhawatirkan Sasha.
Karena ini Mike yaitu anak dari ibu tiri Sasha menjadi iri terhadap Sasha, dan sedangkan dirinya selalu keluar rumah hingga malam, bahkan sampai membuat ibunya cemas juga terhadap mereka berdua yang seperti ini sekarang.
Ibu dari Mike adalah ibu yang sangat penyayang, bahkan ibu dari satu anak ini sekarang sangat cemas dengan mereka berdua, tapu sayang ibu ini tidak di perdulikan hingga akhirnya ayah Sasha memutuskan untuk membawa mereka jalan jalan.
Skip-
Dua hari berikutnya~
Sampainya di tempat yang di inginkan, ibu Mike menyiapkan banyak sekali makanan kesukaan mereka berdua, tapi mereka berdua juga tidak menghiraukan perkataan ibu mereka dan juga ayah mereka sampai sekarang.
Keadaan Sasha semakin menurun drastis, sehingga ibu Mike merawatnya di departemen yang sudah di sewa oleh ayah Sasha, dan ayah Sasha ingin berbicara dengan Mike dan juga ibunya Mike juga sama ingin berbicara bersama.
Keadaan malah semakin rumit semenjak Sasha kembali ke rumah dua hari yang lalu, dan Mike tidak akan sanggup jika mereka selalu memperhatikan kakaknya dari pada dirinya, dan pada saat itu Sasha mendengar perkataan mereka bertiga dan menyadari sesuatu terhadap apa yang telah terjadi.
"Walau aku mengizinkan ibu menikah dengan kau, tapi aku juga tidak ingin kehilangan kasih sayang dari ibuku sendiri, bahkan sekarang ibu lebih mencemaskan dia dari pada diriku!"
"Mike, maafkan ibu jika memang ibu lebih mencemaskan kakakmu sekarang, tapi kakakmu lebih membutuhkan perawatan ibu dari pada kamu nak"
"Benar dengan apa yang telah ibumu katakan Mike, tapi kami juga mengkhawatirkan dirimu karena kakakmu masih tidak terima dengan meninggalnya ibu dan juga adiknya Riki, maafkan ayahmu ini jika kau bisa kehilangan kasih sayang ibumu nak"
Syut-
"Kau memang adalah orang yang sangat kaya, tapi aku tidak ingin kehilangan kasih sayang ibuku sepenuhnya ayah tua!"
Duak-
"Mike, jangan keterlaluan seperti itu, dia adalah ayahmu sekarang, bagaimana mungkin kau memukulnya!"
"Ibu, kau sudah berbeda dari yang dulu sekarang, bahkan ini pertama kalinya kau memarahi ku"
"...."
Brak-
"Sasha!"
"Cih.."
Sasha terjatuh dari tangga setelah mendengarkan perkataan Mike yang seperti itu, bahkan sekarang Mike pergi entah kemana karena ibu dan juga ayahnya sekarang membawaku ke lantai atas kembali.
Sasha tidak bisa merasakan seperti apa perasaan Mike seperti apa, karena Sasha juga kehilangan ingatan rasa seseorang diri, dan itu bisa di sebut juga seperti tidak bisa merasakan perasaan seseorang karena otak Sasha yang terbentur keras waktu itu.
Setelah mengalami hal yang tidak menyenangkan selama seminggu, Mike juga belum pulang selama seminggu ini, dan Sasha selalu di rawat oleh ibu Mike di kamarnya, dam sedangkan ayah Sasha mencari Mike ke seluruh tempat yang ada, dan di bantu oleh polisi, tapi sampai sekarang masih belum di temukan.
Sasha juga semakin seperti boneka yang hidup, bahkan sekujur tubuhnya hampir tidak bisa di gerakan dan tersisa tangan dan beberapa tubuhnya yang masih bisa di gerakan.
Di ruang tamu-
"Hiks suamiku, apakah aku memang tidak berguna? Bahkan sampai sekarang Mike entah hilang kemana hiks..."
"Sabar dulu, mungkin Mike bersembunyi di sesuatu tempat..."
"Mike? Ayah dia kemana?"
"Sasha, bagaimana bisa kau turun nak?! Kau bahkan tidak bisa melihat dan kau bisa saja jatuh..."
"Hmm..."
"Mike, harus di cari" gumam
Di malam hari Sasha keluar rumah sendirian, dan mungkin sekarang sudah pukul 11 malam, yang berarti semuanya waktunya tidur di rumah mereka masing masing.
