Aku sedang berpikir, tahapan hidup semua orang sama ya?
Lahir,Dewasa,Menua,Mati.
Saat lahir semua akan senang, tertawa menyambut kedatangan kita, mereka semua berdoa untuk kita agar tumbuh menjadi seorang anak yang baik dan berguna.
sayangnya.. saya yang lahir, tidak bisa meminta saya ingin lahir dari keluarga yang kaya
saya ingin lahir dari keluarga yang bahagia
saya ingin lahir dari orang berkulit putih,hitam,coklat
saya ingin lahir dari orang berambut lurus,ikal,keriting
saya ingin lahir dari orang yang ber'Ras tertentu
saya ingin lahir di agama tertentu
saya ingin lahir di negara tertentu
jelas itu sesuatu hal yang tidak bisa saya tentukan atau saya minta, saya hanya tau saya lahir sebagai manusia, saya memiliki hati, saya memiliki perasaan, dan saya memiliki akal semua yang lahir memiliki itu.
saat beranjak dewasa di antara manusia mulai membedakan dirinya, mereka membuat standar untuk manusia.
sampai mereka lupa bahwa yang Menciptakan kitapun tidak menetapkan standar untuk diri kita.
manusia yang berbeda dilingkungannya mulai bertanya-tanya "Mengapa saya berbeda?"
Yaa.. jelas itu sesuatu yang tidak bisa kamu tentukan pada dirimu.
Lahir dikeluarga kaya atau miskin, bahagia atau berantakan kamu tetap Manusia
Lahir berkulit putih,hitam atau coklat kamu tetap manusia
Lahir Berambut lurus,ikal atau keriting kamu tetap manusia
Lahir dengan Ras apapun kamu tetap manusia
Lahir dengan Agama apapun kamu tetap manusia
Lahir di Negara manapun kamu tetap manusia
"Kita mungkin berbeda secara fisik,Agama,Ras,Negara,Budaya Tapi jangan pernah lupa bahwa kita tetap MANUSIA"
mungkin itu maksud lain mengapa yang sama pada manusia kita memikili Hati,Perasaan dan akal.
agar kita bisa menggunakan HATI kita, untuk melihat sesuatu "perbedaan" sebagai hal yang wajar dan normal, bukan menjadikannya sebagai patokan untuk mengukur siapa yang sebenarnya lebih dari siapa.
agar kita menggunakan PERASAAN kita untuk merasakan "perbedaan" sebagai sesuatu yang harus di beri Toleransi
agar kita menggunakan AKAL kita dalam menghadapi kehidupan didalam "berbedaan"
"sangat disayangkan karena sekarang banyak manusia ingin dikatakan sebagai Manusia tapi mereka tidak memanusiakan manusia yang lain"
saat saya kuliah banyak teman-teman saya berlomba-lomba memperputih kulit, ada yang suntik putih, infus putih tapi dengan setia saya menemani mereka, saya sendiri berkulit coklat.
kadang mereka juga menawarkan "ayooo suntik/infus putih juga" tapi saya hanya tersenyum pada mereka.
lalu saya tanya pada mereka kenapa kalian sangat ingin putih? jawabannya "karena standar cantik harus putih dan aku juga bosan dari jaman sekolah selalu dibully karena kulit hitamku"
bagaimana? dari jawabannya kamu sudah mengertikan, akibat dari perkataan yang tidak kamu pikirkan terlebih dahulu itu berdampak sekali untuk hidup mereka yang mendengarnya.
karena saya kuliah merantau, hidup dikosan dan disitu hanya saya sendiri yang Nasrani, tapi teman kosan saya selalu bangunkan saya minggu pagi untuk ibadah, kadang mereka malah ikut ngatar sampe depan gereja, sampai hari ulang tahun sayapun mereka beliin saya kado kitab baru.
"perasaan saya senang,terharu, merasa dicintai, disayang, bagaimana mereka punya rasa toleransi yang begitu besar sama saya"
cara kamu memperlakukan orang lain itu selalu memiliki dampak, jangan pernah menyepelekan perlakuan atau perkataan kamu pada orang lain.
mari kita sama-sama belajar jadi manusia yang baik, tidak harus dengan uang, cukup lebih menjaga segala perkataan dan lebih bertoleransi terhadap perbedaan.
lalu manusia menua dan meninggal
sesingkat itu kalau dipikir jadi semua kembali kepada kamu, kamu mau hidup dengan bagaimana menurut kamu?