namaku Rika, rika berati pengetahuan, ya pengetahuan ku memang luas aku selalu meraih peringkat pertama di kelas.
tapi meraih gelar pertama bukan berarti aku terkenal dan memiliki banyak teman sikapku yang pendiam dan jarang bersosialisasi membuatku memiliki banyak musuh, bahkan karna rambutku yang panjang tergerai dan menutupi separuh wajahku memberikan kesan yang menyeramkan dan aneh.
dari dulu aku selalu menjadi bahan Bulian mereka sikapku yang penurut di kampus membuat mereka semakin suka membuli ku, jika di kampus aku bagaikan sodako yang dibenci semua orang dirumah aku adalah bos dari kupu kupu malam, kupu kupu malam adalah nama dari organisasi pembunuh bayaran yang keluarga ku dirikan.
beberapa hari lagi acara kelulusan, semua mahasiswa dan mahasiswi nampak bahagia tapi siapa sangka saat jam pulang tiba gadis gadis alay itu menyeret ku ke kamar mandi dengan paksa mereka bilang aku mencari perhatian dari salah seorang pacar mereka, pertanyaan nya siapa pacarnya?, tanpa mendengar penjelasan ku mereka membentur kan kepalaku di dinding kamar mandi darah mengalir dari kepala ku.
tidak hanya berhenti di situ mereka menarik paksa tanganku dan menjepitkan nya ke pintu toilet walau sakit tapi aku tidak berteriak membuat suara keras, karna rasa sakit telah biasa aku rasakan, tidak berhenti sampai di situ salah satu dari mereka mengeluarkan sebuah pisau lipat dari dalam tas nya, walau aku tau dia akan menusuk ku tapi aku tidak bisa melawan jika aku melawan mereka identitas ku bisa terbongkar, dan benar saja dia menusuk perutku, setelah menyiksa ku mereka meninggalkan ku begitu saja.
aku pergi dari kamar mandi wanita itu dengan baju berlumuran darah aku menelfon bawahan ku dan menyuruh nya menjemput ku, aku masuk kedalam mobil bawahan yang menjemput ku nampak sangat kawatir dan terkejut dengan diriku yang berlumuran darah " nona apa kita langsung kerumasakit saja melihat lukamu itu terlalu parah" ucap bawahan ku dengan khawatir, aku berkata dengan tegas kepadanya jika kita kerumasakit apa kata dokter nanti kita kembali saja lukaku tidak separah yang kau lihat.
karena aku pembunuh bayaran yang berpengalaman tusukan kecil ini tidak akan membuatku terluka parah, Sampai di rumah bawahanku menelfon seorang kenalan yang merupakan dokter militer dia mengobati ku sambil mengomeli ku, malamnya aku menelfon para gadis gadis alay yang telah menyiksa ku, aku menyuruh mereka pergi ketempat yang aku siapkan, dan benar saja mereka datang ke tempat itu.
aku datang dari belakang memakai jubah hitam dan membawa tongkat kasti aku memukul salah satu dari mereka hingga kepalanya berlumuran darah aku menjambak rambut gadis yang barusan aku pukul dan menyeretnya mendekati dua gadis lainnya, "si-si-siapa kau apa maumu" tanya dua orang gadis itu dengan nada ketakutan "balas dendam" kataku dengan tegas bruukk aku memukul mereka mereka merengek seperti bayi salah satu dari mereka mati karna pukulan ku, "kau yang tadi menusuk ku bukan " kataku dengan nada memberatkan.
srriinnngg sebuah tangan terlempar ke udara disertai jeritan tersiksa "aaaaaaa,,,,,,,,", ahahahaha ini sungguh menyenangkan sudah lama aku tidak mendengar jeritan korban yang ketakutan.