Pertempuran Samurai masih berlanjut,Kota Di kuasai sekelompok samurai Yang di pimpin oleh HADO sang penakluk.Awalnnya penduduk desa hidup dengan damai,setelah Pertempuran di mulai semuannya lennyap dan berubah menjadi kota Api.
Pada pagi itu suasana di desa kami sangat tenang,Desa kami bernama Desa Kakura. pagi itu anak-anak bermain ceria,para ayah dan ibu beraktivitas seperti biasanya..
Perkenalkan namaku Hakiyo Usiaku beranjak 9 Tahun dan aku setiap harinya selalu berlatih samurai dengan ayahku.Ayahku Kepala desa sekaligus pemimpin Perguruan samurai kami Nama ayahku Yabuza kiyo Ayahku mahir dalam memainkan pedangnya,Pedang ayah mempunyai jurus andalan yakni tebasan Pedang sabit.pedang ayahku tidak semua orang bisa membuka sarungnya kecuali aku dan ibu,karna kami adalah sisa clain BULAN SABIT.Hannya 8 orang yang tersisa Lima orang clain tidak tahu keberadaannnya.
Pagi kami mulai berlatih dan entah kenapa tiba tiba ayahku mennyuruhku untuk memimpin latihan di pagi itu karna tidak seperti biasannya.Ayah bilang Ayah dan ke tujuh rekan kepercayaan ayah ada pertemuan antar ketua di desa sebelah dan ayah bilang itu penting untuk desa kita.Ayah pun pergi dan ayah menitipkan Samurainya kepadaku Ayah pun bilang kalau Ayah tidak pulang sampai esok pimpinlah desa kita kata ayah,lalu aku menjawab "tapi Ayah aku masih kecil dan aku belum bisa memimpin desa" lalu Ayah menjawab "Hannya Kau lah yang bisa ....."
Malam sudah tiba Ayah tak kunjung pulang aku dan sang ibu sangat mengkhawatirkan Ayah dan Tiba-tiba sekelompok Samurai datang dan mereka langsung membantai seluruh penduduk desa kami dan rumahpun di bakar.Aku memeluk ibuku dengan erat "iibbbuuu.. aku takuutt""
lalu ibu bilang "jangan takut nak suatu saat kau pasti bisa membalas kekejaman mereka"
ibu segera mendorong lemari dan di belakang lemari itu ada lorong rahasia ibu mendorongku masuk kau bersembunyi di sini dan ibu memberikan samurai ayah dan sepucuk surat ibu bilang "Jika kau selamat kau cari Orang yang bernama Tanaka di desa Rushi Kau bilang kau anaknnya Yabuza kiyo serahkan surat ini padannya" ibu bergegas menutupi lemari "Aku riak...kk " iii...bbb..uuu..."sambil menangis... Sekelompok Samurai itupun menghampiri rumah kami..ibu mulai mengambil pisau untuk bertahan...Ketua dari sekelompok Samurai itu ternyata HADO sang penakluk desa yang terkenal dengan kekejamannya.
"HADO : DIMANA ANAKMU???.."
"IBU. :Dia tidak ada di sini "
ibu pun langsung di tebas dan bersimbah darah...Aku yang melihat kejadian itu dari selah selah kayu Menangis ketakutan...
Petirpun mennyambar Dan menampakkan tatto Bulan di lengan kanan Seperti tatto Yang ada pada lengan Ayah...Dan mereka langsung pergi meninggalkan desa kami.