Di sebuah tempat berupa toko buku, kedatangan seorang pengunjung langganan yang selalu membuat para pengunjung lain berpikir aneh tentangnya.
"Dia datang dengan hawa yang dingin. Sepertinya dia memang memiliki sikap atau hal lain semacam itu ya?" pikir salah seorang pengunjung toko buku.
"Entahlah. Tapi memang dia ini bawaannya lain sekali. Aku merasa sedikit takut juga ketika dia datang." balas seorang pengunjung lain.
Perempuan dengan penampilan berbeda itu datang melewati pengunjung lain tanpa berkata.
Orang-orang pada minggir dan memberi jalan padanya. Kacamata bulat serta pakaian sederhana namun rasa masa lampau itu memikat mata para orang yang ada di tempat itu.
Setiap kedatangannya selalu menjadi bahan bicara karena hawa dan firasat buruk mengenainya muncul di benak orang-orang. Tetapi perempuan yang menjadi bahan bicara itu tidak menanggapinya dan hanya diam sampai urusannya selesai di tempat tersebut.
"Permisi, aku ingin membeli buku ini." kata perempuan itu pada sang kasir.
Setelah membayar, perempuan tersebut langsung melangkah keluar hingga pintu pun tertutup. Terlihat usai perempuan itu keluar, para pengunjung toko buku merasa lega seketika.
"Aku tidak tahu mengapa dia selalu membawa kesan dingin setiap kali datang kesini."
kata petugas kasir.
"Kami juga merasakan hal yang sama. Merinding ya." seorang pengunjung mendekati sang kasir.
"Mungkin jiwanya abu-abu. Entahlah tidak begitu jelas juga." lanjut petugas kasir.
Diluar toko buku, si perempuan asing itu mulai lanjut melangkah setelah diam sejenak di depan toko buku yang baru saja di kunjunginya tersebut.
Perempuan itu mendengar perkataan dari mereka semua yang ada di dalam sana. Namun, ia tetap memilih untuk diam dan hanya sekedar mendengar saja.
"Aku mendengar apa yang kalian bicarakan. Aku tahu apa yang kalian rasakan. Bahkan ada yang berkata mengenai jiwaku langsung. Wajar saja bila aku membuat kalian merasa begitu." ujarnya sembari berjalan.
Perempuan itu terus berjalan hingga menemui sebuah tembok yang merupakan batas dari jalan buntu sebuah gang kecil. Perempuan itu mulai mendekati tembok yang ada didepannya, dan berkata.
"Sebab aku ini bukanlah manusia murni lagi."
Senyumnya sebelum pergi dan menghilang dari balik tembok besar itu.
-----SELESAI-----