Malam itu di sebuah gazebo di basecamp, Alex termenung seorang diri sambil merebahkan diri di sofa panjang. Menikmati dinginnya malam yang masih menyisahkan suasana lebaran. Suasana yang seharusnya membuat hati senang dan gembira berkumpul bersama keluarga kerabat atau kekasih. Tapi tidak dengan Alex, saat ini hatinya sedang gundah ingin marah tapi percuma, ingin menangis tapi tak bisa. Yang bisa dia lakukan hanya bisa termenung dan melamun sambil meratapi nasibnya yang selalu dirundung duka.
Setelah kepergian Mama nya hanya kekasihnya Rahmad yang selalu ada di sampingnya mendukungnya, menjaganya dan menemaninya. Walaupun dia tahu bukan hanya Rahmad yang selalu menjaganya, ada sosok pria lain yang turut menemaninya yaitu Anton. Tapi apalah daya dia terlanjur terpikat oleh Rahmad, pria yang dengan tulus mencintainya. Dan yah sebentar lagi Dia juga yang akan meninggalkan nya sendiri lagi.
"Sayang kamu kenapa berbaring disini sendiri, bukannya tadi aku sudah minta kamu untuk masuk kedalam" Ucap seseorang tiba tiba dan membuyarkan lamunannya.
"Hmmmm" Jawab Alex pendek
"Apa yang kamu pikirkan? " Tanya dia lagi sambil jongkok disamping Alex yang sedang berbaring dan memainkan rambut Alex.
"Berfikir tentang aku dan kamu. " Jawab Alex dan memiringkan kepalanya sambil menatap kedua mata pria yang ada disampingnya.
"Bee, panggil namaku seperti dulu saat kita masih pertama kali ber teman. " Pintah Rahmad.
"Hmmm Rahmad, Rahmad, Rahmad. " Ucap Alex berulang ulang sambil meneteskan air matanya.
"Jangan bersedih sayang, ayo kita nikmati malam ini dan esok hari dengan senyuman mau kan. " Rayu Rahmad.
"Iya, ayo kita buat kenang kenangan biar aku bisa menuangkannya dalam sebuah tulisan. " Jawab Alex tersenyum kecil.
"Seperti yang kamu tulis dalam novel itu kah? " Tanya Rahmad.
"Iya, boleh kan. " Ucap Alex.
Rahmad menganggukkan kepala nya. Kemudian dilumat nya bibir Alex dengan lembut hingga mereka mencari kesenangan dan kepuasan sendiri sendiri saat dilepas tautan bibir mereka tampak jelas saliva yang melintang bagai jembatan. Alex hanya terengah entah karena kehabisan napas.
"Sayang kita pindah ke kamar ya. " Pintah Rahmad.
Alex menganggukkan setuju. Segera Rahmad menggendong Alex ala bridal style, Alex mengalungkan tangannya ke leher Rahmad. Dan kegiatan berlanjut di dalam kamar.
Keesokan harinya mereka sama sama bangun siang karena kelelahan sehingga asisten rumah tangga yang membangunkan mereka.
Tok... Tok... Tok.
"Den, aden. Bangun ini sudah mulai siang. " Sapa Bi Tini.
"Iya Bi, bentar lagi. " Balas Alex.
"Sarapan sudah ada di meja makan ya Den Alex. " Lanjud Bi Tini.
"Iya, Bi. Makasih. " Jawab Alex malas bangun.
"Daddy bangun, katanya mau main air. " Sambil mengguncangkan tubuh Rahmad yang masih tertidur pulas karena lelah.
"Bee gak capek apa ? " Jawab Rahmad dengan mata masih terpejam enggan untuk bangun.
"Ayolah Dad, kemarin kan Daddy dah janji. Masa iya seharian cuman di pake buat tiduran aja. " Rengek Alex.
"Ya udah kalau gitu Bee cuci muka sana dulu terus sarapan habis itu main air. " Rahmad pun mengalah dan mulai terbangun.
"Aaiiss.... " Rintih Alex.
"Kenapa sakit Bee. " Ucap Rahmad sedikit panik.
"Sedikit kok, hehehe. " Jawab Alex.
Usai sarapan sesuai rencana mereka berenang bersama dan hanya berdua tanpa ada gangguan. Hanya kegembiraan yang tampak di mata keduanya hingga sore menjelang.
"Bee ayo naik, Daddy dah capek. " Pintah Rahmad.
"Okelah tapi gendong. " Ucap Alex manja.
"Dasar manja. " Goda Rahmad.
"Tapi suka kan. " Jawab Alex sambil tersenyum manis.
"Sangat suka. " Ucap Rahmad sambil menggendong Alex ala koala.
"Ayo mandi bareng. " Bisik Rahmad di telinga Alex.
"Ehhh.... " Alex terkejut tapi senang.
