Sudah empat tahun lamanya sejak aku berpisah dengan sahabatku, Rachel. Kita sudah berteman sejak SD, Rachel adalah sahabat terbaikku bahkan setelah aku pindah sekolah ke luar negeri karena orangtuaku ditugaskan ke luar negeri, dia tetap menjadi sahabat terbaikku. Dulu hampir setiap hari kita chattingan, menceritakan keseharian yang baru, curhat, dll. Tapi akhir-akhir ini kita bahkan tidak pernah menanyakan kabar, kita sibuk dengan urusan masing-masing dan takut mengganggu satu sama lain.
Aku ini pendiam dan pemalu, aku tidak memiliki banyak teman yang dekat denganku di sekolah, karena itu sahabatku, Rachel adalah orang yang paling bisa aku ajak ngobrol dan curhat. Aku sangat membutuhkan Rachel, tapi kupikir Rachel tidak membutuhkan aku, dia jarang chatting denganku lagi dan sekarang dia seolah-olah tidak peduli lagi padaku, aku kesal....
Aku ingin Rachel peduli padaku sebagai sahabat, aku tidak ingin Rachel melupakanku dan memiliki sahabat baru, aku takut aku tidak memiliki teman yang dekat denganku.
Aku sedikit bersyukur karena hpku rusak sebelum membalas pesan Rachel, setidaknya kalau Rachel peduli padaku dia akan menghubungiku bagaimanapun caranya, aku tahu aku tidak boleh berpikir seperti ini, tapi aku tidak peduli. Aku hanya ingin memiliki orang yang akan peduli padaku selain keluargaku yang selalu peduli padaku.
Namun sia-sia aku berharap Rachel peduli padaku, setelah beberapa minggu hpku rusak aku mencoba menggunakan hp lamaku dan menggunakan nomor yang sama di hp lamaku, aku mencari tahu apakah Rachel menggirim pesan padaku sebagai bentuk perhatian...tapi percuma saja karena tidak ada pesan apapun darinya. Padahal dulu saat aku tidak ada kabar selama seminggu dia mengirimku banyak sekali pesan dan meneleponku berkali-kali, aku menjadi sedih...apakah Rachel masih menganggapku sebagai sahabat? Aku tidak ingin memikirkan Rachel untuk sementara ini.
Di sekolah aku memang tidak memiliki banyak teman yang dekat denganku, jadi saat istirahat aku biasa sendiri, aku ingin mengobrol dengan teman sekelasku yang duduk di depanku, Maggie. Sejak dulu aku ingin mengobrol dan dekat dengannya tapi aku terlalu malu untuk mengobrol atau mendekatinya, tapi untungnya sekarang aku duduk di belakangnya, jadi mudah untukku mengobrol dengannya.
Akhir-akhir ini aku sering mengobrol dengannya, aku jadi mengerti lebih banyak tentangnya...dan aku menemukan satu kesamaan dengannya, kesamaan itu adalah tidak ada teman yang peduli padanya, "tidak ada teman yang peduli padaku" kata Maggie, kemudian aku berkata "bukan kamu saja, tidak ada teman yang peduli pada kita"
"benar, bukan hanya aku tapi kita, hahaha" kata Maggie.
Aku menjadi semakin dekat dengan Maggie, aku ingin menjadi sahabatnya, walaupun aku sudah berjanji pada Rachel untuk selalu menjadi sahabatnya, tapi sekali ini saja aku ingin mengkhianati janji itu, Rachel sendiri juga sudah memiliki sahabat selain aku, Rachel sering membuat status atau story yang menyenangkan dengan sahabatnya. Jahatnya aku, tidak seperti sikapku yang biasanya, aku tahu ini tidak baik tapi aku menginginkannya.
Maggie selalu membantuku, aku selalu berterimakasih padanya, aku dan Maggie semakin sering mengobrol, dan aku semakin merasa senang. Ah! aku benar-benar semakin jahat kepada Rachel, tapi Rachel yang sekarang berbeda dengan yang dulu! Rachel yang dulu perhatian menjadi tidak peduli padaku!
"Maggie, aku ingin menjadi sahabatmu, apa boleh aku menjadi sahabatmu?" akhirnya kata-kata itu keluar dari mulutku, " Iya, kita menjadi sahabat ya..." kata Maggie, aku pun tersenyum lembut, aku bahkan tidak pernah seperti ini pada Rachel. Lagi-lagi aku memikirkan Rachel, Rachel bahkan sampai sekarang tak kunjung menghubungiku atau mengirim pesan padaku. Aku semakin menikmati hari-hariku menjadi sahabatnya Maggie sampai tiba hari dimana aku harus pergi.
Aku harus kembali ke negara tempatku berasal karena tugas orangtuaku sudah selesai. Benar, aku akan kembali menemui Rachel. Aku berpisah dengan Maggie dan kembali ke negara tempatku berasal.
Setelah sekian lama aku bertemu kembali dengan Rachel, entah kenapa aku tidak merasa sangat senang, padahal Rachel sangat senang menemuiku. "aku sangat-sangat merindukanmu" kata Rachel, "aku juga" kataku.
Kupikir setelah bertemu Rachel kita akan menjadi sahabat dekat seperti dulu, tapi nyatanya tidak. aku dan Rachel jarang bertemu...aku merasa canggung dengan Rachel, disatu sisi aku ingin kembali menjadi sahabatnya seperti dulu, tapi di sisi lain aku juga kesal dengan sikapnya yang sekarang!
Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan, jarak di antara aku dan Rachel semakin jauh...