namaku Nehan yang berati nirwana, tapi di dunia ini hidupku tidak seindah mana ku aku bagaikan burung dalam sangkar besi.
aku anak sulung di keluarga ku, aku satu satunya penerus keluarga yang mapan, setiap hari aku disuruh menghafal enam bahasa, dan belajar semua mata pelajaran, aku bisa apa aku hanya bisa menurut dan melakukan yang mereka minta, di umur 15th aku sudah menjadi sarjana dengan lulusan terbaik.
Dan sekarang aku adalah CEO dari perusahaan keluarga ku, mereka bilang setelah aku lulus aku bebas mau berbuat apa, tapi tugas utamaku adalah mengelola perusahaan dengan baik, selang setahun sikapku berubah banyak, aku menjadi tomboy dan sulit diatur, tapi mereka tidak merisaukan hal itu.
bagi mereka yang terpenting adalah aku mau mengurus perusahaan dengan baik, di umurku yang ke 17th aku sudah menjadi bosbesar mafia, di siang hari aku menjadi CEO yang berpengalaman, dan di malam hari aku menjadi iblis yang begitu disegani.
karna selama masa kecilku selalu dikengkang dan dipaksa melakukan apa yang diinginkan keluarga, dua sifat yang terbentuk dari diriku salah satunya adalah sifat seorang pesikopat, mereka sering menyebut ku Angel of Death, aku sering membunuh dan menyiksa banyak orang, tapi bukan orang sembarangan mereka yang aku siksa hingga mati adalah para parasit kota .
hari ini di pagi yang cerah ini, ada rapat kerjasama antar perusahaan, sebelumnya aku selalu menolak ajakan para penjilat ini, dan benar saja penjilat penjilat ini mulai kurang ajar, saat aku bilang menolak kerjasama mereka karena untung yang mereka dapat lebih besar daripada untung yang aku dapat, mereka malah berkata bahwa jika aku mau melayani mereka nanti malam mereka akan memaafkan ku dan mendiskusikan keuntungan yang diperoleh.
malam harinya aku datang ke klup malam bukan untuk melayani para b*j*ngan itu tapi untuk mengambil nyawa mereka, aku datang ke kamar yang telah ia siapkan aku mengenakan jaket hitam masker dan sarung tangan, setelah aku masuk ke kamar dia mulai menggoda ku, sebelum tangan kotor nya itu menyentuhku aku mehentikannya dan memukulnya dengan keras.
aku menghampiri nya dan kutancapkan pisau ke kakinya dia berteriak kesakitan tapi tidak ada yang mendengar nya karena ruangan ini kedap suara, setelah kutusuk kakinya aku tusuk tangan nya yang tadi akan menyentuhku, sungguh sebuah kebahagiaan melihat dia berteriak kesakitan dan bersimbah darah, sungguh malam yang indah.
jangan lupa like dan komen ya#