Aku benci diriku yang seperti ini, selalu seperti ini mementingkan segalanya untuk orang lain dan mengabaikan diriku-sendiri.
Aku lelah, aku tak tahu harus bagaimana. Apakah ini benar hidup yang harus kujalani.
Jikala kehidupan kedua itu ada bisakah aku berharap hidup berbeda ?
Menjadi diriku yang bebas, bebas untuk kemanapun, melakukan apapun, ber-ekspresi seperti apapun.
Aku benci diriku yang memenjarakan diriku-sendiri.
Aku benci jika benar aku kembali kemasa ini aku mencoba memegang erat apapun yang dapat kugenggam agar tak kembali jatuh kejurang gelap itu lagi.
Aku putus asa, aku tak tahu harus apa.
Aku bosan dengan hidupku yang hanya begini saja, sepi sendirian dan juga takut untuk berjalan sendiri.
Aku benci diriku yang telah kehilangan keberanian itu.
Benci karena kehilangan benteng kokoh yang tahan banting sembari mengingat masa dimana aku tak takut mencoba hal baru dan kesuatu tempat baru mengenal orang baru.
Aku benci diriku yang berubah menjadi pengecut dan sampah belenggu di sebuah pohon.
Aku ingin bebas seperti burung-burung, aku ingin cinta dan kehangatan juga kebahagiaan dan ketenangan.
Aku ingin sembuh dari segala rasa sakit namun semua itu teramat sulit.
Entahlah apa yang harus kulakukan lagi hanya dapat aku berusaha bak air yang tenang, jernih dan mengikuti kemana takdir mengalirkanku.
Hanya itu untuk saat ini.
.........
by B Joy