Kehidupan kota penuh kesibukan. Disertai dengan padatnya manusia yang berada di dalamnya. Membuat suasana begitu sesak dan melelahkan. Sore hari merupakan waktu dimana kesibukan penduduk kota mulai mereda.
Disebuah stasiun kereta, Gonsu berdiri sembari menunggu kereta datang. Bersama dengan gadis bernama Terrie, Mereka berdua menunggu diselingi bercakap-cakap.
"Kamu capek banget ya?" tanya Gonsu.
"Iya. Tadi habis ujian juga di sekolah." jawab Terrie dengan ekspresi lelah.
"Kau mengantuk juga?" lanjut tanya Gonsu padanya.
"Ya. Aku ingin segera tidur rasanya." Terrie menguap.
Gonsu hanya tersenyum melihat Terrie yang sedang menahan kantuk tersebut.
Kereta datang di hadapan mereka berdua. Kemudian Gonsu dan Terrie berjalan masuk ke dalam gerbong kereta itu. Gerbong di tempat mereka berdua tidak begitu ramai. Sehingga tidak terasa sesak seperti hari-hari biasanya.
Gonsu dan Terrie duduk berdekatan. Cahaya mentari sore bewarna jingga itu menembus kaca kereta. Bayangan hitam muncul didekat mereka. Dan kereta mulai bergerak dari lokasi.
"Ngantuk sekali." kata Terrie sambil menutup mulut karena barusan menguap.
"Tidurlah selagi kereta berjalan. Nanti aku akan membangunkanmu." ujar Gonsu padanya.
Kemudian Terrie pun tidur dan menyandarkan kepalanya di bahu Gonsu.
Selama perjalanan, gadis itu tidur dengan pulas.
Gonsu memerhatikan raut wajah gadis di sebelahnya itu. Tampak manis dan imut. Gonsu hanya bisa tersenyum dan berusaha untuk diam agar tidak membuat suara bising.
Kereta terus berjalan melintasi rel yang membelah bagian kota. Setelah beberapa waktu berlalu, kini kereta tersebut tiba di stasiun pemberhentian. Langit sudah memasuki gelap, dan Gonsu segera membangunkan Terrie yang masih tertidur.
"Hei..Bangun. Kita sudah sampai."
Terrie bangun, lalu bergegas keluar dari gerbong kereta bersama dengan Gonsu. Setelah keluar dari kereta, mereka lanjut berjalan pergi dari stasiun.
"Aku masih mengantuk." ucap Terrie.
"Ngantuk?"
Terrie mengangguk dan seketika berhenti melangkah.
"Kenapa kamu berhenti? tanya Gonsu pada Terrie.
Gadis itu tidak menjawab. Dia berdiri dengan kepala menunduk.
Gonsu pun memahami bahwasannya gadis itu sudah dalam mengantuk berat. Sehingga munculah inisiatif untuk menggendong gadis tersebut.
Terrie digendong oleh Gonsu, dan mulai berjalan pulang di bawah langit disertai pijaran lampu jalan.
-----SELESAI-----