Jatuh cinta berjuta rasanya....
Kunyanyikan lagu ini nggak habis sampai selesai berulang-ulang dengan lirik yang sama.
Sambil mandi nyiram badan pakai gayung.
Kedinginan.
Pagi-pagi mandi air dingin menggigil.
"Kak... Cepetan" Kata Tristan mengetok pintu kamar mandi.
Aku keluar masih handukan.
"Buruan... " Tristan adekku buru-buru masuk kebelet BAB.Panggilan Alam..
**
Udah bedakan pakai bedak bayi, rambut di sisir seadanya pakai jepit kupu-kupu bergoyang-goyang.
Jangannnn salah.
Ini pesona Liora.
Jepit Kupu-kupu jadul warisan dari Ibu.
"Oyaaaaa... Buruan... "
Panggil Tristan yang sudah menunggu di depan rumah.
"Bapak, Ibu.. Berangkat.. " Kataku buru-buru pamit salaman.
"Bekal sudah dibawa kan?" Tanya ibu ikut buru-buru ke depan.
"Sudah bu" Kataku
Kotak bekal aku taroh di keranjang depan sepeda listrik warna pink, aku mengantar Tristan mampir di SDnya dulu.
**
Pita kupu-kupu nyangkut di helm.
Waduh...
Mana upacara mau mulai.
Rambutku sudah acak adut, nggak ada rapi-rapinya.
Masih masalah soal rambut dan pita yang nyangkut di helm.
"Mau di bantuin nggak" Kata Rey yang dari tadi melongo di parkiran melihat aku sudah mau nangis, nyangkutnya rambut nggak lepas-lepas.
"Bantuin dong.. " Aku sudah menyerah.
"Nah, dah lepas" Kata Rey sambil ketawa.
Nyetawain rambutku kecabut sama pita kupu-kupu besinya bengkok.
Bel upacara dimulai.
Rambutku biarkan acak-acakan pasang topi langsung kabur.
Lupa bilang makasih ke Rey.
**
OMG... Aku refleks nepuk pipi pakai tangan kanan agak keras.
Aku baru sadar setelah upacara.
Yang barusan nolongin aku di parkiran kan Rey...
Aduh, lututku jadi gemeteran.
Rey... Ngeliat aku lagi jelek-jeleknya rambut kecabut rontoknya banyak.
Ku kucek-kucek wajah dan rambutku.
Huaaaaa...
"Ngapain sih Ya...
Lo stress" Kata Ima teman sebangkuku.
Ku goyang-goyangkan bahu Ima, tambah bingung.
"Heh kenapa sih.. " Kata Ima
"Belom ngerjain PR? " sambungnya lagi.
Malah dikira mau nyontek PR.
"Nggak." Jawabku.
"Wah.. Stress nih anak" Katanya geleng-geleng.
**
Pulang sekolah aku ngedap-ngedap untung nggak ketemu di parkiran.
Kalau sampai ketemu Rey.
Aku bakalan gelantungan di pohon katuk, adanya pohonnya patah.
**
Aku fans berat sama Rey diam-diam dari kelas 10.
Waktu kami sekelas.
Eh kelas 11 kami nggak sekelas lagi.
Dia masuk 11 IPA.
Aku masuk 11 IPS.
Setiap ketemu pasti aku sudah berusaha kalem nggak kelihatan heboh dan pemalu.
Tapi hari ini gagal total.
Sifat heboh dan premanku terbongkarlah sudah.
Aku menatap sedih pita kupu-kupu besi warisan ibu.
Salah satu sayap nya bengkok dan terlihat menyedihkan nggak ada cantik-cantiknya.
Sedih..
Kusimpan di laci.
Terpaksa pita kupu-kupu ini pensiun dini.
**
Pagi ini, suasana parkiran sepeda sepi.
Selamat.
"Oya... " Eh, copot aku kaget, kunci sepeda jadi jatoh beneran karena kaget.
"Aduh.. Ima bikin kaget" Kataku
"Kok, kamu aneh ngedap-ngedap" Kata Ima
"Eh.Emang kelihatan" Kataku melotot.
"Ya iyalah. Pakai gaya tengak tengok kanan kiri, bungkuk-bungkuk, liat atas liat bawah, emang kamu mau apaan" Kata Ima.
"Keatas? Nggak ada kali.. Emang diatas dilihat siapa ? " Ku tunjuk ke atas.
