Di sini aku duduk di samping seorang pria tampan yg selama ini selalu berada di sisi ku, menemaniku, dan mencintaiku.
Ya kami sepasang kekasih...
Hari ini aku mengambil keputusan terbesar dalam hidupku..
Aku bersedia menikah dengannya.
Diruangan ini begitu bnyak para tamu tamu yg datang.
Termasuk ayahku.
Aku sempat melirik ayahku sebentar.
Dapat kulihat wajah bahagia nya saat melihat kami berdua.
Hati ku pun ikut bahagia melihat kebahagiaan ayah.
Hanya ayah lah satu satu nya keluarga yg ku punya, kalian pasti heran kemana ibu ku?.
Dari aku di lahirkan aku di tinggal pergi oleh ibuku.
Ayah bercerita padaku kalau sebenarnya aku mempunyai seorang kakak laki laki, dan menurut perkiraan ayah, mungkin umurnya skrng sudah seumur dengan calon suami ku yg bernama rendra itu.
Aku dan ayah sampai sekarang masih belum menemukan ibuku dan kakak.
*******************
Kini rendra sedang mengucapkan ijab kabul, aku yg mendengar itu pun tak mampu menahan air mata..
Air mata setetes demi setetes pun perlahan meluncur keluar dari mataku.
Aku bahagia, sangat bahagia.
Namun siapa sangka belum sempat mas rendra menyelesaikan ijab kabul nya.
Ada suara teriakan yg membuat kami semua melihat ke arahnya.
"BERHENTI!!" Ucap seorang wanita paruh baya yg datang dengan berurai air mata di wajahnya.
"Ibu..." ucap rendra lalu berdiri dan menuju tempat ibunya berdiri.
Ibu? Hanya pertanyaan inilah yg muncul di benaku aku memang belum pernah mengenal sosok ibu dari masa rendra, karna selama kami pacaran, ibu mas rendra pergi ke luar negeri.
Aku berdiri di ikuti ayah dan para tamu yg lainnya.
"Batalkan pernikahan ini nak hiks" ucap ibu rendra yg sontak saja membuat ku semakin bingung.
"Ap.. apa maksud ibu, rendra gk bisa bu, rendra sayang sama laras, dia laras bu gadis yg sering rendra ceritakan ke ibu" jelas rendra pada ibunya.
Sang ibu pun hanya bisa menunduk sambil menangis mendengar pertanyaan rendra.
"Jawab bu! Kenapa ibu mau rendra membatalkan pernikahan ini" tanya rendra yg terlihat sangat frustasi dengan keadaan.
"KARNA LARAS ADALAH ADIK KANDUNG KAMU!" Teriak ibu rendra masih dengan menunduk tak mampu menatap wajah anaknya.
Jderrr.... seperti tersambar petir di siang bolong hatiku dan mas rendra terkejut bukan main.
Aku berbalik menatap ayahku.
"Ay.. ayah bilang kalau ini tidak benar?" Tanya ku dengan air mata yg sudah siap meluncur deras.
"Maafkan ayah nak, ayah tidak tau kalau calon suami kamu adalah kakak kamu yg selama ini hilang tapi melihat ibunya,,,,, itu benar ibu rendra adalah ibu mu juga nak maafkan ayah.." jawab ayah sambil menatapku penuh penyesalan.
Aku terdiam sejenak mencoba mengerti keadaan yg tiba-tiba seperti ini.
Berapa saat kemudian, tanpa sadar dan dengan tatapan kosong kulangkahkan kaki ku menuju keluar ruangan itu.
Rendra menahan tanganku saat aku pas berada di sampingnya.
"Ras gk peduli siapapun kamu! Dan apapun hubungan kita, kita tetap akan menikah!" Ucap rendra dengan penuh keyakinan.
Aku menatap matanya sebentar lalu melepaskan tanganku dari genggaman Rendra.
Aku duduk di lantai mencoba berhadapan dengan ibu rendra yg menunduk di lantai itu.
"Apakah kau ibuku?.." tanya ku dengan bibir bergetar.
Setelah mendengar suara ku, ibu rendra mengangkat kepalanya.
Dia menatap ku dengan tatapan penyesalan yg mendalam.
"Maaf nak maaf,, ibu salah ibu salah memisahkan kalian selama ini, tapi ibu harus menghentikan pernikahan ini nak hiks... ini tidak benar, rendra adalah kakak kamu" jawab ibu padaku.
Aku memegang dadaku yg tiba tiba merasa sakit yg amat luar biasa.
Aku bangun lalu berlari keluar.
"LARAS" teriak rendra lalu berlari mengejarku.
"Ini semua karna mu Rin, karena keegoisan mu membawa rendra pergi, dan lihatlah kau sudah berhasil menghancurkan perasaan mereka" ucap ayah pada ibu dengan nada tegas.
Sementara ibu hanya bisa menyesali perbuatannya.
**************/**********/********/ ********
Kini aku berada di pinggir danau, duduk di tanah itu sambil melihat danau yg begitu tenang.
Membuat hatiku sedikit merasa tenang.
