Di sebuah rumah yang megah di jakarta, tinggalah sepasang suami-istri yang harmonis dan penuh kebahagiaan. mereka bernama Ramdhan dan Rahma.
Ramdhan adalah seorang CEO terkenal bahkan memiliki perusahaan dengan banyak cabang di berbagai negara dan kota, salah satunya yaitu di kota jakarta.
Sedangkan Rahma adalah seorang pemilik butik yang dulu hanyalah seorang karyawan jahit biasa namun setelah menikah dengan Ramdhan kini hidupnya mulai berubah.
Ia yang dulu hanyalah seorang penjahit kini sudah memiliki butik sendiri diberbagai kota serta karyawan yang bekerja untuknya.
Suatu hari..
Ramdhan dan Rahma sudah bercanda ria di dalam mobil menuju sebuah Restaurant untuk makan malam bersama.
"Ah kamu mah suka becanda terus haha" ucap Rahma sambil tertawa.
"Ya kalau tidak becanda begini, bagaimana aku bisa melihat senyum dan gigi putihmu dear" ucap Ramdhan sambil tersenyum pada Rahma.
"Dasar gombal mulu kamu" ucap Rahma.
"Buseh dah" balas Ramdhan.
Rahma pun hanya menertawai Ramdhan dan di balas dengan tawa juga oleh Ramdhan.
Tidak lama kemudian, mereka sampai di restaurant dan makan malam romantis disana.
"Terimakasih ya dear" ucap Rahma sambil tersenyum.
"Sama-sama dear" balas Ramdhan sambil mengelus pipi Rahma.
Setelah makan, mereka berdansa dengan romantisromantis. saling menatap mata dengan sangat romantis hingga keromantisan itu kian memanas dengan sebuah kissing yang cukup lama mereka lakukan.
"I love you my hubby" ucap Rahma sambil mengalungkan kedua tangannya pada leher Ramdhan.
Ramdhan hanya membalas senyuman dan mengecup kening Rahma.
singkat cerita, beberapa hari setelah makan malam romantis di sebuah Restaurant tersebut.
Ramdhan kini mulai kembali ke aktivitas kerjanya begitu pula dengan Rahma. mereka hanya berkomunikasi menggunakan telpon masing-masing.
hingga sore tiba, Ramdhan sudah menjemput Rahma dengan mobil sport nya. sehingga membuat para karyawan Rahma terpukau dibuatnya.
"Haha lihat, mereka melihatmu seperti melihat pisang haha" tawa Rahma.
"Heleh, ayo masuk ah aku malas berlama-lam disini" ketus Ramdhan.
Rahma pun mematuhi ucapan Ramdhan, lalu Ramdhan pun melajukan mobilnya untuk memebelah jalanan.
"Dear, kamu mau makan apa?" tanya Ramdhan.
"sate aja nanti mampir kalau ada" jawab Rahma.
"Baiklah siap my bos" ucap Ramdhan.
Rahma hanya tersenyum, namun saat diperjalnan. Tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang dan sengaja menabra mobil Ramdhan hingga Ramdhan pun lepas kendali.
"Dear aku takut" ucap Rahma sambil berpegangan pada kursi.
"Kita akan baik-baik saja." balas Ramdhan.
Namun saat Ramdhan akan membanting stir, mobilnya malah kembali ditabrak oleh orang yang tidak dikenal itu. setelah itu mobil merekapun menabrakan mobilnya ke sebuah pohon besar.
Disana Ramdhan membuka matanya namun ia syok karena Rahma tidak ada dikursi, Ramdhan yang panik pun langsung turun dari mobil walau sempoyongan, namun nihil Rahma tidak ada dimana mana.
Satu bulan setelah kejadian itu. Ramdhan kini berubah menjadi sosok yang pemarah bahkan tidak punya hati. ia juga bergabung dengan pembisnis mafia yang kuat sehingga ia berhasil menggeser ketua mafia di berbagai kota.