"Tuhan" Jawab Ima santai, eh dia ngeloyor pergi.
Aku ikutan menuju kelas.
Kelas ribut.
Jamkos.
Jam kosong kebahagiaan sejuta umat.
Sudah isinya pada ngobrol.
Aku malah ngantuk, mendingan tidur.
Semalam susah tidur kepalaku di tendang Tristan.
Adekku kalau numpang tidur ke kamar katanya takut tapi nggak kira-kira tidur mimpi latihan karate,
eh, kepalaku yang di tendang.
Emang kepalaku dianggap samsak.
Nasib...
Lagi asik mau ketiduran, Ima bangunin.
Mengucek-ucek mata yang masih ngantuk rambut acak-acakan dirapihin pakai jari.
Ternyata anak-anak OSIS datang bagikan brosur siapa yang mau ikut LDK.
Perutku langsung kram.
Rey membagi-bagikan kertas pendaftaran.
Aku berusaha senyum.
Ima menyenggol bahuku.
"Sudah sadar" Kata Ima mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajahku.
Aku noleh ke Ima kesal.
"Ya.. Mata lo" Kata Ima.
"Hah.. " Kataku meraba mata TAI MATA.
hancur sudah....
**
Aku pulang kerumah lemas,
Ibu heran.
"Kamu kenapa Ya? Lapar?" Tanya Ibu
"Nggak" Kataku.
Tapi setelah ganti baju aku makan sayur bening dan udang crispy buatan ibu jadi nambah tiga kali.
Ibu geleng kepala.
Dalam hati bilang tadi nggak lapar tapi makannya nambah.
**
Siang ini di sekolah, aku dan ima duduk di teras depan kelas.
Menonton yang baris berbaris siswa OSIS yang ikutan LDK.
"Ya.. oya... " Panggil Ima. Menepuk-nepuk bahuku.
"Iya.. Iya dengar" Kataku.
"Kirain nggak dengar" Kata Ima
"Heh.. " Kataku mendengus.
"Ya.. Kirain..
liatin Rey ya?" Kata Ima.
"Nggak" Jawabku sambil mengunyah kripik yang kuambil dari bungkusan di tangan Ima.
"Udah jangan ngayal deh... Rey jauh dari jangkauan" Kata Ima ngeledek.
Aduh.. Sakit hati Oya.... Hiks...
"Bukannya kamu mendukung selama ini Im?! " Aku memandang Ima sambil mau ketawa.
"Iya dukung sih dukung, tuh lap bibir dulu celemotan remah kripik" Katanya ngasih tissu.
"Makan aja belum bener" Ucapnya lagi.
Kami sama-sama ketawa.
Dan Rey dari lapangan menoleh ke arah kami...
Oh... Tampannya...
Glek... Tepok-tepok tangan dimuka...
**
Ujian semester selesai.
"Rangking 1 masih di pertahankan oleh Liora Amanda" Kata Ibu Guru wali kelas.
Dengan bangga aku maju ke depan.
Baju rapi, tau hari ini bagi raport sekarang pakai pita sayap malaikat.
Dapat gratisan belanja di keranjang kuning.
Berasa peri.
Selesai pembagian raport, aku buru-buru ke parkiran.
Deg.
Deg.
Deg.
Aku kaget, Rey gandengan tangan sama Uci teman sekelasku.
Uci naik di boncengan motor Rey.
Mereka berdua lewat di depanku.
"Duluan ya.. " Kata Uci melambaikan tangan, tangan satunya memegang pinggang Rey dengan erat.
Peri yang tadi terbang langsung jatuh ke bumi.
Mau mencakar-cakar tanah sambil komat kamit cari cacing.
Ku geleng-gelengkan kepala untuk segera sadar.
Ku ambil sepeda listrikku melaju kecepatan maksimal 40 km/jam.
Sampai rumah rambut panjang sang peri.
Eh, Liora mendadak kaku kena hairsprey debu... Fuh. Fuh...
Aku mandi.
Sadar, kisah cintaku menjadi kasih tak sampai.
Nggak apa cuma penggemar.
Selama janur kuning belum melengkung.
Liora tetap sadar.
Berbaring.
lalu.........
Menatap poster artis di dinding.
Bangun mengambil penghapus.
Menghapus nama Rey di bawah poster.
Untung cuma pakai pensil...
**
Liburan sekolah Liora patah hati.
Tapi menjelang sekolah Liora ketemu idola baru lagi.
TAMAT