Randi mengenang masa lalu kala ia sedang berjalan-jalan. Dengan kedua tangan yang dimasukkan ke dalam saku jaketnya, ia berjalan sembari menatap ke depan.
"Apa yang kamu inginkan di tahun yang baru nanti?" tanya Randi pada seorang perempuan yang merupakan pacarnya.
"Hmm entahlah. Aku tidak terpikirkan akan hal itu." jawab sang pacar.
"Masa kamu tidak memikirkannya?"
"Iya." balasnya singkat.
Randi tiba-tiba teringat akan sesuatu, jadi ia langsung membuka tas dan mengambil benda yang ada di dalamnya. Disaat tengah mengecek isi tas, seketika deringan telpon terdengar oleh mereka berdua. Sang kekasih langsung mengangkat telpon dan mulai berbicara. Awalnya Randi tidak memperdulikan pembicaraan dari pacarnya itu. Akan tetapi saat sebuah kata keluar dari mulut sang pacar, Randi dalam sekejap berubah pandang ke arah perempua tersebut.
"Kamu bilang apa tadi?" tanya Randi dengan nada meninggi.
"Hah?"
"Kamu barusan bilang apa tadi?"
Perempuan itu terdiam setelah Randi terus bertanya secara berulang. Lalu tak berapa lama berselang, Randi mengambil ponsel dari genggaman pacarnya tersebut.
"Hei! Itu ponselku!"
Randi melihat nama orang yang menelpon pacarnya, kemudian ia mulai berbicara pada orang tersebut. Tidak butuh waktu lama, orang yang menelponya itu langsung mengakhiri panggilan. Lantas Randi langsung murka dan mulai memarahi pacarnya itu dengan suara tinggi.
Setelah itu, Randi pun pergi meninggalkan perempuan tersebut di sebuah tempat yang mana saat ini dirinya sedang datangi.
Tempat itu adalah sebuah bangku taman. Dimana memori akhir tahun terjadi sekaligus menyudahi hubungan pacaran tersebut, karena adanya orang ketiga di dalam hubungan spesial waktu itu.
Kini Randi mendatanginya dan duduk sembari mengingat masa lalunya yang sudah lama terjadi.
-----SELESAI-----