Hingga saat ia hendak pergi menuju rumah lamanya, ia tidak sengaja bertemu dengan seorang wanita namun dengan wajah yang berbeda sedang membersihkan rumah.
"Hey!, kamu siapa?!, berani sekali kamu menyentuh dan menginjakkan kakimu di rumah ku! " bentak Ramdhan.
Wanita itu hanya diam dan tersenyum mendengar suara Ramdhan, lalu ia langsung memeluk tubuh kekar dan sispax Ramdhan.
"Apa si peluk-peluk!" bentak Ramdhan sambil mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh.
Wanita itu hanya tersenyum walau kakinya terluka karena tertancap batu yang sangat tajam. ia meraba tempat itu dan berdiri.
"Kamu buta!?, haduh kamu pengemis yak!" bentak Ramdhan lagi.
"Bukan Pak, saya hanya membersihkan rumah ini saja" ucap wanita itu dengan suara yang cempreng.
"Haduh.. sudahlah pergi dari sini! " usir Ramdhan.
Wanita itu pun menurut dan pergi dengan perlahan karena kakinya terluka. lalu Ramdhan memperhatikan setiap lekuk tubuh wanita itu dan teringat kembali dengan Rahma sang istri yang ia rindukan.
Wanita itu menghapus air matanya dan jalan menggunakan bantuan tongkat karena ia buta tidak bisa melihat apa apa.
"Dear ini aku, maaf wajahku buruk rupa begini bahkan kamu tidak mengenaliku. aku juga buta dan aku tidak mau kamu malu maka aku akan pergi saja. " batin Rahma.
Namun tidak lama langkah Rahma terhenti karena sebuah pelukan dari Ramdhan. Rahma kaget lalu Ramdhan memutar tubuh Rahma.
"Jangan pergi, siapapun kamu tapi lekuk tubuhmu seperti istriku. tolong tinggal denganku untuk menemaniku" ucap Ramdhan yang tiba-tiba menjadi melow.
Rahma hanya tersenyum sambil menghapus air mata Ramdhan.
"Jangan menangis pak, anda tidak pantas menangisi wanita yang bukan siapa-siapa anda" ucap Rahma.
Ramdhan hanya terdiam lalu menuntun Rahma kedalam rumah. disana Ramdhan memperlakukan Rahma seperti layaknya istri walau ia tidak tahu kalau Rahma adalah Rahma istrinya.
"Siapa namamu?" tanya Ramdhan.
"Ama" ucap Rahma.
"Baiklah ama, aku Ramdhan dan mulai sekarang kamu tinggal bersamaku disini. " ucap Ramdhan dengan lembut.
"Terimakasih pak" ucap Rahma.
Hari demi hari mereka lewati dengan penuh canda tawa seperti biasanya walau Ramdhan merasa nyaman dengan sosok ama, tapi ia tetap belum menyadari kalau ama sebenarnya adalah Rahma istrinya.
hingga akhirnya Ramdhan mengetahui sebuah kebenaran yang membuat ia sangat kecewa dengan Rahma.
Hingga saat ia pulang kerumah Rahma yang tengah asik memotong sayuran untuk dimasak pun langsung kaget karena Ramdhan langsung merebut pisau itu dan menggores tangan Rahma.
"Pak, sakit.. " ringis Rahma.
"Kenapa kamu tidak jujur kalau kamu adalah putri brata!, dalang kecelakaan ku dengan istriku sehingga membuat kami berpisah! " bentak Ramdhan.
"Maaf Pak, tapi aku bukan.." ucap Rahma terrpotong.
"Diam kau! ikut aku!" bentak Ramdhan sambil menyeret Rahma dan mengikatnya di sebuah tiang mengguanak borgol rantai.
Rahma menangis dan berontak , namun ia sadar ia tidak bisa melihat dan tidak ada cukup tenaga untuk itu.
