Hai perkenalkan nama ku sari aku cuma anak desa dari Keluarga sederhana , anak terakhir atau bontot dari dua kakak laki-laki juga satu perempuan .Aku perempuan pendiam juga pemalu sifatku ini membuat aku sulit mendapatkan teman juga bergaul dengan banyak orang .Oh ya sekarang aku kelas 5 SD dan sebentar lagi naik kelas 6 senang tentu saja aku senang aku harap bisa merubah sikap ku juga memiliki banyak teman tapi ada suatu peristiwa di mana itu membuat ku semakin menjadi pendiam juga tidak pede.
Perkenalkan dia Rati sahabat juga tetangga ku ,kami bersahabat dari kecil hingga sampai sekarang . Menurut ku dia gadis yang sempurna pintar, pandai bergaul, mempunyai banyak teman , sikap sopan santun yang membuat ia banyak di sukai oleh banyak orang . Kadang aku iri melihat dia selalu di puji juga banyak teman berbeda sekali dengan ku yang tidak terlalu pintar juga pemalu .Dari kecil aku berusaha untuk dekat dengan dia aku berharap dia bisa menjadi teman yang bisa aku percaya juga aku ingin bila aku dekat dengan dia sikap pemalu ku akan berubah .Tapi aku tidak sadar sikap ku yang selalu ingin dekat dengan dia membuat dia risih .
Dari dulu semua teman teman ku selalu menjauhi ku bukan cuma pendiam aku juga cengeng , sering sekali dulu waktu jamannya TK aku sering menangis tanpa sebab itu membuat ibukku geram dengan sikap ku ini hingga puncaknya peristiwa yang tidak pernah aku lupakan waktu TK ini bukan peristiwa yang menyenangkan bagi saya .
Suatu hari aku berangkat bersama Rati naik sepeda berdua dengan ibunya jadi ibunya itu membawa kami berdua menggunakan sepeda hingga sampailah di TK yang penuh kenangan buruk ku karena di sini aku tidak pernah bahagia atau Kartertawa tapi setiap hari aku menangis di sini .Ibu ku biasanya akan menyusul ke TK sekitar jam 7.Hari itu pelajaran olahraga juga permainan ular naga di mana kami akan saling meletakkan kedua tangan kami di pundak teman yang ada di depan hingga membentuk barisan yang panjang . karena memang teman temanku tidak ingin berdekatan dengan ku mereka seolah menjauhi ku dengan tidak mau aku berada di belakang salah satu dari mereka yang namanya anak kecil pasti juga merasakan sedih ketika kita di kucilkan , beberapa saat ibu ku pamit pergi ke kamar mandi .aku semakin bingung juga sedih tidak ada yang mau berdekatan dengan ku hingga akhirnya aku menangis sesenggukan ,ibu yang melihat aku menangis langsung bertanya kepadaku siapa yang membuat aku menangis .
"kenapa nangis hemm ,siapa yang nakal!"bentak ibuku yang mungkin sudah tidak tahan dengan tangisan ku yang tidak mau diam .aku pun hanya diam mendengarkan bentakan ibuku ,aku harus Jawab apa?siapa yang bisa aku salahkan?.ibu dengan kasar membawaku dan memaksa ku berbaris di belakang temanku bernama Diah.temanku ini hanya diam melihat ku menangis mungkin dia takut dengan ibuku . Setelah kami menjadi sorotan para ibu ibu kami pun melanjutkan permainan ular naga nya .
Setelah itu aku pergi ke kelas sambil membersihkan air mata yang masih keluar keluar sedikit .Hal seperti ini yang sering aku rasakan ketika di kucilkan di jauhi yang membuat sering aku menangis , ketika ada orang yang bertanya kenapa aku bisa menangis hal itu sulit ku jawab .aku bukan tipikal orang yang sering menyalahkan orang lain .di dalam hati aku bertanya siapa yang bisa aku salahkan ? bagaimana aku bisa menjawab nya ?.
