seperti pada umumnya keluarga kecil, Alfira mempunyai keluarga yang sangat harmonis ayah yang sangat menyayangi nya, ibu yang selalu mencintai nya, dan kakak yang walau kadang menyebalkan namun sangat perduli badanya.
pagi hari
"ibu... aku main ya! " teriak fira pada ibunya
"iya, kamu udah sarapan kan? " sahut sekaligus tanya ibunya pada fira
"sudah bu, aku juga mau nyusul kak Sari" ucap fira yang sedikit teriak
di jalan
"nak? mau kemana? " tanya seorang pria menggunakan jaket pada fira
"aa aa aaakuu mau main itu didepan rumahnya udah keliatan dari sini juga kedengeran rame, disini pemukiman rame paman, jadi emmm mau main! " ucap fira dengan sedikit takut dan waspada
"ha ha kamu ini mengira saya penculik ya" ucap pria itu
"eh ng nggak" saut fira dengan gugup
"tenang saya teman ayahmu tidak perlu takut" ucap pria itu dengan nada ramah
"emm paman bukan gitu" kata fira
"yasudah lanjutkan saja mainnya" ucap pria itu
Dengan agak gemetaran fira meninggalkan pria itu dan dengan langkah kecilnya dia mulai berlari
"he heh he" nafas fira
deg,deg,deg, suara jantungnya kini memekakkan telinganya sendiri
"fira ngapain lari"? " tanya kakaknya yang melihat fira
"engga t tadi aku ketemu sama temennya ayah, awalnya aku takut jadi aku lari" jawab fira dengan menahan detakan jantungnya sendiri
"ha ha kamu ini.... " kata sari dengan mencubit pipi fira
"yasudah sini masuk " ucap pita, temannya fira dan Sari
"eh kalian tau gak tadi dirumahku ada kupu" berwarna loh"kata pita dengan nada senang
"terus kenapa kak? " tanya fira pada pit
"itu lo dek kalau ada kupu" yang kerumah bisa kasih pertanda tamu yang akan datang, kalau sayapnya berwarna, tamu itu punya tujuan baik, tapi klau sayapnya hitam niatnya jahat"jawab Sari
"eh ada ya kayak gitu? " timpal fira
"iya fir, kalian tau gak siapa yang dateng? " kata pita
"gak" ucap fira dan dari bersamaan
"yang dateng itu kakak sama kakak ipar aku yang dari kaltim!! " ucap pita dengan nada senang
"wah akhirnya mereka bisa pulang kampung ya pit" ucap Sari
"he he" ucap pita
kini mereka berbincang" sampai sore
"yaudah pit, kita balik dulu ya" kata Sari
"oke" jawab pita
Dirumah
saat malam seperti biasa keluarga kecil itu menonton televisi ya hanya fira yang berada dikamar
"eh apaan tu kok eh ada kupu" masuk, dari mana masuknya"tanya fira pada dirinya sendiri
"eh kupu" hitam? "ucap fira yang kini mulai agak panik
tok tok
suara ketukan pintu sari pun membuka pintu
" iya silahkan masuk"ucap sari yang masih membuka pintu
"Aaaaaaa"teriak sari didepan pria yang menggunakan jaket didepan nya
" sari!! "histeris ibu dan ayah sari mendapati anaknya itu sudah tak bernyawa dengan darah yang membasahinya
" eh maaf saya buru" jadi selesaikan saja sekarang"ucap tamu itu
*DOR DOR DOR DOR DOR *
suara tembakan yang kini sudah berada di dalam tubuh ibu dan ayahnya, fira yang melihat semua itu hanya membatu didepan pintu yang menghubungkan ruang keluarga dan ruang tamu
"eh anak manis gk boleh liat" ucap pria itu sambil mendekati fira
fira hanya bisa diam dan mencerna yang terjadi
"sekarang giliranmu anak manis" bisik pria itu pada fira
*Jlebb* kini fira tak bisa menahan tubuhnya dan jatuh ke lantai dengan pisau yang menancap di perutnya
kini pria yang menggunakan jaket tersebut tersenyum puas dengan yang ada disekelilingnya dan menggores sendiri belati di tangannya keleher dan*buk*pria itu kini sudah tak bernyawa
🦋TAMAT 🦋
🙏TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA CERPEN INI🙏
Jangan lupa like + komen 👋