Walau mata Sasha sudah tidak bisa di gunakan sejak di rumah sakit, maka itulah alasan mengapa penglihatan Sasha menjadi hitam pekat.
Sasha ingin mencari adiknya yang hilang sampai sekarang, walau mata miliknya tidak bisa di gunakan lagi untuk melihat sekitar, tapi Sasha tetap berusaha untuk mencari dan terus mencari adiknya dengan memanggil nama 'Mike'.
Tapi usahanya tidak selancar itu, ia memang menemukan adiknya Mike, tapi adiknya berada di segerombolan orang orang yang sangat kuat, dan Sasha tidak bisa berbuat apa apa karena kaki dan juga satu tangannya tidak bisa di gunakan lagi semenjak tadi pagi, dan hanya setengah badan kanan Sasha lah yang bisa di gunakan.
Dulu, sebelum Sasha dan keluarhanya mendapatkan musibah besar, Sasha sangat pintar dalam hal bela diri, dan Sasha juga pernah menjadi pesilat juara pertama di Internasional.
Tapi karena Sasha hanya memiliki pandangan hitam dan juga hanya setengah bagian tubuhnya yang masih bisa di gerakkan, maka Sasha akan sulit untuk membantu adiknya yang sepertinya dalam kesulitan yang menghadapinya.
"Mike?"
"Untuk apa kau datang kesini! Kau hanya kakak yang pembawa sial untukku"
"Yoo gadis ini cantik juga, Mike, apakah ini benar benar kakakmu? Haha gadis cantik apakah kau ingin bermain?"
"Pergilah dari sini, kau hanya seorang yang lemah bagaimana mungkin kau bisa melawannya bodoh!"
"Tapi aku tidak ingin meninggalkan Mike, ayah dan ibu akan kesini nantinya"
Swuuush duak-
"Akhh..."
"Mike, ayah dan ibu mencarimu sampai sekarang, walau aku memang tidak akan hidup lebih lama lagi, dan mereka khawatir tentang itu"
"Kau!"
"Mike, Sasha menjauh lah dari sana, ibu tidak ingin kalian berdua kenapa napa"
"Ibu...ayah?"
"Kalian! Beraninya kalian membawa polisi, sebaiknya kau menjauh dari sini atau anak laki laki kalian mati sekarang juga"
"Ketua, pelaku menggunakan senjata api, dan anak laki laki mereka di sandra"
"Cih ternyata para penjahat itu yang melakukannya"
"Jika kalian tidak ingin pergi sekarang, mati saja anak sialan ini!"
Dor-
"Mike!"
"Mike awas nak!"
Dor dor dor-
"Da..darah? Kau?!"
"Aku sudah tidak memiliki hidup lagi sekarang, bagaimana pun aku juga akan mati sebentar lagi, dan aku juga menemukan ini untuk membalasnya"
Dor-
"Tembakan jitu?!"
"Uhuk,maaf jika aku merebut semua dari tanganmu, kau sama seperti adikku Riki, jadi jangan pedulikan apapun yang telah aku lakukan, dan ingat un..tuk menjaga ayah, dan ibu..."
"Tunggu tunggu, apakah kau sangat bodoh, walau kau memang tidak akan hidup lama, tapi kau masih bisa di jaga oleh ayah dan ibu, bagaimana mungkin kau lari dan menahan 4 peluru dengan tubuhmu hah!!!" marah dalam kesedihan
"Sasha, bangun nak, ayah tidak ingin kehilangan dirimu nak..."
"Kau sangat bodoh Mike, apakah kau tidak tahu bahwa kami sangat mencemaskanmu selama ini dan sekarang kakakmu"
"Dia bukan kakakku ibu, dia bukan kakakku hiks..."
"Mi..ke, aku sangat suka dengan sebutan yang kau bicarakan tadi..."
"Hiks arggg...."
"Maaf"
Semua kejadian memang datang di waktu yang tidak di tentukan oleh seseorang, setiap seseorang juga akan mati di suatu hari nanti karena sebuah kejadian seperti kecelakaan, penyakit dan sebagainya.
Aku sangat berterima kasih sudah pernah di hidupkan di keluarga yang lumayan menyenangkan seperti ini, tapi sangat sayang aku sudah kembali terlebih dulu karena luka tembak di punggungku karena membantu adik tiriku yang sama seperti Riki.
Sifat mereka berdua tidak lebih samanya, karena mereka berdua sama sama selalu cemburu dan juga iri, tapi mereka berdua tetaplah sana sama seperti adikku sendiri, jadi tidak akan aku bedakan mereka seperti orang asing.
~Sayonara:)~