Saat memasuki kelas aku berfikir aku tidak akan menangis lagi nantinya aku sudah cukup malu setelah kejadian tadi . Kejadian tadi itu membuat teman temanku lebih menjauhiku dari biasanya aku cuma bisa menghela nafas panjang kecewa dadaku terasah sesak apa mungkin aku akan terus begini di jauhi semua orang .Aku ingin sekali mempunyai teman yang bisa aku jadikan tempat untuk keluh kesah ku aku ingin ada seseorang yang mau mensehatiku atau memberikan ku perhatian tapi aku tidak berfikir untuk menjadi anak nakal cukup aku diam dan berusaha untuk mempunyai teman .Aku duduk di dekat Rati dia sedang mewarnai buku gambarnya dengan bahagia aku cuma bisa melirik dari dekat untuk melihatnya dia seolah tidak melihat kehadiran ku dengan bercanda bersama teman yang lainnya . aku takut kalo aku semakin mendekati nya akan membuat dia risih dan malah mungkin akan pergi . Tiba tiba ibuku datang dengan wajah marah bercampur geram seketika tubuh ku bergetar takut inih pertama kalinya ibuku terlihat begitu marah .Ibu meraih tanganku kasar dan berusaha membawa ku pergi ke luar seolah insting melindungi diriku tau akan bahaya aku reflex berusaha untuk melepaskan tanganku yang di cekal kencang oleh ibuku aku pun menangis lagi untuk kedua kalinya tapi sekarang aku benar-benar takut dan tidak tahan dengan perlakuan semena mena mereka aku juga ingin melindungi diriku sendiri .
"AYO PULANG !!NGGA ADA GUNANYA SEKOLAH TAPI SELALU NANGIS TIAP HARI !!!"bentak ibuku dengan wajah galak nya aku menggeleng gelengkan kepalaku kode bahwa aku tidak ingin pulang sekarang . Tangisan ku semakin kencang ketika ibuku menyeret ku dengan kasar menuju keluar ruangan kelas ku , tubuhku terus diseret dari lantai kelas menuju halaman sekolah aku semakin takut karena halaman sekolah ku penuh krikil kecil dan batu batu kecil yang bisa saja melukai kulit ku .Aku pun berusaha bangkit dari lantai tapi sialnya aku terjatuh cukup keras karena tak sengaja' aku melewati batas keramik sekolah dengan halaman nya yang cukup tinggi kakiku pun kesleo dan rasanya sakit apalagi ibuku tidak berhenti menyeret ku . Tangisan ku semakin menjadi njadi ketika Ibuku dengan sengaja menyeret ku ke halaman sekolah yang di penuhi krikil ,kulitku terasa panas juga sakit' di terutama di area pantat .Aw aku merasakan jempol kakiku terluka dan berdarah kerena menabrak krikil tajam .Di sana ada banyak ibu-ibu yang melihatnya tapi mereka tetap diam di tempat aku tidak tau ternyata mereka begitu tidak peduli dengan ku .Ibuku berhenti menyeret tubuh ku yang sudah kotor juga terluka ,tubuhku sudah bergetar hebat tangisan kerasku pun semakin kencang aku sudah berusaha untuk tidak menangis' terus menerus aku menggunakan kedua tangan ku untuk menutup wajahku yang sudah sangat menyedihkan .Dan tanpa belas kasih Ibuku mencakar rambut juga tubuhku dengan kukunya yang panjang aku seperti seorang anak yang di siksa oleh ibu tiri . Dengan kejam nya Ibuku mencubit pahaku dengan kencang hingga berdarah hingga sampai sekarang bekas lukaku ini masih membekas .
