namaku kao Yuki yang artinya salju karna beberapa saat setelah kelahiran ku salju pun turun, aku memiliki seorang kakak laki laki bernama Hikaru dan dua adik kembar bernama taiyo dan hoshi yaio berati matahari dan hoshi berati bintang, aku masih memiliki seorang ibu tapi tidak ayah bisa di bilang aku yatim.
kami sekeluarga bergantung hidup pada sawah dan ladang kami, tempat tinggal kami sedikit jauh dari ibu kota karna kami tidak tinggal di kaki gunung, keluarga kami hidup dengan harmonis, keluarga adalah keluarga pengrajin bara kami juga bergantung hidup dari hasil bara yang terbuat dari kayu.
saat pagi hingga siang kakak akan pergi menebang pohon, sedangkan aku dan ibu akan memasak kadang juga kami turun gunung untuk menjual bara, hari hari berlalu kaki kakak terluka saat menebang pohon sedangkan tahun baru semakin dekat, kami belum menjual satupun bara, aku memutuskan untuk turun gunung dan menjual bara.
Sampai di desa semua orang membutuhkan bara bara pun terjual habis, akupun langsung kembali kerumah hari mulai gelap tapi apa yang aku takutkan, tiba tiba seseorang menepuk punggung ku dan ternyata dia bibi inoi dia menyuruh ku menginap dirumahnya karena tidak baik seorang gadis berkeliaran malam malam.
keesokannya aku melanjutkan perjalanan sampai di rumah aku disambut senyum hangat semua orang, semua orang mempersiapkan tahun baru nanti malam dan karna kaki kakak terluka maka aku yang menggantikan nya menari, ada sebuah tarian yang diturunkan turun temurun yaitu tarian dewaapi, dulu ayah yang menarikannya sejak ayah meninggal kakak lah yang menggantikan nya.
kali ini aku lah yang menggantikan menari ada dua belas gerakan tari yang harus dilakukan bergantian terus menerus hingga fajar memang Sulit sebelum ayah mati dulu beliau pernah mengajariku ke dua belas gerakannya , mengenakan pakaian serba merah aku pun mulai menari.