Genre: Misteri, Horor
"Aji kemarilah duduk disampingku!"teriak seorang gadis kegirangan
"Jangan duduk di sini!"teriak gadis yang lain.
"Em"aku bingung tapi aku mencari tempat untuk makan siang yang sepi di kantin sekolah SMA.
Seketika segerombolan gadis dan pria mengikuti ku.
"Aji,kenapa kau duduk di sini,bukankah tempat ini sangat panas?"tanya gadis berkuncir kuda
"Tidak apa"jawabku sambil tersenyum
"Eh Aji,kamu tahu ada kasus pembunuhan di kota kita. Sudah banyak korban berjatuhan entah itu dari golongan atas atau kebawah tapi walaupun begitu polisi masih kesulitan mencari pelakunya."cerita pria disampingku lalu disambungnya,"Yang terbaru ini seorang pria berumur 40 tahunan mati karena terbunuh, awalnya dikira sebagai bunuh diri tapi setelah diotopsi ditemukan benang tipis yang melilit di lehernya. Setipis benang jahit."
"Berhentilah cerita seram rasanya aku mau muntah sedang makan."sela pria lain yang berkulit seperti ras kaukosid.
"Tapi kasus ini sepertinya pembantaian deh."kata wanita berkuncir kuda tadi
Kami semua mengangkat bahu merasa tidak penting.
"Tapi pembunuh nya terakhir dekat sekolah kita,Aji kamu harus berhati-hati karena kemungkinan besar itu akan terjadi padamu karena kamukan siswa terpopuler yang paling pintar memenangkan olimpiade sampai luar negeri,gadis tercantik di sekolah kita"kata seorang gadis lain dengan mimik dibuat-buat.
"Iya"jawabku sambil melanjutkan menyantap makanan yang lezat penuh kelezatan ini,
entah kenapa aku merasa ada yang kurang kali ini.
Sepulang sekolah aku naik bus untuk pulang , dari awal aku masuk ke bis merasa tidak nyaman. Aku duduk didekat pintu keluar agar merasa lebih baik. Setelah turun bus aku menyusuri jalan dengan berjalan kaki.
Mengapa aku merasa terus diikuti?
Aku merasa gugup sehingga mempercepat laju dengan berlari. Namun tiba-tiba..
Tap
Siapa itu?
"Aji?" kata seseorang dibelakang
"Ternyata itu kamu ,Bagas!"kataku ketakutan rasanya jantungku berhenti berdegup saja.
"Ada apa ?kamu takut?"tanya Bagas
aku tidak peduli,aku marah karenanya sehingga berjalan mendahului.
"Hei tunggu!"katanya sambil mempercepat laju untuk mengikutiku
"Kau takut aku pembunuh itu?Tenang saja walaupun jika aku pembunuhannya aku tidak akan membunuhmu."bicara Bagas mengasal
"Ck"aku merasa lebih kesal
"Sebelum itu terjadi,aku yang akan membunuhmu"jawabku dengan pipi menggembung mata melotot mengahadapi Bagas.
"Oh sahabat ku marah terus dari tadi,kalau kau takut berlindung di belakang ku"katanya lagi
"Apasih!"sudah dekat rumah aku langsung mengunci pintu,yup aku tinggal sendiri tidak perlu khawatir.
Malamnya,aku tidak bisa tidur aku tiba -tiba terbangun dari tidur melihat sekeliling. Tapi aku tidak bisa melihat apapun ada yang menutupi wajahku!
Tercekik!
Aku mengerakkan kedua kakiku menendang-nendang apapun supaya lega,dan oh tanganku!Aku mendapatkan Lampu belajar di sekitar kasurku yang dekat meja belajar.Lalu, memukulnya
Pyaar..
Suara yang keras untuk didengar ,aku berlari tanpa melihat ke belakang namun rambutku ditarik kebelakang menuju dekat jendela.
Apakah ini akhirnya aku mati?
Tapi kenapa harus aku?
Aku berjuang membebaskan diri entah dia siapa berpakaian serba hitam kekuatan nya melebihi diriku. Namun aku tau dikeningnya dia berdarah akibat aku pukul dengan lampu.
