Disebuah lembah yang bernama Rastanya, terdapat kerumunan manusia yang berada di area tersebut. Rastanya adalah tempat terkenal dengan acara khususnya, terutama bagi penduduk desa Taraland. Keramaian orang-orang yang ada disana bukan tanpa sebab. Karena acara yang di selenggarakan disana sangatlah sakral bagi penduduk desa setempat. Mengelilingi sebuah objek yang berada di tengah-tengah. Mereka melihat sang objek menjadi bagian utama dari acara tersebut. Acara itu adalah sebuah penyucian diri.
Beberapa orang berada di tengah-tengah keramaian pasang mata yang mengitari mereka semua. Tatapan dengan berbagai cakap yang mengarah negatif, membuat orang-orang tertentu yang ada di tengah tersebut merasa malu dan tidak mau mengangkat wajahnya. Orang-orang yang berada di tengah keramaian itu adalah seorang pembuat masalah. Yang mana dari sebutan itu sudah diketahui bahwa mereka adalah orang yang pernah membuat masalah di desanya.
Kini para pembuat masalah itu di hukum dan dibuat jera oleh para eksekutor.
Para pembuat masalah berdiri sejajar dan menghadap ke depan para khalayak ramai yang sedang menonton.
Hazel dan Oleva salah seorang diantara beberapa orang yang termasuk sebagai pembuat masalah itu. Mereka berdua melakukan sebuah tindakan pencurian beberapa waktu lalu. Sehingga membuat keduanya berada di lembah rastanya saat ini.
Eksekusi pun dimulai. Dimana rasa takut dan malu bercampur hingga sebuah teriakan menjadi bagian inti dari hukuman yang telah diterima.
Hazel gemetaran, begitu juga dengan Oleva yang sudah pucat.
"Bagaimana ini Hazel? Aku sangat takut!" bisiknya.
"Kita harus melalui ini, Oleva." balas Hazel padanya dengan pasrah.
Kini giliran Oleva yang mendapat hukuman setelah mengantri beberapa saat. Para penduduk yang menonton, tampak antusias dan menyoraki sang pembuat masalah di panggung.
"Hukum! Hukum! Hukum!" sorak para penonton.
Oleva merasa sangat tertekan dan dirinya pun didorong menuju tempat eksekusi. Sekarang hukuman pun dimulai.
Oleva teriak sekuat-kuatnya karena rasa sakit yang ia terima. Menangis sejadi-jadinya. Rasa sakit tersebut sangat berasa dan membuatnya tak kuasa menahan hal itu.
Usai menjalani hukuman, Oleva dibawa untuk turun panggung. Kemudian dilanjutkan oleh Hazel setelahnya. Hazel pun berteriak kesakitan dan coba menahan apa yang di rasakannya.
Setelah beberapa waktu menjalani eksekusi, kini para pembuat masalah itu dibawa menuju kolam penyucian. Dengan rasa sakit yang ada, para pembuat masalah itu tentu masih merasakan sakit sebab luka-luka mereka mengenai air yang ada di kolam tersebut. Air yang awalnya bening, kita berubah menjadi merah karena darah luka mereka. Hazel masih sanggup menahannya meski rasanya sakit sekali. Sementara Oleva sudah merasa sekarat karena ia tidak sekuat Hazel dalam menahan rasa sakit.
Beberapa hari setelahnya, di sebuah kamp tahanan. Hazel dan Oleva duduk berhadapan.
Satu set makan siang berada di depan mata dengan suasana ruangan yang dipenuhi para tahanan.
"Bagaimana kabarmu?" tanya Hazel.
Oleva hanya diam dalam kondisi pucat serta penampilan yang berantakan.
Melihat hal itu Hazel pun paham dan memilih untuk diam saja.
Dan beberapa minggu kemudian, Oleva pun meninggal di dalam jeruji besi.
Hazel hanya bisa menangis melihat sang kekasih sudah meninggalkannya dan merasa sangat bersalah dan menyesal dengan apa yang telah ia perbuat.
-----SELESAI-----