Tak lama kemudian mereka keluar juga dari kamar mandi yang tak jauh dari kolam renang.
"Aaiisss ini tadi bukannya mandi tapi nyiksa. " Gerutunya Alex.
"Tapi suka kan. " Goda Rahmad saat sedang santai di depan TV sambil merebahkan diri di karpet.
"Bee." Panggil Rahmad.
"Ya." Jawab Alex pendek tanpa menoleh pada Rahmad karena asyik dengan acara TV nya.
"Setelah ini masih boleh kah Daddy menemui Bee seperti ini lagi? " Tanya Rahmad.
"Dad, setelah ini Daddy akan jadi milik orang lain. Masih pantaskah Alex mengharapkan Daddy. " Jawab Alex sambil memainkan remote TV yang entah mau liat apa, karena tiba tiba mood buat nonton TV hilang begitu saja.
Rahmad pun meraih remote yang ada di tangan Alex.
"Bee, walau tubuh ini di sentuh oleh dia, Bee tahu sendiri tak akan ada respon apapun yang bakal Daddy Terima. " Jelas Rahmad sambil memiringkan badannya dan menatap kearah kekasihnya.
"Dad, aku tahu itu. Tapi masih pantaskah aku menginginkan mu? " Tanya Alex sambil balik menatap Rahmad.
" Bee, ijinkan Daddy menemuimu sewaktu waktu Daddy mohon. Daddy tak bisa tanpa mu Bee. " Keluh Rahmad.
Alex pun seketika langsung duduk dan menatap tajam kearah Rahmad.
"Apa Daddy kira Alex bisa hidup tanpa Daddy, walau ada Hubby yang bakal gantiin Daddy tapi bisa kah Alex menerima Hubby, apa bisa Alex mencintai Hubby seperti Alex mencintai Daddy. " Jelas Alex dengan menahan amarah.
"Dad, kalau Alex minta sesuatu ke Daddy, apa bisa Daddy mengabulkannya.? " Pintah Alex.
"Apa yang kamu minta Bee? " Tanya Rahmad.
"Tolak pernikahan itu, batalkan pernikahan itu. Apa Daddy bisa mengabulkannya? " Tanya Alex, Rahmad hanya menggelengkan kepalanya.
"Percuma kan jadinya, ayolah Daddy jangan buat kebersamaan terakhir kita diisi dengan perdebatan yang tak ada ujungnya. " Pintah Alex tersenyum diantara tangisnya. Rahmad hanya mampu menghapus air mata kekasihnya itu dan mencium lembut keningnya. Kemudian di peluk erat tubuh nya. Alex hanya mampu menangis dan menangis.
"Menangis lah sepuasnya Bee tapi besok lepaskan Daddy dengan senyum termanis mu mau kan Sayang. " Pintah Rahmad.
"Aku tak bisa janji Dad, berat buat Alex lepasin Daddy. Sakit hati Alex, sesak rasanya dada Alex. " Ucap Alex jujur.
"Aku tahu sayang, Daddy juga sama. Daddy juga merasakan itu semua. Maaf ya sayang. " Hibur Rahmad karena hanya itu yang bisa dia lakukan.
Waktu berjalan sangat cepat dan kebersamaan mereka pun berakhir juga. Keesokan paginya Rahmad bangun lebih awal dari Alex, karena dia harus bersiap siap untuk kembali ke Jogja. Sedangkan Alex masih tertidur, bukan belum bangun hanya saja memang tak ingin bangun dan tak ingin mengantar kepergian Rahmad.
"Bangun sayang, yang lain sudah datang " Rahmad mencoba membangunkan Alex.
"Daddy pergilah sama yang lain. Alex disini aja." jawab Alex lirih.
"Bee, tak mau mengantar kepergian Daddy?" tanya Rahmad.
Alex akhirnya bangun tapi masih duduk di atas ranjangnya.
"Enggak, Alex gak sanggup liat Daddy pergi. Alex gak bisa antar Daddy pergi, lebih baik Alex di basecamp aja." jawab Alex sambil menangis lagi.
"Alex sayang ku ,cintaku, kekasihku. Daddy tahu ini berat dan ini juga berat buat Daddy. Maaf hanya ini yang bisa Daddy katakan." Rahmad memeluk tubuh kekasihnya dengan erat begitu juga dengan Alex.
"Jangan pergi Dad, tinggal kan Dia, tetaplah disisi Alex." ucap Alex sambil menangis.
"Kalau bisa sayang, dari dulu Daddy akan tinggalkan dia sayang." jawab Rahmad pelan.
Kemudian di ciumannya bibir Alex dengan lembut, Alex pun membalasnya dengan penuh hasrat dan enggan untuk melepasnya. Rahmad hanya pasrah dan membiarkan Alex agar puas menikmatinya dan melepaskannya dengan sendiri nya.