Terbebas
Segera aku hubungi polisi menuju rumah, situasi ini lebih buruk tiba-tiba dia tertawa terbahak-bahak
Hahahhaha... hahahaha
Berhenti! berhentilah tertawa! Terlalu Jelek, suaranya menyebalkan! Tapi aku merasa kenal? terdeteksi dia adalah seorang pria dengan tubuh kurus itu yang aku tahu.
Aku segera mengambil sesuatu dari meja belajar , naik ke atas tangga diikuti pria itu yang berjalan dengan santai seolah ini rumahnya sendiri dan tidak takut polisi akan datang. Yah dia pembunuh tingkat rendah yang bergerak tanpa otak dan perasaan, sangat bodoh! IQ orang yang dibunuhnya pasti rendah karena ia tidak membawa apapun sehingga mati dengan cepat!
Naik ke atas lantai aku bisa melihat langit yang gelap dan dibawah jalan yang sepi , jika kau jatuh disini kalau kau tidak pintar setidaknya kau akan patah tulang bukan kematian. Tapi aku mengharapkan pembunuh ini bisa mati sekalian.
Aneh juga, dia sekarang ada di depanku. Dia tidak melakukan aksi kejam seperti korban lainnya kepada aku.
"Apakah kamu merasa kasihan padaku?"tanyaku
"Seorang korban menanyakan hal yang terbalik dari biasanya?"tanyanya balik tanpa menjawab pertanyaan ku
Aku terdiam karena aku juga tau jawabannya. Dia mendekati diriku tapi aku tidak mundur matanya memancarkan kegirangan dan dia membuka penutup mulutnya ,Bagas!
Oh yah baiklah dia teman baik apakah ingin aku mati?
"Untuk menghilangkan dosa kamu harus mari untuk menebusnya dan masuk ke dalam neraka. Kau harus beruntung aku yang mengetahuinya dan langsung akan membunuhmu!"katanya
Aku cukup bingung namun baiklah!
"Kamu akan mendorong ku?"tanyaku menghadap Bagas dengan jarak cukup dekat untuk merasakan napas satu sama lain.
Wajahnya cukup terkejut!
Apa yang salah?
Polisi disekitar sudah datang dan mulai berkerumun pemukiman yang sepi tiba-tiba ramai.
"Kamu memang benar-benar-"sebelum menyelesaikan perkataannya aku menodongkan senjata pisau ke perut nya. Sehingga dia tersenyum tipis. Aku menghadapi dirinya yang bersimbah darah bersedih sehingga bibirku ingin berkata namun sulit.
Wow!!!
Dia ingin mendorongku jatuh ke bawah bersamanya namun polisi segera siap datang menarik agar aku tidak terjatuh.
Bagas hanya tersenyum tipis "Aku ingin menolongmu dari-"katanya berusaha untuk menyelesaikan lanjut namun dia sudah jatuh dari bawah lantai.
Polisi disini terkejut,namun mobil ambulans sudah datang aku dan Bagas digotong masuk ke ambulans . Kami berada di ambulans yang berbeda,aku masuk ke ambulans lain yang berisi seorang sopir 2 dan dokter yang menangani lukaku yang aku sendiri tidak sadar mengalami nya.
Aku baru tahu kalau Bagas meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah dokter yang menangani ku di telepon dan mengabarinya kepada juga. Kelelahan aku tertidur didalam mobil ambulans sehingga terbangun didalam ruangan berbau disinfektan. Kalau orang lain benci bau ini aku malah sebaliknya merasa terbiasa.
Rumah sakit yah?
Ternyata Teman baikku ingin aku mati?
Kenapa em..,aku tau alasannya !
Polisi segera masuk keruangan untuk meminta keterangan. Setelah nya Dokter datang dia bilang "Kau perlu mencari psikolog setelah ini."
Padahal aku paling takut dengan psikolog . Bagaimana ini?
"Bolehkah aku sendiri mencari psikolog untuk merawat ku?"tanya ku kepada dokter yang menangani ku sebelumnya
"Boleh saja"jawabku
Huuft, rasanya lega.
