Cerita Singkat dari kehidupan fana yang memilukan. ~M-21~
-YasakhiHa-
Cr : Noblesse
'tap tap tap' Derap langkah ringan disertai suara rintikan gerimis mengisi sepinya malam dikala itu. Pria bersurai abu-abu gelap itu menjauhi hiruk pikuk keramaian kota dengan mantel hitamnya. Bekas luka dibibirnya yang tak kunjung hilang dari perkelahiannya pekan lalu membuatnya takut menginjakkan kaki ke rumah.
"Pasti dia akan mengamuk lagi nanti" keluhnya menghela nafas
"Heeii.... Disini kau rupanya!!" Suara teriakan wanita dengan nada kesal mengagetkannya.
Sontak membuatnya terbelangak dan langsung menatap asal suara itu.
"Bagaimana kau bisa menemukanku?" Tanya pria itu sedikit ketakutan.
"Dasar knpa kau tidak pulang, membuat khawatir saja..." Bentak wanita itu terhenti saat melihat bekas luka dibibir lawan bicaranya
"apa yang terjadi padamu, kau berkelahi lagi?? Apa kau tidak kapok!!" Bentaknya lebih parah
"T tidak, bukan begitu ibu..."
Ya itu adalah ibunya, orang yang membesarkannya semenjak ayahnya meninggalkan mereka untuk menikah lagi. Hari hari mereka hanya berdua, terkadang sang anak sering membuat masalah di sekolah. Mungkin untuk pelampiasan karena kekesalannya, tapi tetap saja itu tidak baik bukan.
"Pulanglah... Kau membuatku khawatir, sudah 1 pekan kau tidak pulang. Kau melupakanku ya??" Pinta wanita itu sambil mengusap rambut putranya yang basah akan air hujan.
"Iyaa... Aku pulang" jawabnya murung
Senyuman terukir di wajah sang ibu yang langsung menggandeng tangan putranya untuk pulang. Tatapan sayu terpancar dari mata sang anak dan berharap ini bukan yang terakhir kalinya, dibatinnya dia selalu ingin berada di sisi ibunya dengan keadaan yang sedikit tak memungkinkan.
Bayang bayang semu yang mulai di telan kegelapan, senyuman yang mulai terpudar, genggaman tangan mulai renggang dan lepas. Hawa hangat yang mulai hilang berganti dingin kian terus menyelimuti. Saat dikira cahaya mulai menghilang, sesuatu muncul perlahan.
Dibukanya mata itu perlahan, yang terlihat hanya air dan orang yang lalu-lalang berbaju putih sambil membawa catatan.
"Hei... nomor 21 Sudah berhasil!!" orang itu langsung pergi.
"Dimana aku? tempat apa ini? dan tadi itu apa? apakah aku bermimpi?" batin pria bersurai abu-abu itu.
-TAMAT-