masa sekolah memang masa paling indah buat nyari pacar, begitupun dengan yang dipikirkan gadis sekolah menengah pertama yang bernama Naira.
"Naira lo beneran mau pacaran!!? " tanya seseorang pada Naira
"iya dong, gue tu suka sama dia" kata Naira dengan nada sinis
"woyy awasss" teriak seorang pria pada Naira
"eh huaaaaa" teriak Naira yang terkena bola basket
"eh lo gk pp?" tanya orang yang bersama dengan Naira
"kan udah gw bilang awas, malah teriak!! " kata orang yang melempar bola tersebut
"boro2 ngehindar gw aja rasanya mau kena serangan jantung liat tu bola kenceng banget" kata Naira yang sambil mengelus lengannya yang terkena bola
"eh itu Bima kan, " seru murid lain
"wah ada idola baru nih" sahut yang lain
"dia anak pindahan dari sekolah kota loh! " celetuk murid lain lagi
"oke, maaf kalau gitu" tanya Bima pada Naira
"ya" jawab Naira dengan singkat
"wihh ganteng banget, lebih ganteng daripada cowokku" begitulah isi otak Naira sekarang
"Naira kamu gak papa? " tanya seorang pria menggunakan pakaian OSIS (pacarnya Naira)
"gk papa " jawab Naira padat
"apa perlu ke UKS aku anterin yuk" kata pria itu
"gk gk" jawab Naira
Naira pun pergi meninggalkan Bima dan cowok nya itu
kelas
"eh Naira kamu beruntung banget, bisa ngobrol sama Bima" kata temannya Naira yang liat kejadian tadi
"hah lengan gw ampir patah dan lo bilang gw beeruntung? " tanya Naira
"gk gk ampun" sahutnya lagi
kantin
"km mau makan apa ra" tanya cowoknya Naira
"apa aja boleh lagi gk mood nih" jawab Naira
"masih sakit ya, yang tadi maaf aku gk disana tadi" kata cowonya Naira
"uuuhhh gk kok kamu gk salah yang salah tu dia, main bola kok bisa nyasar" sahut Naira
beberapa hari kemudian......
"Naira! lo kayak artis aja gk bisa diajak ketemu" kata Bima
"emmm buka gitu, temenku tu banyak apa lagi aku udah punya cowok jadinya harus jaga jarak, huss" kata Naira dengan agak s*mb*ng.
"oke oke" jawab Bima yang mundur 2 langkah, dengan jangkah panjangnya
"eh buset, 2 langkah bisa sejauh ini, ah malahan, tapi kok sayang wajahnya sekarang samar3" batinnya Naira
"eh gw traktir lo ya" kaya Bima ke Naira
"eh dalam rangka apa ni, lo jadian? jadi ini pj? gitu? " tanya Naira
"nggak, cuman traktiran buat minta maaf" kata Bima
"oh, yang waktu itu gk deh aku sama cowok ku aja yang traktir traktiran" kata Naira angkuh
"yah kalau dia emang cowokmu" bisik Bima ke Naira
bugg suara pukulan dari Naira untuk Bima "apa maksudlo gausah sok tau!! " bentak Naira
"liat aja sendiri ke ruangan lab" kata Bima
"eh gausah lawak, gak ada jam leb jadi ditutup" saut Naira
Naira pun pergi meninggalkan Bima dan menuju ke ruangan Lab
brakkk suara pintu yang terbanting oleh Naira saat masuk ke ruangan Lab
"dasar!! buaya gak punya hati!! elo elo bisa bisanya elo ngerebut cowok gw!! " teriak Naira pada cowoknya dan pacar cwoknya
"aku bisa jelasin ra! " saut cowok itu
"gk ada gk ada berarti bener kamu bukan cowokku!! kamu cuman buaya daratan yang cari mangsa terus gombalin orang seenaknya sok baik sok ganteng" kata Naira yang emosi
"Naira!! pantes aja kamu ditinggal sama cowokmu km tu bukan perempuan tapi preman!! "teriak cewek mantan cowoknya Naira
" oke silahkan lanjutkan!! gw gk perduli!! "teriak Naira yang semakin serak, kini ia meninggalkan mereka bersama kerumunan akibat keributan yang dia buat
berhari hari kemudian....
" gw gk mau pacaran lagi gw kapok, emang kayaknya gw masih terlalu gk ngerti apa2 soal hubungan! "kata Naira pada seseorang yang sedang ada dihadapannya
" bagus itu"bisik orang itu
"mau gw tonjok tapi kasian" batin Naira
"yaudah sekali lagi makasih udah bantuin aku buka topeng busuk laki2 itu" ucap Naira sambil beranjak pergi
"iya gk masalah" kata orang yang berada dihadapannya.
🌹TAMAT🌹
🙏TERIMA KASIH TELAH MEMBACA CERPEN INI🙏