"Rahmad pergilah biar Alex aku yang jaga."ucap seseorang tiba tiba menghentikan ciuman mererka.
"Anton kamu." ucap Rahmad kaget.
"Ya, pergilah biar aku disini dengan Alex. Nanti kamu ketinggalan kereta." ucapnya lagi sembari mendekati Alex dan memeluknya.
"Aku yang akan menjaganya sekarang, kamu jangan khawatir. " Ucap Anton menenangkan Rahmad.
"Yah, aku serahkan dia padamu tolong jaga dia untuk ku. " Sahut Rahmad.
"Aku bukan barang yang seenaknya kalian lempar kesana kesini. " Teriak Alex tiba tiba.
Rahmad dan Anton kaget dengan ucapan Alex.
"Alex." Ucap Rahmad sedih.
"Aku bukan barang yang bisa seenaknya kamu berikan ke orang lain. " Ucap Alex sambil menangis. Anton memeluk Alex dengan erat.
"Kamu pergilah yang lain sudah menunggu diluar, biarkan aku yang menjaga dia. " Tegur Anton.
Rahmad mendekati Alex dan mencium ubun ubun Alex.
"Maaf." Ucap Rahmad lirih.
Rahmad pun mulai berajak pergi, tapi tiba tiba ditariknya tangan Rahmad hingga membuatnya terjatuh tepat didepan Alex. Alex segera mencium bibir Rahmad lagi dan melumat nya, Rahmad pun membalas ciuman itu lebih dalam lagi hingga Alex merasa puas dan melepasnya. Anton hanya mampu memandang nya walau hatinya merasa perih.
"Selamat tinggal Kak Rahmad jangan lupakan aku. " Bisik Alex.
Rahmad terkejut mendengar panggilan itu dan kemudian tersenyum senang.
"Tentu saja Alex aku tak akan melupakan mu. " Balas Rahmad.
Rahmad pun pergi meninggalkan Alex dan Anton. Anton segera memeluk Alex yang mulai menangis lagi dan berteriak histeris.
"Aaaaaaaaaaaa............ " Teriak Alex hingga terdengar oleh Rahmad. Rahmad hanya mampu menunduk lesu.
"Sudah puas sayang. " Ucap Anton.
"Hiks hiks hiks, dia pergi hubby, dia ninggalin Alex sendiri. " Tangis Alex.
"Alex tak sendiri. Masih ada Hubby, Seme, Radit dan David sayang. Kami semua ada bersama mu. " Hibur Anton.
"Tapi Hub.... " Belum selesai Alex berkata segera dilumatnya bibir Alex, yang awalnya lembut kini menjadi penuh nafsu. Anton paling pandai mengalihkan perhatian dan yah sejak awal Anton memang sudah menyukai Alex.
"Bee, Hubby cinta kamu, Hubby yang akan menjaga kamu sekarang soal Davit, Bee tahu sendiri kalau Dia juga sudah punya tunangan. Tapi lihat Hubby baik baik saja kan jadi kamu harus kuat sayang. Satu lagi ada satu orang yang juga menyayangi kamu Rizky. Zy dia juga khawatir sama kamu, kamu harus paham itu. " Jelas Anton.
Alex mengangguk pelan, direbahkannya tubuh Alex dan kembali di lumatnya bibir Alex. Alex hanya mampu menerimanya setelah puas dilepasnya ciuman itu.
"Mau tidur lagi apa bangun? " Tanya Anton.
"Alex ingin tidur lagi, Bby. " Jawab Alex. Dan kemudian kembali tertidur dengan ditemani oleh Anton hingga siang tiba.
Disela sela istirahat nya Alex menulis sesuatu di meja depan TV.
"Apa yang kamu tulis Bee? " Tanya Anton sambil memeluk Alex dari belakang.
"Tulis cerita Hubby, kisah terakhirku dengan Daddy boleh kan? " Ucap Alex balik bertanya.
"Ya, gak pa2 sayang. " Jawab Anton.
Inilah kisah terakhirku dengan Daddy, seorang pria yang manis, tampan dan perhatian. Kekasih hati ku yang telah bersamaku selama 3 tahun.
Yah 3 tahun. Ahhh kenapa aku lupa kalau hari ini lah tepatnya, hari dimana dia menyematkan cincin di jari manis ku. 19 mei hari dimana Kau bersumpah akan selalu ada disisi ku. Selamat tinggal Daddy.
19 Mei 2018 : kamu sematkan cincin di jari manis ku dan berkata tak akan pernah meninggalkan aku sendiri dan akan selalu di sampingmu.
19 Mei 2021 : kau ingkari janji mu sendiri dan pergi untuk selamanya dari ku, walau ku tahu hatimu masih milikku tapi aku tak mampu menyentuhmu