Suara lonceng terdengar ketika sebuah pintu kafe terbuka. Terlihat seorang wanita muda melangkahkan kakinya memasuki kafe tersebut. Ia nampak lelah, dari pakaiannya ia seperti seseorang yang baru memulai bekerja disebuah perusahaan. Wanita itu menuju kasir sambil melepas ID cardnya yg bertali merah.
"Americano" pesan wanita itu.
"Pesanan telah dicatat. Mohon tunggu sebentar." sambut seorang pegawai dengan ramah.
Wanita itu berbalik dan menuju meja tempat biasa ia menunggu. Selama menunggu wanita itu hanya memainkan kakinya, raut wajahnya nampak begitu letih.
Tak lama kemudian seorang pegawai menghampiri menghantarkan pesanannya.
"Silakan. Selamat menikmati" ucap pegawai itu.
"Terimakasih" wanita itu menerimanya dengan senang.
Ya. Americano adalah kesukaannya. Hampir setiap hari sepulang kerja wanita itu mampir ke kafe untuk menikmatinya. Rasa lelah karena telah bekerja seharian seolah hilang dengan secangkir americano.
Wanita itu dengan tenang menyeruput kopinya tanpa sadar sedari tadi ada seorang pemuda yang memperhatikannya. Pemuda itu terlihat gugup. Sesekali ia berdiri seolah ingin menghampirinya. Namun ia tak cukup berani. Pemuda itu kembali duduk dan menyeruput minumannya.
Berulangkali pemuda itu mencoba menghampiri wanita tersebut. Namun setiap ia semakin mendekati wanita itu, ia berbalik dan kembali ke tempatnya. Tingkahnya yang terlihat aneh membuat seorang pegawai menghampirinya.
"Ada yang bisa kami bantu?" tanya pegawai itu.
"Ti...Tidak. Terimakasih." jawab pemuda itu gugup. Karena penolakan itu pegawai tersebut pergi meninggalkannya.
Pemuda itu masih terlihat gugup, sesekali ia mengusap keringat yang membasahi dahinya. Setelah beberapa waktu, pemuda itu nampak cukup tenang. Ia merapikan rambut dan pakaiannya. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk menghampiri wanita tersebut.
"Permisi!" ucap pemuda itu kembali gugup.
wanita itu menoleh dan melihat seorang pemuda sudah berdiri dihadapannya. Ia menaruh cangkirnya dan segera menjawab pemuda itu.
"Iya. Ada yang bisa saya bantu?" tanya wanita itu dengan lembut.
Mendengar suara wanita itu membuat pemuda tersebut semakin gugup. Jantungnya berdegup terlalu keras seakan-akan seluruh pengunjung bisa mendengarnya.
"Bolehkah aku bergabung disini?" tanya pemuda itu.
"Iya, Silakan" wanita itu tampak kaget dan bingung. Namun ia tetap mempersilakan pemuda tersebut. Wanita itu bertanya-tanya dalam hatinya kenapa pemuda itu mendatanginya. Padahal masih ada kursi kosong lainnya. Kenapa ia ingin duduk dengannya. Mungkinkah pemuda itu orang jahat yang ingin macam-macam dengannya?.
Setelah pemuda itu duduk suasana nampak hening dan canggung. Wanita itu hanya memainkan cangkirnya tanpa bersuara. Sedangkan pemuda itu nampak malu-malu, ia hanya tertunduk.
"excuse..." ucap mereka bersamaan. Lalu mereka terdiam kembali. Suasana semakin canggung.
Selang beberapa waktu kemudian pemuda itu membernikan diri untuk memulai percakapan.
"Apa kau sedang menunggu seseorang?" Tanya pemuda itu.
"Tidak" wanita itu hanya menjawab dengan singkat.
"Maaf, apakah aku mengganggumu? apa kau takut kepadaku?" pemuda itu bertanya dengan was-was. Namun wanita itu hanya terdiam.
