Seorang pekerja hotel datang membawa sesuatu seiring berjalan menelusuri lorong. Lampu-lampu menerangi seisi lorong sunyi itu. Lantai 3 merupakan tempat dimana sang pekerja itu berada. Langkahnya tampak begitu cepat. Sebab ia harus membawa pesanan tersebut sesegera mungkin. Kini dirinya sudah berada di depan pintu bernomor 180. Mengetuk lalu memberikan pesanan tersebut pada penghuni ruangan itu.
Setelah itu si pekerja hotel langsung pergi dari sana.
---
"Elsa, bagaimana kalau kita menginap disini saja?" tanya Aji padanya.
"Hmm ya sudah."
"Sabar ya. Besok kita akan sampai kesana. Jadi saat ini menginap dulu di tempat ini." senyum lebar dari Aji untuk perempuan di sebelahnya yaitu Elsa.
Aji mengambil barang bawaan dan berjalan seirama dengan Elsa menuju hotel yang ada di depan mata.
Mereka berdua sampai di depan tempat resepsionis. Lalu memesan kamar setelahnya. Setelah itu, keduanya diantar menuju sebuah kamar.
"Ini kamarnya. Kalau begitu saya tinggal dulu ya. Permisi." pegawai hotel itu undur diri dari hadapan Aji dan Elsa.
"Kamar yang berada di lantai paling atas." ucap Elsa memandang nomor pintu kamar didepannya.
"Seharusnya menyajikan pemandangan yang menarik sih." tutur Aji.
"Benar. Mari kita masuk ke dalam." ajak Elsa sembari membuka pintu.
Aji dan Elsa pergi masuk ke dalam ruangan kamar. Kemudian pintu pun ditutup setelahnya.
"Ruangan yang cukup besar ya." kata Aji sambil memandangi seisi ruangan.
Elsa langsung menghempaskan badannya ke atas kasur hotel yang empuk. Lalu Aji menyusul setelah menaruh barang bawaan.
"Aku rasa sangat sepi disini." ucap Elsa pada Aji.
"Benar. Dari tempat resepsionis tadi kesannya memang sangat sepi." balas Aji.
"Apakah hanya ada kita berdua disini?" tanya Elsa penasaran.
"Entahlah. Kenapa kamu memikirkan hal itu?" tanya Aji.
"Tidak apa-apa." balasnya.
Elsa pun memilih tidur setelah perjalanan panjang yang mereka tempuh sebelumnya. Aji memandang perempuan disebelahnya itu sambil menghelus rambutnya.
Saat sedang tidur, Elsa dibangunkan oleh seseorang. Orang itu tak lain adalah Aji. Dengan rasa kantuk yang masih melekat, Elsa hanya bengong dan menguap saat dibangunkan.
"Elsa, kita harus pergi." kata Aji sambil memegang kedua tangan dari Elsa.
"Kenapa? Aku masih ngantuk."
Melihat jam tangan yang menunjukkan waktu masih tengah malam.
"Bahkan ini masih tengah malam lho." lanjut Elsa.
"Ayo cepat. Kita harus bergegas." ajak Aji dengan tergesa-gesa.
"Ada apa sih?" tanya Elsa kebingungan
"Nanti aku ceritain ke kamu. Sekarang kita pergi dulu dari sini."
Aji pun menarik tangan Elsa dan membawa barang bawaannya.
Setelah keluar dari hotel tersebut, Aji langsung masuk ke dalam mobil, disusul oleh Elsa.
"Ada apa emangnya? Coba ceritakan padaku." Elsa heran.
Lalu Aji menceritakannya pada pada perempuan itu
"Aku tadi melihat seseorang lewat di depan tempat kita berbaring."
"Hah? Kamu serius?"
"Iya. Makanya aku ajak kamu untuk pergi dari sana."
"Tapi kenapa tadi aman-aman saja pas kita masuk ke sana?" tanya Elsa.
"Entahlah. Saat itu aku tidak bisa tidur. Dan beberapa masa aku termenung, tiba-tiba seseorang lewat di depanku."
"Hanya lewat saja?" Elsa penasaran.
"Tidak. Bahkan ada yang lain dan itu sangat menyeramkan." kata Aji dengan perasaan ngeri.
Bercerita kepada Elsa, Hingga perempuan itu membayangkan apa yang dirasakan oleh Aji. Rasa merinding terasa olehnya setelah lelaki itu bercerita. Usai bercerita, Aji pun menyalakan mesin mobilnya. Dan tancap gas meninggalkan kawasan hotel tersebut.
"Sebaiknya kita menginap di tempat lain saja." tutur Elsa.
-----SELESAI-----