Beberapa hari kemudian,aku masih tetap di rumah sakit teman sekelas ku telah berkunjung mereka seperti anjing yang kehilangan pemiliknya bersedih menangisi diriku. Mereka juga bercerita sulit dipercaya Bagas ingin membunuhku. Para polisi berpikiran bukti yang berkumpul menunjukkan Bagas adalah pembunuh berantai sebenarnya walau kekurangan bukti namun polisi telah menetapkan Bagas sebagai tersangka.
Wow!sungguh sangat apa yah terserah deh.
Bagaimana dengan orangtuanya Bagas?
Mereka berdua mendatangiku berpikir aku pembunuh Bagas padahal polisi sudah menetapkan aku melakukannya karena untuk membela diri. Tapi mereka ingin menuntut! Aku sebagai seorang jenius jika masuk penjara tentu saja sangat merugikan juga bagi pemerintah. Berbagai jaringan sosial media membela diriku. Orang tua Bagas tidak bisa bergutik lagi ,aku mencoba berkomunikasi dengan mereka tapi mereka malah semakin aneh?
Ibu Bagas bunuh diri di kamar nya dengan gantung diri di saksikan secara siaran langsung ditonton berjuta-juta kali namun bukan simpati yang akhirnya ia dapat tetapi cacian.
"Anaknya pembunuh tapi ibunya juga ikut menggila"salah satu akun menghinanya diikuti akun-akun lain
"Kau pikir dengan ini kamu bisa mendapatkan simpati dari kami?Mimpi!"
"Selamat anak dan ibu kalian mendapat tiket gratis masuk neraka 👏"Diikuti oleh ribuan love da komen menghujat lain.
Dikomentar juga terdapat juga yang mendukungku"Kami disisimu Aji,ʕっ•ᴥ•ʔっ"
Aku yang hanya bisa melihat dari handphone merasa kasihan kepada Bagas ,kau sangat bodoh!Juga terlalu baik!Tapi tangan netizen sangat tajam dan mereka juga memanfaatkan ini untuk keuntungan sendiri dengan siaran berisi cerita ku didalamnya. Aku menghela napas menghadap jendela dan tersenyum manis.
Tidak berlangsung lama, terdapat berita terbaru bahwa Ayah Bagas sakit mental sehingga dilarikan ke RSJ. Polisi kebingungan dengan hal ini seolah tutup mata mereka berharap masalah ini cepat menghilang .Aku terbebas dari rumah sakit dan keluar menghirup udara lebih segar. Aku akan keluar dari sekolah SMA ku dan pergi ke sekolah lain. Pemerintah dan pihak sekolah mencoba menghentikan ku tapi aku berkata"Tidak,aku takut."
Setelah mengatakan nya kepada semua orang beberapa hari aku diperbolehkan pindah sekolah. Aku memutuskan pindah kota dengan naik kereta sendirian. Sebelumnya banyak teman-teman dari sekolah ku mengatakan mereka akan merindukanku.
Uh...mereka sangat baik dan manis tapi aku tidak bisa tinggal disini lagi.
Didalam kereta,aku melihat buku diary pribadi yang jarang aku buka dan menambah satu foto aku memberi label diatas nya tambahan. Kamu mengetahui kebenaran dan aku tidak ingin melakukannya tapi itu sudah terjadi. Dan sekarang sudah siap wow, banyak sekali foto mereka dengan berbagai macam pose. Rasanya kenyang tapi sekarang aku ganti selera ke tempat lain.
Menghadap samping aku berpikir "Semua ini adalah penyebab masalahku dimasa lalu dengan tambahan satu orang."Aku melanjutkan dengan membuka buku diary pribadi kembali "apakah halaman ini terlalu banyak dan kosong? tidak apa lain kali aku pasti banyak mendapat koleksi."
Aku tersenyum manis menghadap ke luar kereta ,
Ckrek
Suaranya terlalu kecil,namun bagiku aku masih bisa mendengar nya. Apakah aku akan menjadi target orang lain juga?Uh rasanya tidak sabar:-)
Tamat
Hallo ini author,(. ❛ ᴗ ❛.✿) silakan berimajinasi untuk bab selanjutnya wow tidak sabar sangat menarik bukan?