"Pak tolong lepaskan saya, saya bukan" ucap Rahma yang terpotong lagi oleh Ramdhan.
"Diam!, saya sudah mencintaimu layaknya istri. namun kenapa kamu tidak jujur padaku Ama? " tanya Ramdhan.
"Tapi pak saya bukan" kata kata Rahma terus terpotong oleh Ramdhan.
"Jika aku tau kamu adalah anak dari pria berdosa itu. musuh besar ku itu aku akan menghabisimu saat itu juga! " bentak
Rahma kaget dan takut akan ucapan Ramdhan. lalu saat Rahma hendak bicara lagi Ramdhan langsung menembakan satu peluru dan tepat mengenai perut Rahma yang terikat itu.
"Dear" lirih Rahma.
Suara lirih itu serontak membuat Ramdhan membalikan tubuhnya dan menghampiri Rahma.
"Suara itu?, apa maksudnya hah.? agar aku tidak akan membunuhmu jadi kamu tiru suara istriku!" bentak Ramdhan.
"Bukan begitu dear, aku memang Rahma istrimu. namun mataku buta dan wajahku hancur seperti ini karena saat kecelakaan itu aku jatuh kejuran g" tutur Rahma.
Ramdhan hanya terdiam kaget dan mendengarkan penjelasan dari Rahma.
"A..aku masih selamat karena ditolong pak brata yang mengetahui keberadaanku lalu ia merawatku senen tanya bukan Pak Brata yang salah tapi anak sulungnya yang syirik padamu sehingga ia merencanakan semua ini atas nama pak Brata" tutur Rahma.
Ramdhan meneteskan air matanya dan segera melepas ikatan rantai itu lalu Rahma yang sudah lemas pun terjatuh diatas perlukan Ramdhan.
"Kita kerumah sakit sekarang ya dear, maafkan aku.. aku menyesal aku tidak tau ini kamu. maafkan aku yang bodoh ini dear" ucap Ramdhan penuh penyesalan sambil menahan tubuh Rahma yang hendak jatuh.
"Tidak usah dear, waktuku tidak lama lagi. aku hanya mau tidur diatas pangkuan mu saja" ucap Rahma.
"Tidak, aku tidak mau kehilanganmu untuk kedua kalinya" ucap Ramdhan.
"Please" pinta Rahma.
Ramdhan pun duduk di lantai dan membiarkan Rahma tidur dipangkuan nya. Rahma mengusap lekuk demi lekuk wajah Ramdhan dan tersenyum.
"Wajahku masih sama hehe, oh ya dear. aku cuma mau bilang kalau diperutku ada bayi kita sayang. sebenarnya saat pulang dari butik itu aku ingin memberitahu mu namun semua tertunda. tapi bayi kita sepertinya tidak akan tertolong dear karena peluru ini. tolong jangan sesali hal ini karena kamu tidaklah bersalah" ucap Rahma sambil mengatur nafasnya.
Ramdhan dibuat semakin syok dengan penuturan Rahma. hingga ia meneteskan banyak air mata penyesalan.
"Terimakasih ya dear karena selalu ada untukmu dan mau menerimaku apa adanya. tolong jaga dirimu baik baik . aku minta maaf karena aku tidak jujur padamu dan.. " Rahma menghela nafas.
"Aku mencintaimu" ucap Rahma lalu menghembuskan nafas terakhir nya.
"Dear.. dear maafkan aku.. " teriak Ramdhan.
"Jangan tinggalkan aku begini aku menyesal. dear!!!!! " teriak Ramdhan.
Ramdhan menangis meratapi apa yang ia lakukan dan selalu menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya istri serta calon bayinya yang tanpa sengaja ia tembak saat itu.
kisah ini pun selesai.. terimakasih semuanya yang sudah membaca dan mendukung cerpenku.
silahkan koment dan like ya thank you.
salam.
Perindu Ras😘😘