"AAAAAAAAGGHHHH !!Hiks Hiks Hiks !". Begitu teriakan kesakitan ku membuat Ibuku menghentikan kegilaannya dia pun menatap tajam ke arahku dan kemudian dia pergi tanpa membantu ku . Kemudian ada ibu yang masih punya rasa simpati kepada ku dia membawaku ke dalam kelas ,aku yang ada di gendongannya melihat begitu banyak anak-anak yang melihat kejadian tadi dan diriku dengan tatapan kasihan mereka seolah melihat seorang anak perempuan yang habis di Siska oleh ibu kandungnya karena tak tahan dengan sifat cengeng nya . Setelah itu dia meletakkan tubuhku di lantai dekat dengan Rati yang sedang duduk , Rati yang melihat kedatanganku penuh dengan luka hanya menatap diam ke arahku .Ku pikir orang yang tadi melihat kejadian menyedihkan yang menimpaku akan ada yang akan membawakan sebuah kotak obat dan menenangkan perasaan ku tapi setelah menunggu lama ....Nihil tidak ada yang menghampiri ku untuk membantu ku menenangkan perasaanku yang campur aduk ,kecewa ,takut ,sedih seolah terus menghantui perasaan ku . Pulang sekolah aku memilih untuk berjalan kaki , aku hanya menatap kosong jalanan yang berlubang lubang mengingat peristiwa tidak mengenakan untuk di ingat . Karena sudah tidak nyaman dengan sepatu ku yang sudah sangat sempit juga kecil aku memilih membuka nya dan menaruh nya di tas bekas pemberian sepupu ku .Sepatu bekas ini dari sepupu laki lakiku warnanya sudah pudar dan semakin sempit untuk aku kenakan tiga tahun aku memakainya kemana saja seperti ke acara ultah dan untuk aku kenakan sehari hari ke sekolah .
Di rumah aku memilih diam ibuku juga mendiamiku tidak ingin mengulang kembali kejadian hari itu dan aku berusaha untuk tidak menangis ketika ibuku mengabaikan kan ku ,luka yang kemarin belum sembuh dan sekarang luka itu tergores kembali .
Kejadian kemarin aku anggap sebagai pelajaran buatku untuk supaya aku bisa sedikit bersikap dewasa . Semakin hari ekonomi keluarga ku semakin memburuk hutang hutang ibuku ke bang swasta juga semakin menumpuk ,tiap malam aku selalu melihat ibuku menangis sambil memegang kepalanya yang pusing dengan masalah yang ia hadapi , matanya semakin cekung kantong mata berubah gelap , tubuhnya sangat kurus rambut yang selalu di ikat asal tanpa ada perawatan bila seorang wanita mempunyai paha juga lengan yang berisi tidak dengan ibuku aku melihatnya seperti tulang terbungkus kulit sangat memprinhantikan. Setiap melihat kondisi Ibuku aku cuma meringis miris liatnya melihat bagaimana ibuku membesarkan ke empat anaknya ini sendirian ,bapaku memang bekerja tapi dia cuma menjadi seorang buruh gajinya tidak cukup untuk kebutuhan kami . Jangan tanya kondisiku tubuhku juga sangat kurus , pendek juga tidak terawat ibuku terlalu sibuk untuk mengurusi ku . Teman?aku tidak punya teman bermain bila aku tidak mendekati nya dulu mereka tidak mau mendekatiku tapi harus aku yang berusaha mendekati nya . Kadang para tetangga tidak mau mendekati keluarga ku gara gata kondisi memprihatinkan dari keluarga ku .
Saat itu ibuku masih bertahan untuk tetap di rumah ia mau melakukan pekerjaan apa saja yang bisa membantu meringankan beban keluarga dari mulai, menjadi tukang bata,kerja di warung pempes,kerja di tempat buku mata rumahan semua pekerjaan ini ibuku pernah lakukan .Saat itu umur ku 8 tahun ibuku bekerja di bulu mata rumahan , tepatnya di rumah pak kades . Setiap pulang sekolah aku akan menunggui ibuku di pojok depan rumah pak kades ,aku dengan setia berdiri menunggu nya hingga selesai kadang kadang aku sering di belikan susu kemasan yang langsung di minum oleh ibuku atau ibu ibu lain hingga kebiasaan kecilku ini aku sering di juluki "bujung"(pocong) mungkin karena kebiasaan ku yang berdiri hingga berjam-jam tanpa bergerak kesana kemari , Kebiasaan ku ini bertahan hingga aku naik kelas 3 sd aku harus mengikhlaskan kepergian Ibuku untuk bekerja di Jakarta sebagai pembantu rumah tangga , walaupun aku masih kecil tapi aku mengerti tentang keadaan keluarga ku hingga aku memilih mengikhlaskan kepergian Ibuku untuk marantau.
