Riana adalah seseorang gadis berumur 19
yang bisa melihat makhluk halus atau dikenal sebagai anak indigo.dia sudah dapat melihat makhluk gaib sejak masih dalam kandungan, Riana sangat tertekan dengan hal itu yang membuatnya merasa risih atau terganggu oleh kehadiran makhluk-makhluk itu.mereka selalu muncul disana sini.dan pada suatu malam Riana baru pulang dari rumah temannya yang tidak begitu jauh, dari rumahnya,tapi tempat itu dapat dibilang sangat angker.
orang-orang menyebut tempat itu adalah "surganya makhluk halus,dan neraka untuk manusia",
tapi menurut Riana itu tidak terlalu menakutkan karena dia sudah bisa melihat hal-hal seperti itu,jadi untuk apa takut pikiran itu yang muncul dibenak Riana.
Riana menulusuri jalan yang sangat ngelap gulita, melewati perkebunan kelapa sawit,yang angker karena disebut ada guntilanak yang bergelantungan disana.
tapi Riana tidak merasakan bahwa ada makhluk halus disana di kebun kelapa sawit, tidak ada aura aneh yang menyelimuti tembat itu,danhawa undara disebut sangat bisa,dan tidak ada kenganjalan ditempat itu.
"emm ini Anek orang-orang bilang disini ada makhluk halus tapi aku tidak merasakan apa-apa,bahkan tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka disini", ucap Riana sambil terus berjalan melewati kebun itu,dan juga kedua matanya yang terus memandang kearah pohon kelapa sawit.
setelah melewati perkebunan kelapa sawit, Riana pun bertemu dengan TPU melatih,
"wah ini semakin larut aku harus pulang dengan cepat pulang, pasti ibu sangat cemas menunggu ku pulang", ucap Riana sambil menambahkan kecepatan langkah kakinya.
Riana terus berjalan dan akhirnya dia sampai di depan pintu rumah nya dan mwngetok pintu.
"buk Riana pulang,bukain pintu nya dong buk",ucap Riana sambil mengetuk pintu nya sedikit agak keras.
Riana seperti memiliki firasat yang kurang enak,dia merasa bahwa ada aura yang mencengkram yang mengikutinya sendari tadi, selepas melewati sebuah gang jempaka.
Riana sudah menduga dari awal pintu masuk gang tersebut, pasti ada penunggunya disitu, karena dia seperti mendengarkan bisikan-bisikan aneh,dan hawa negatif dari gang tersebut.
Riana merasakan hal aneh itu sejak masuk kedalam gang tersebut,dan dia merasakan bahwa aura negatif itu mengikuti sampai di gerbang masuk rumahnya.
"buk buk bukain pintu nya dong",Riana terus mengetuk pintu dengan keras.
"iya rian, pintunya jangan di gedor-gedor gitu",ucap ibu dari dalam dan menujuk ke arah pintu untuk membuka nya.
Riana masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa,dan menutup pintu secepat mungkin agar makhluk yang mengikutinya tadi tidak ikut masuk kedalam rumahnya apa lagi menganggu kedua orang tua nya.
setelah Riana masuk ke dalam rumah,angin kencang mulai menghembus dan hujan yang turun dengan derasnya dan suara Sambaran petir yang sangat dahsyat,
entah apa yang terjadi dengan cuaca malam itu.
seperti bukan hujan bisa, tidak ingin berpikir keras Riana pun memutuskan masuk ke dalam kamarnya dan juga membersihkan tubuhnya dan tidur.
hujan tidak kunjung berhenti balahan semakin deras,dan membuat Riana tidak bisa tertidur nyenyak malam itu, Riana mengambil bantal disamping kanannya dan menutup wajahnya dan hanya satu yang dipikiran Riana, "cepat tidur Riana besok kau harus mengikuti ujian kenaikan kelas",ucap Riana sambil mencoba untuk tidur,dan alhasil Riana juga tidak bisa tidur,malahan matanya makin ingin terbuka sepanjang malam.
hingga tengah malam, sekitar pukul satu dini hari,
Riana tidak bisa tidur dan memutuskan untuk duduk dan membaca novelnya,dan tidak lupa pula membuka buku pelajarannya,dan........ kruhhhhhhhhhhh........,.
suara angin seperti melintasi kamarnya,dan yang membuat Riana heran, "gimana angin bisa masuk kekamarku, padahal aku tidak membuka jendela atau pintu,dan aku juga tidak menyalahkan kipas angin", hal itu yang membuat Riana heran dan makin tidak bisa tidur.
pringggggg.............suara seperti gelas jatuh atau piring jatuh dari arah dapur,yang membuat Riana makin curiga dan memutuskan untuk melihat apa yang terjadi didapur,siapa yang pergi kedapur malam-malam begini,dan tidak mukin ibu,ibu sudah tidur dari pukul sembilan malam,ucap Riana dalam hati sambil berjalan ke arah dapur.
dan tiba-tiba seluruh lampu dirumahnya mati,dan ruangan sangat-sangat gelap gulita,dan Riana mengambil ponsel disaku celananya dan menyalakannya senter yang ada pada ponselnya.
TAP TAP TAP,Riana terus saja melangkah dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara,dan sesampainya didapur.
BRuuuuuuuuhhhhhhhhhhhhhhhh, seperti ada sosok yang melintas didepannya.
"siapa itu",ucap Riana, Riana mencoba untuk tidak takut.
tidak ada sahutan...................... sunyi.........angin menghembus pelas tapi sangat menakutkan.........
dan membuat bulu kuduk Riana berdiri.........
"apa yang kau mau,kenapa kau menganggu keluarga ku,aku mohon pergi dari sini",ucap Riana pada makhluk itu, makhluk itu terus saja berputar-putar dihadapan Riana.......
bruhhhhh..... makhluk itu mencekik leher Riana sampai membuat kaki Riana dan tubuh Riana melayang di udara......................
"lepaskan aku....apa yang kau lakukan...jika kau membutuhkan bantuan ku,aku bersedia membantumu,tapi jika aku mampuh",ucap Riana pada makhluk itu sambil mencoba melepaskan diri dari cekikan makhluk itu.
"apa kah bener,kau ingin membantu ku",ucap makhluk itu sambil menurunkan tubuh Riana ke lantai dan pelan-pelan melepaskan lekukannya.
"iya,tapi jika aku mampu ukhuh-khuh"ucap Riana,dengan suara serak Akibat cekikan makhluk itu.
"apakah kau bisa membantuku untuk mencari keberadaan anakku",ucap makhluk itu sambil mengubah hujudnya menjadi tidak menyeramkan.
"gimana ciri-ciri anak mu,dan apa dia laki-laki atau perempuan",ucap Riana .
"huhhh, namanya rifal dia berumur sembilan tahun,dia putih dan memiliki rambut pirang",ucap makhluk.
"yaudah akan aku selidikin,tapi kau harus janji jika anakmu ditemukan kah harus pergi dengan tenang"ucap Riana.