"Tenanglah, aku bukan orang aneh." Bela pemuda itu. Wanita itu hanya mengangguk perlahan. Meski ia masih nampak bingung.
"Maaf jika aku mengejutkanmu dengan tiba-tiba meminta bergabung disini. Hanya saja aku merasa ini adalah kesempatan ku untuk menyapamu." Jelas pemuda itu.
Namun wanita itu masih terdiam. Ia memperhatikan baik-baik sosok pemuda yg duduk dihadapannya. Pemuda itu terlihat cukup baik dan sopan.
"Aku sudah lama memperhatikanmu. Dan sudah lama aku berniat untuk menyapamu hanya saja aku terlalu malu. Dan aku takut akan mengganggumu" Pemuda itu mulai berbicara dengan tenang seolah rasa gugupnya hilang begitu saja.
"Bolehkah aku memperkenalkan diri?" pinta pemuda itu dengan sopan.
"Iya boleh" Wanita itu mengijinkannya. Nampak ia mulai penasaran dengan pemuda didepannya.
"Namaku, Ji sung. Han Ji sung." Ucap pemuda itu dengn percaya diri. Suaranya terdengar mempesona.
"Aku Mi jung. Park Mi jung" Balas wanita itu yang mulai terbuka.
"Apakah kau sering ke kafe ini?" Tanya Mi jung.
"Iya. Aku sering kesini dan aku sudah sering melihatmu." Ji sung menjawab dengan antusias.
"Benarkah? Bagaimana mungkin kau mengingatku? Bukankah banyak orang yang mengunjungi kafe ini?" Mi jung semakin penasaran.
"Aah... Iya. Benar. Namun Aku melihat kau sedikit berbeda." Jelas Ji sung sambil melihat-lihat sekitar mengisyaratkan Mi jung untuk melihatnya juga.
"Oh...ini maksudmu?" Mi jung yang mengerti maksud Ji sung menunjukkan ID Cardnya yang bertali merah. Ia juga baru menyadari ternyata hanya dia yang masih bertali merah sedangkan orang-orang disekitarnya sudah bertali biru. ID card yang bertali merah menunjukkan bahwa pegawai tersebut masih dalam masa percobaaan atau magang sedangkan yang bertali biru sudah menjadi pegawai tetap.
Ji sung hanya mengangguk. "Maaf... apakah kau tersinggung?" Tanya Ji sung sedikit khawatir.
"Oh... Tidak...Tidak. Aku baik-baik saja." Sanggah Mi jung dengan tersenyum.
"Bagiku ini tidaklah berbeda. Aku tetaplah seorang pekerja. Dan aku menyukai pekerjaanku. Aku juga melakukannya dengan baik dan sungguh-sungguh." Jelas Mi jung.
Ji sung terlihat kagum ia hanya menganggukan kepalanya seolah ia bisa mengerti Mi jung.
Tak butuh waktu lama setelah mengobrol lambat laun mereka mulai terlihat akrab. Sesekali keduanya tertawa. Ketika salah satu sedang berbicara lainnya nampak antusias mendengarkannya. Seolah mereka telah menemukan seseorang yang bisa saling memahami.
Mereka yang biasanya hanya duduk sendiri dalam sepi. Kini mereka bisa bercanda bersama.
Mijung yang biasanya memasuki kafe dengan terlihat lelah kini ia mulai terlihat ceria. Setiap kali ia membuka pintu ia terlalu tersenyum dan melambaikan tangannya. Ji sung yang biasanya hanya duduk berdiam kini ia menemukan seseorang yang bisa ia tunggu dan mau mendengarkan celotehannya.
Perlahan-lahan kehidupan mereka berubah. Perlahan-lahan kebiasaan mereka di kafe itu berubah. Kini mereka tak lagi sendiri. Kini mereka tak lagi diam dalam sepi. Hanya dengan keberanian dan satu kata " Permisi " Mereka bisa menemukan hal baru yang mengubah hidup dan memberikan kebahagiaan.
The End.