Perkenalkan, namaku Kayla Rivanda Oxcelyn, atau biasa dipanggil Lala. Aku berubah sejak mengenal apa itu dunia roleplayer. Kecupuan ku tergantikan dengan kegaulan pada diriku. Namun itu semua membuat ku seakan candu, semakin ku pandai bermain maka semakin banyak juga kata" gaul masuk kedalam kamus harianku. Hari demi hari ku coba memahami bagaimana rules permainannya. Hingga pada suatu akhirnya aku dipertemukan dengan seseorang. Dia datang disaat ku butuh penyemangat. Dia datang lalu menganggapku sebagai sahabat wanitanya. 5 hari kemudian dia menyatakan perasaan dia yg sebenarnya kepadaku, dan pada saat itu aku tidak membutuhkan sosok pendamping. Tapi apa boleh buat, sebagai manusia aku pun punya rasa belas kasihan kepada nya,, dan akhirnya ku terima tawarannya untuk menjadi wanita special dalam hidupnya. Hari berganti dan aku pun mulai merasakan apa yg dia rasakan kepadaku. Semakin ku berbohong, semakin besar juga rasa yang ada pada diriku untuk mencintainya. Akan tetapi ada 1 hal yang masih mengganjal di benakku. Sial, aku masih belum melepaskan dia seutuhnya. Ntah kenapa Dia masih menghantui di pikiran ku, dan kenapa dia tidak ingin lepas dari pikiranku? Psikolog berkata bahwa jika aku masih memikirkan dia, berarti dia juga masih memikirkanku. Tetapi..... kelihatannya sangat mustahil bagiku. Sangat sedikit kemungkinan hal tersebut terjadi padaku,, tapi aku juga tidak bisa menentang ilmu psikologis?¿ diriku semakin pusing dibuatnya. Terlebih lagi dengan virtual yg sering slow respon, membuatku ingin melepasnya. Tapi lama kelamaan aku juga sadar diri, bahwa aku hanya virtualnya.. dan tidak mungkin juga dia tidak mempunyai real life bukan? semakin kulupakan maka semakin melekat pula kenangan ku dengan nya. Akan kah ku sanggup tuk melepas semua kenangan indah bersamanya? Lagu demi lagu ku putar, kupejamkan mata dengan diiringi melodi indah dalam instrumen nya, tak terasa air mata pecah saat pertengahan lagu tiba. Ku buka mata perlahan, kemudian kulihat sekeliling ruangan dengan mata sayu bekas tumpahan air mata. Sial, sudah kesekian kalinya dia hadir di mimpiku. Bagaimana ku bisa melepasnya? Jika saja dia terus menerus menggerusuk di dalam setiap mimpi buruk ku. Semakin lama sepertinya aku harus memutuskan siapa yang aku gantung i. Apakah aku memilih yang real, akan tetapi belum pasti?? Atau kah yang virtual, akan tetapi Sebatas daring?? Semakin ku berpikir, semakin pusing aku dibuatnya. Memutuskan 2 opini yang beda tipis tentu bukanlah hal yang mudah. Akhirnya setelah kulewati sampai detik ini, kuputuskan bahwa aku akan menaruh harapan kepada sang virtual. Ntah mengapa aku memilih yang lebih tidak nyata. Untuk kedepannya aku sudah siap tuk melepasnya di kemudian hari dikala dia sudah menemukan yang nyata^^. Untuk sekarang biarlah dia mencari kebahagiaan padaku, aku siap jadi sumber kebahagiaannya. Aku juga tidak boleh egois, aku juga tidak lupa pada prinsip hidup ku untuk selalu bahagia demi kebahagiaan orang lain. Dan jika dia sudah menemukan yang nyata dan cocok dengan dia, aku hanya ingin berharap supaya kau tidak lupa bahwa kau dulu juga pernah mencintai seseorang hanya Sebatas ketikan dan garis miring. Kedengarannya konyol, mencintai orang Sebatas garis miring tentu perbuatan yang bodoh bukan ahahahah. Namun apa boleh buat? Kita hanyalah manusia... semua bisa terjadi walaupun banyak yang menganggap mustahil. Aku jalani saja dulu, untuk konsekuensi biar aku yang tanggung di belakangan. Dan jika aku memang bukan jodohmu... percayalah bahwa kau salah satunya yang pernah aku anggap special dalam sebagian waktu di hidupku. Maaf aku belum bisa jadi virtual yang baik buat kamu, maaf aku belum bisa jadi seperti yang kamu harapkan, dan aku cuma mau bilang.... love u my virtual love