halo,,,,,,,
namaku kira ayume panggilan ku yume, aku salah satu keturunan siluman rubah, karna sudah hidup lama aku sampai lupa tahun berapa aku lahir, kini zaman telah banyak berubah, di duniaku kami para siluman hidup berdampingan dengan manusia, dan dikotaku ada satu sekolah yang mengajarkan para siluman muda ilmu sihir.
"yumeee,,,,,,,, bangun dah siang" dia kakak ku namanya nue azuma, marga kami berdua berbeda karena ayah kami memang berbeda, "yuummmeee,,,,,,,,,,,," suaranya bagai sirine di pagi hari "kakak biarkan aku tidur lima menit lagi" kataku, "tidak kau bisa telat nanti" kakak ku dengan nada tegas, dalam keadaan setengah sadar aku pergi bersiap, setelah selesai kakak langsung mengantarku ke sekolah.
disekolah,,,,,,
"yumeeeee ku sayang" setelah masuk kelas aku langsung disambut oleh teriakan aoi seperti biasa dia akan meminjam pr ku dengan tatapan memelas "yume aku pinjam pr ya pliss", sebenarnya aoi adalah murid yang pandai tapi dia sibuk membantu orang tuanya belajar hingga lupa dengan pr yang menumpuk.
setelah keributan pagi tadi bel sekolah berbunyi "kkkrrrriiinggg", hari ini guru datang dengan membawa seorang murid laki laki, seperti nya murid baru, "murid murid dia adalah murid baru di kelas kita" kata guru "halo namaku katori kenko" perkenalan murid baru, "hhhmmm katori bukankan nama dari keluarga onmyouji" kata aoi dengan nada sedikit panik tidak hanya aoi tapi murid lain juga mulai bergosip.
Dan benar saja guru bilang dia memang keturunan dari keluarga onmyouji, "kkkkkrrrriiiiinngg,,,,," bel istirahat berbunyi semua siswa pergi Besama kekantin tapi tidak dengan kenko dia baru pertama masuk sekolah saja sudah di kucilkan, aku menghampiri nya dan mengajaknya ke kantin"hai namamu kenko kan, kekantin bareng yuk, oiya namaku yume aku keturunan murni siluman rubah".
"ka-kau tidak takut kepada ku seperti mereka" tanya kenko kepadaku "hihihi kenapa nona ini harus takut padamu" ucapanku terjeda karna aoi memanggil ku "oiii yume ayo kekantin kau juga sekalian ikut saja murid baru", "lihat aoi sudah kelaparan hihihi" aku menarik tangannya dan kami pergi ke kantin bersama, "eh ternyata ini enak ya apa namanya" tanya kenko sambil memegang sumpit ramen "eh aku tidak tau ya, namanya ramen" jawab aoi sedangkan aku hanya sibuk makan memperhatikan mereka bicara.
kami dikantin cukup lama dan tentang kenko tidak mengenal ramen itu wajar karna dia dari kecil ada di luar negri, waktu pulang tiba aku dan aoi selalu berjalan pulang bersama karna kakak masih sibuk menjaga toko, "eeemm yume aoi" teriak kenko dengan keras "boleh aku pulang bersama kalian" permintaan nya dengan wajah malu, akhirnya kami pulang bersama dan kebetulan rumah kenko dekat dengan rumahku dan aoi, kami melewati toko kakak, "Yo kak azuma" sapa aoi "hhmm tumben sopan biasanya blak blakakan" jawab kakak perempuan ku itu dengan nada sedikit menyindir.
beberapa hari berlalu aku dan kenko mulai menjadi teman dekat, kami selalu pulang bersama dan kebetulan saat disekolah kami satu kelompok, kakak ku juga mulai ramah kepada kenko karna kenko dan aoi sering main ke rumah.
jangan lupa like dan komen ya#