Sini coba di baca dulu 😉😊
~~~
" Mas kamu dari mana jam segini baru pulang? " seorang wanita cantik berhijab bernama Ashila bertanya pada sang suami yang baru pulang ke rumah padahal jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari.
Tadinya Ashila tertidur di sofa ruang tamu karena sedang menunggu sang suami, kemudian terbangun saat mendengar suara pintu terbuka dengan kasar.
" Bukan urusan lo! " Ashila tersenyum sendu. Selalu saja begini, Ashila dan sang suami yang bernama Raden itu memang menikah karena dijodohkan, pernikahan mereka baru berjalan setahun tapi tetap tak ada yang berubah.
Ya, pernikahan mereka hanya di atas kertas. Suasana dingin dan canggung sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Ashila jika berhadapan dengan Raden.
" Mas aku tanya kamu dari mana? gak mungkin kan kamu kerja sampai larut malam begini? " Ashila tetap bersikeras meminta penjelasan dari Raden, suaminya.
" Lo tuh ngeyel banget ya?! gue bilang bukan urusan lo ya bukan urusan lo! ngerti gak sih?! " Bentakan Raden terdengar di seluruh penjuru rumah mereka yang berlantai dua dengan desain modern. Raden bekerja sebagai penerus usaha keluarganya yang cukup sukses.
" Mas ak–" ucapan Ashila terpotong.
" Diam! " Ashila terpejam mendengar teriakan suaminya.
Ashila mulai terisak pelan, dia benar-benar tak akan sanggup jika harus menjalani pernikahan seperti ini terus menerus, tapi apa yang harus dia lakukan agar pernikahan nya menjadi pernikahan yang dia impikan?.
" Nangis lagi lo?! Cengeng banget sih! Ga tahan kaya gini?! yaudah cerai! " Ashila sesenggukan mendengar ucapan suaminya yang sangat menyakiti hatinya. Kata cerai yang keluar dari mulut Raden memang sudah sering terucap.
" M-mas a-aku salah a-apa sama kamu? kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini terus? " Ashila bertanya sesenggukan pada suaminya yang tengah menatap nya tajam disertai rahang tegas suaminya yang mengatup keras menahan amarah.
" Lo nanya salah lo? Salah lo itu banyak! banyak banget! " Ashila terpejam, lalu menarik nafasnya pelan.
" Yaudah, terus apa mau Mas? " Ini pertama kalinya Ashila bertanya pada suaminya tanpa adegan Ashila yang masuk kedalam kamar untuk mengunci diri setelah menangis terisak. Ya, kamar mereka terpisah.
" Mau gue? Gue mau kita cerai! " Ashila mendongak menatap wajah tampan suaminya yang sedang berdiri beberapa langkah darinya.
" Ya sudah kalo memang itu mau mas, baiklah. Ashila akan mengurus surat cerai kita secepatnya" Jawab Ashila tenang dan tak terduga.
Tetapi nyatanya hal itu tak merubah apa pun, suaminya malah nampak semakin murka. Ashila mengernyit, bukannya ini yang suaminya mau?.
" Lo udah punya selingkuhan?! " Ashila terkejut.
Selingkuhan? Ya Allah, kenapa suaminya bisa berpikir serendah itu tentangnya.
" Mas maksud kamu apa?! aku gak mungkin berbuat hal serendah itu! " Bentak Ashila pada suaminya untuk yang pertama kali.
" Terus ngapain lo iyain apa mau gue?! kalo bukan karena lo udah punya cadangan! " Ashila menjerit frustasi dalam hatinya. Kenapa suaminya sangat labil dan plin-plan?.
" Itukan tadi mau kamu mas?! "
Raden tiba-tiba melangkah cepat kearah Ashila setelah mendengar ucapan Ashila tadi, lalu setelah mereka berjarak sekitar satu jengkal, Raden tiba-tiba mengungkung Ashila dengan lengan kokohnya.
Ashila sontak menjerit kaget. Ada apa dengan suaminya? ini adalah pertama kalinya mereka berdekatan dengan jarak yang sangat dekat bahkan dahi mereka berdua hampir bersentuhan. Wajah Ashila langsung merona melihat posisi mereka.
" Gue udah gak ganteng lagi ya dimata lo?! hm? " Ashila bergetar gugup mendengar suara berat suaminya yang sangat dekat dengan telinga kanan nya.
" Maksud mas apa? " Ashila bertanya dengan suara kecil.
" Maksud gue, gue ga bakal izinin lo ngurus surat cerai! "
Ashila tiba-tiba mengangkat pandangannya pada wajah suaminya yang hanya berjarak beberapa senti di depan wajahnya.
" Kenapa? " Ashila bertanya lirih.
" Gue ga mau! cerai sama lo! " Ashila merasa dipermainkan mendengar jawaban itu. Apakah suaminya mempunyai kepribadian ganda?
"Dengerin gue! AKU GA MAU CERAI SAMA KAMU! "
~~~