Kalo kalian berpikir selama aku di tinggal oleh ibuku ada yang mengurusi aku? jawabannya tidak ,mandi , makan , tidur aku harus belajar untuk mandiri .Dan yah untuk kakak ku dua kakak laki-laki ku sudah bekerja di Bandung sejak mereka lulus SMP mandiri bukan tapi aku kasihan dengan mereka berdua tidak bisa melanjutkan pendidikan dan memilih menjadi tulang punggung keluarga . Kakak perempuan ku sangat galak juga dia tidak suka dengan kehadiran ku , waktu itu kakakku sudah SMA dia itu keras kepala juga egois dia sering meminta uang kepada Kakak ku untuk membeli kerudung juga aksesoris seperti jaket ,baju dan tas kepada kedua kakak ku .aku sangat geram dengan sikap kakakku yang egois itu dulu dia juga sering meminta uang hanya untuk bisa membeli barang barang itu handphone yang sering ia pakai juga sering gonta-ganti kadang rusak entah beberapa kali ia mengganti HP nya , mungkin juga faktor inilah ibuku memilih marantau dia tidak sanggup membiayai sekolah mba fani yang mahal juga sifat egois kakakku ketika dia pengin sesuatu harus segera ia turuti. Di rumah aku juga membantu membersihkan dan membereskan rumah karena hanya aku di rumah aku sering sekali menyelesaikan pekerjaan itu sendiri kakaku pulang sekolah nya sore .Saat itu aku masih kecil aku juga pasti suka ceroboh kadang ada saja pekerjaan rumah yang suka ketinggalan kakakku sering sekali marah ketika ada pekerjaan rumah yang belum selesai dia sering sekali membentak ku kadang suka sekali memukul kepala atau menjambak rambutku hingga separuh rambut depan ku sedikit botak hehehe ibuku yang melihatnya saja terheran, ibuku yang pulang dari Jakarta begitu prihatin dengan kondisi ku yang semakin memprihatinkan tubuhku kurus , kantung mataku yang menghitam akibat sering menangis dan rambut ku juga ada banyak kutunya . Pokoknya keadaan ku saat itu sangat memprihatikan tidak ada yang memperhatikan ku . Kadang saat kakak perempuan ku membentak ku aku cuma bisa menangis' di dalam kamar ,aku bisa saja marah mengeluarkan unek-unek ku aku cuma anak kecil berumur 8 tahun aku masih butuh kasih sayang , perhatian juga ceroboh.Semakin hari sifatku semakin pendiam wajahku selalu murung dan tidak bersemangat aku menjadi jarang tertawa , hidupku saat itu sangat membosankan aku berharap ibuku cepat pulang dari Jakarta .Di sini tidak ada yang membela ku ketika menangis aku muak dengan omelan kakak yang kasar di mana setiap ia mengeluarkan kata kata menyakitkan .
Setiap malam aku tidak bisa tidur dengan tenang karena untuk pertama kalinya aku tidur sendiri tidak ada yang menemaniku , setiap malam aku menangis sendiri karena ketakutan aku takut hantu saat itu di tambah kamarku tidak ada lampunya.Pagi hari aku bangun jam 6 kurang ,sambil menunggu kakak ku selesai mandi aku duduk berjongkok sambil melihat awan yang masih tertutup gabut embun itu adalah kebiasaan ku setiap pagi rasanya begitu tenang duduk sendiri sambil melihat awan yang masih berkabut.
Setelah mandi aku memakai baju seragam sd ku ,aku selalu membiarkan rambutku tergerai dah hanya menggunakan bando di kepala supaya poni ku tidak mudah turun .