Jennie menutup kedua kupingnya mendengar bayi yang terus saja menangis sejak tadi
" zura bisakah kau menyuruh adikmu berhenti menangis "
Azura atau yang sering disapa Zura tidak menghiraukan tantenya
Ia sangat fokus dengan ponsel miliknya
jennie merasa sangat kesal dengan Azura yang sama sekali tidak meresponnya
jennie mengumpat pada kakaknya dalam hati , karena menitipkan anaknya pada dirinya
" william kenapa dengan adikmu yang terus menangis "
william yang sedang membaca buku hanya memutar matanya malas dengan pertanyaan dari tantenya itu
" Dino haus "
melihat tantenya hanya diam membuat william berdecak sebal
" dia ingin minum susu "
" tapi tidak ada susu untuk bayi disini "
william meletakan bukunya lalu menatap dada tantenya yang rata " ya sudah .. susu punya tante saja "
jennie menatap tajam keponakannya itu " Dasar sifatnya sama seperti ayah sialan nya itu " gumam nya
" ini " Azura memberikan sebuah tas yang berisi keperluan dari Dino
jennie membuka tas tersebut mengambil kotak susu dan juga botol susu lalu menuju ke dapur
Jennie kemudian membuat susu untuk Dino , setelah itu ia membawa susu yang ia buat kepada Dino yang belum berhenti menangis
lalu memberikan pada dino " Diamlah , kau sudah minum susu "
Sekarang sudah aman karena Dino sudah tidak menangis karena bayi kecil itu sedang menikmati susunya
namun tidak lama setelah si kembar menyetel lagu dengan suara yang sangat besar membuat Dino terkejut dan kembali menangis
" Aku bisa gila " jennie menutup kedua kupingnya
Ia bisa gila sekarang
dia berdoa agar kakak nya cepat pulang dan menjemput anak - anak menyebalkannya
jennie kemudian menenangkan dino agar tidak menangis
Setelah Dino tidak menangis lagi ia berjalan menuju si kembaran , Alan dan Alano yang berada didalam kamarnya
" yah " Alan dan Alano mendesah kecewa ketika musiknya dimatikan
" jangan masuk kedalam kamar ku " jennie menyeret kedua bocah berumur lima tahun itu keluar dari kamarnya
" tante aku lapar " keluh Alan pada jennie
" ya sudah makan "
" tapi biasanya bunda yang menyiapkan makanan untuk ku dan juga Alano "
" Benar kata Alan " timpal Alano
" tapi aku bukan bunda kalian "
Alano menggigit tangan jennie dengan kuat yang membuat jennie kesakitan
alano dan Alan menatap jennie dengan tatapan memohon
jennie mendesah pelan " jangan marah kalau masakannya tidak enak "
alano dan Alan menganggukan kepala mereka
****
saat sedang memasak Dino kembali menangis membuat jennie merasa jengah karena seharian ini ia terus mendengar suara tangisan bayi
apa lagi dirinya sangat tidak menyukai anak kecil
untung saja mereka keponakannya kalau bukan sudah jennie buang ke tempat sampah
Jennie mematikan kompor lalu menaruh masakannya di piring lalu memberikan pada alan dan Alano
Ia kemudian berjalan mendekati Dino
" kenapa dia sangat bau ? " tanya Jennie sambil mengendus badan bayi kecil itu
disampingnya ada William yang tertidur bersama Azura
Jennie menatap popok Dino lalu dengan ragu ia membuka popok nya
" hoeek .. hoeek " jennie ingin muntah melihat sudah penuh dengan sesuatu yang berwarna kuning dan juga sangat bau
" pantas saja " ia kemudian menganti popok untuk Dino
Ia juga menidurkan Dino
setelah Dino tertidur ia melihat si kembar yang sudah selesai makan
" masakan tante lumayan enak "
" hmm .. masakan bunda lebih enak "
Jennie tidak menghiraukan kedua bocah yang berada di depannya ia berjalan menuju ruang tamu diikuti dengan dua bocah itu
Jennie kemudian bernapas lega karena tidak mendengar suara tangisan bayi lagi dan ia bisa menonton film kesukaannya
jennie menatap si kembar yang sudah duduk disampingnya
" Kalian juga ingin menonton "
" hmm .. itu adalah kebiasaan kami setelah selesai makan "
Jennie kemudian menghidupkan televisi dan jennie bersyukur kedua bocah itu tidak rewel dan mereka menyukai acara yang jennie tonton
****
" Dimana semuanya ? " tanya jesika pada adiknya
" didalam "
Jennie kemudian masuk bersama dengan jesika kedalam rumah
" bunda " panggil Si kembar senang
Mereka berdua berlari dan langsung memeluk jesika
" Kalian tidak nakal kan selama bunda pergi ? "
kedua bocah itu menganggukan kepalanya yang membuat jennie berdecak sebal
" bunda ayo kita pulang " ajak Azura yang memang sangat tidak betah berada dirumah tantenya
Disisi lain william sudah menggendong Dino dan memberikan pada jesika agar mereka cepat pulang kerumah sekarang
" baiklah .. Besok bunda pergi bersama ayah . dan bunda akan menitipkan kalian pada tante jennie . jennie kamu tidak keberatan kan ? "
Jennie berdehem " pulanglah dan besok aku ada urusan "
Ia kemudian mendorong jesika menuju pintu " Aku bisa gila "
Ia kemudian menutup pintu dengan keras
End