"Apa ini? Kekasih yg kucintai selama lima tahun ini adalah kakak ku sendiri? Ya tuhan, kenapa? Kenapa baru sekarang kau beritahu Semuanya, apa yg harus kulakukan"
Ucapku dalam hati.
Dan datang mas rendra, dia langsung duduk di sampingku.
Sambil menatap danau juga, tatapan kami berdua fokus ke depan seolah-olah sibuk dengan pikiran sendri.
"Lalu bagaimana lagi?" Tanya ku memecah keheningan di antara kami.
Pandangan ku tetap ke depan sementara rendra dia langsung menoleh ke arahku.
"Entahlah,,,aku bingung laras, aku mencintaimu sangat sangat mencintaimu, namun hubungan kita ternyata terhalang hubungan darah, aku gk pernah menyangka semua ini, aku bingung mau melakukan apa, mau melepaskanmu.... kau tau aku gk mampu untuk melepaskan mu laras, tapi kalaupun Kita lanjutkan pernikahan ini gak akan bisa..." jelas mas rendra sambil menatap ku sedih.
Aku menoleh dan menatap dalam dalam Matanya.
Perlahan aku tersenyum tipis.
"Lanjutkan" jawabku yg sontak saja membuat mas rendra menatapku heran bingung dan kaget.
Aku tertawa setelah melihat ekspresi terkejut rendra yg menurutku sangat lucu
"Apa yg kamu tertawakan laras?" Tanya mas rendra dengan nada kesal karna menurutnya ini sangat serius.
"Aku bisa melanjutkan pernikahan ini jika kamu setuju laras, aku gk peduli dengan hubungan kita" ucap mas rendra dalam hati smbil menatapku sendu.
"Jangan salah paham mas..
Lanjutkan yg kumaksud adalah..
Kau masih bisa mencintaiku, kau masih bisa menyayangiku hanya saja kau perlu ubah sesuatu, anggap aku sebagai adikmu, begitupun aku, aku akan mengnggapmu sebagai kakak ku "jelas ku sambil berusaha tersenyum padahal hatiku sangat hancur mengucapkan ini.
Bagaimana tidak,, kami sudah menjalani hubungan ini Selama lima tahun, dan skrng.....
Dapat kulihat air mata masih rendra menetes pelan di wajahnya.
Dengan segara ku hapus air mata itu.
"Air mata saudara ku sangat berharga jangan di buang-buang" ucap ku sambil mengelap air mata masih rendra menggunakan jari jari ku.
"Apa kau tidak mencintaiku selama ini laras?" Tanya mas rendra.
"Sangat... sangat mencintaimu,, tapi apakah daya kita mas,, kita adalah keluarga, kamu adalah kakaku, aku tau mungkin akan sulit untukmu menjalani ini, aku pun begitu mas, mengubah perasaan yg kusimpan untukmu selama lima tahun itu tidak mudah, semua butuh waktu,, percayalah suatu saat nanti semua akan baik baik saja...
Aku akan menemukan jodohku, begitupun juga kamu mas "jawab ku sambil tersenyum.
Mas rendra terdiam sejenak, lalu dia menyandarkan kepala nya di pundakku.
"Jadi aku Adalah kakakmu, dan kau adalah adikku" tanya mas rendra padaku.
"Hmm, bisa di bilang begitu" jawabku
"Apa kau tau dulu aku sangat merindukanmu, saat aku dan ibu pergi kau masih sangat kecil saat itu umurmu baru satu tahun, kau baru belajar berjalan saat itu, aku lah yg selalu membantumu berdiri saat kau terjatuh,, tidak di sangka ternyata kau tumbuh menjadi gadis yg cantik" ucap mas rendra yg masih menyandarkan kepala nya di bahu ku.
"Hahaha benarkah? Kurasa aku tidak ingat apapun" jawabku sambil tertawa.
"Tentu saja semua orang tidak akan mengingat masa kecilnya" jawab mas rendra.
Kami terus bercerita satu sama lain tentang masa kecil kami.
Dan mungkin perlahan-lahan aku dan mas rendra akan bisa menerima kenyataan ini.
"Mas, sebenarnya aku gk sanggup untuk melepas perasaan ini, sungguh ini sangatlah sulit untukku mas, sampai kapanpun perasaan ini gk akan bisa ku lepaskan, biarlah hanya tuhan dan aku yg tau kalay aku masih sangat mencintaimu" ucap laras dalam hatinya.
"Laras keputusanmu benar, tapi ini mustahil bagiku, kita sudah bersama lima tahun,kita sudah menghadapi berbagai masalah, aku sudah sangat mencintaimu laras,,, melupakanmu adalah hal mustahil bagiku, aku gk tau seperti apa aku nanti jika kau mendapat pengganti diriku,, tapi..
Ya sudahlah, di kehidupan ini kita tidak bisa bersama, namun kuharap di kehidupan selanjutnya kita bisa menyatukan perasaan kita yg kini sudah terhalang oleh sesuatu yg tidak dapat di hindari. Biarlah ku simpan perasaan ini, dan biarlah hanya tuhan dan aku yg tau "ucap rendra dalam hati.
Tamat
---------------