Pandangan sudah terasa agak kabur. Badan sudah tidak bisa bergerak terlalu banyak. Dan keadaan sudah tidak memungkinkan lagi.
Ghani memandang ke arah depan dengan mata yang sembab. Ia tidak bisa berpikir dan tidak memiliki kuasa akan tubuhnya sendiri.
Terlihat seseorang berada di depan matanya. Dengan memakai masker, lelaki itu tampak memperhatikan wajah dari Ghani tersebut.
Perempuan itu tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Setelah mendapat pukulan di beberapa bagian tubuh, kini Ghani hanya bisa diam tak bergerak. Menahan sakit yang perlahan sedikit mereda. Karena satu kesalahan yang ia perbuat, membuat dirinya mendapat ganjaran karenanya.
Ghani sudah meminta maaf pada awalnya. Namun, permintaan maaf itu tidak diterima oleh lelaki tersebut.
Hanya pasrah akan keadaan. Perempuan bernama Ghani itu bergetar seraya memandang lelaki di depannya. Tangisan sudah dilampiaskannya tadi saat terkena serangan sebelumnya. Sekarang, dia akan merasakan bagian yang baru pula.
"Tubuhku sudah tidak dapat bergerak lagi. Ini akan menjadi akhir yang menyedihkan." ucap Ghani dengan suara nyaris tak terdengar.
Laki-laki yang ada di hadapannya itu, tengah mengambil sesuatu. Ghani hanya melihat punggung dari orang itu dan bersiap-siap untuk menahan sesuatu yang akan diterimanya nanti.
Sebuah suntik di pegang oleh orang itu. Dan dia pun berkata pada Ghani dengan santainya.
"Aku hanya ingin menyuntikkan ini padamu. Jadi kamu tenang saja ya."
Lalu lelaki itu mulai mendekat. Ghani hanya diam walau dalam hati sudah sangat ketakutan. Tubuhnya bergetar karena ketakutan yang ada di dalam dirinya. Sebuah jarum suntik mulai didekatkan pada salah satu bagian tubuh dari Ghani tersebut.
"Ini dia akhir dari hidupku." gumam Ghani.
"Kamu akan tenang setelah ini. Tetapi akan ada rasa sakit yang harus kamu terima beberapa saat. Jadi laluilah ini terlebih dahulu." ucap lelaki itu dengan rasa senangnya.
Jarum suntik pun di tusukkan ke dalam tubuh Ghani. Perempuan itu langsung terbelalak dan memandang ke arah suntikan itu.
Setelah disuntik, Ghani mulai merasa ada yang aneh pada tubuhnya. Dan tak berapa lama muncullah reaksi.
Rasa sakit muncul secara mendadak dan membuat Ghani sulit untuk menahannya. Dirinya bertanya-tanya mengenai apa yang telah disuntikkan laki-laki itu padanya. Namun, segala pertanyaan dalam hati buyar kala rasa sakit menyerangnya secara tak karuan.
"Arrrghhh sakit!" teriak Ghani.
Laki-laki itu hanya berdiri sambil melihat Ghani yang sedang merasakan reaksi dari suntikan sebelumnya.
Rasa sakit itu berlangsung beberapa menit. Hingga akhirnya menghilang. Ghani bernafas secara tak beratur karena sedari tadi menahan rasa sakit yang diterimanya.
"Aku akan berakhir dalam beberapa saat lagi. Selamat tinggal."
Beberapa saat kemudian Ghani pun menutup mata dan menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Sekarang dia sudah pergi. Dan hanya meninggalkan raganya di depan si lelaki penyiksa itu.
-----SELESAI-----