"Karena kau telah melanggar banyak peraturan istana,Dalam 1 bulan tidak 2 bulan kau harus menjadi manusia.Dan hanya bisa menggunakan sihir tingkat bawah sampai menengah,Adikku Daimonas Skleros.."
"Jangan sembarangan memutuskan hukuman apa yg harus ku terima!-Apalagi menjadi manusia,AKU TIDAK AKAN MAU KAKAK!!-Ayah juga pasti tidak akan setuju,Kakak kan tahu itu!"
"Sayangnya,Ayah sudah mengizinkanku untuk memberikanmu hukuman ini"
Kakak Daimonas tersenyum lebar sambil menatap ke arah adiknya yg sedang naik pitam karena hukumannya tersebut.
"Bersenang-senanglah di dunia manusia selama 2 bulan,Adikku sayang~"
"Kakak!!"
Belum sempat berkata apapun,Daimonas langsung masuk ke dalam portal lubang hitam yg dibuat oleh kakaknya dan menghubungkan antara dunia iblis dan dunia manusia.
SESAMPAINYA DI DUNIA MANUSIA...
"Akh!"
Saat sampai di dunia manusia,Daimonas langsung jatuh menghantam tanah sehingga membuat badan-badannya sakit.
"Kalau mau melemparku ke dunia manusia,Setidaknya taruhlah bantal agar badan TIDAK SAKIT!!"
Gerutunya sambil memukul-mukul tanah yg di dudukinya.
*DRAP DRAP DRAP*
Sekelompok pria berbadan besar tiba-tiba menghampiri Daimonas sembari menodongkan pedang mereka ke arahnya.
"Wanita cantik..Ikutlah dengan kami,Oke?"
"Pria di dunia manusia memang tidak ada yg benar.."
Ucap Daimonas di dalam hati sambil menatap tajam ke arah orang-orang tersebut.
Sebelum sempat menggunakan sihirnya untuk membunuh sekelompok orang-orang itu,Mereka tiba-tiba sudah mati terbakar tepat di hadapannya.
"Kau tidak apa-apa,Nona?"
Tanya seorang pria dengan menggunakan jubah khas penyihir kepada Daimonas.
"Kau tidak perlu menolongku karena aku bisa mengatasinya sendiri.Jangan pernah muncul di hadapanku lagi"
Daimonas menjentikkan jarinya untuk membuat penghalang berjarak 2 meter antara dia dan penyihir tersebut.
"Tapi anda terlihat kesusahan tadi?"
"TIDAK USAH MENGURUSI HIDUPKU!-URUS SAJA URUSANMU SENDIRI!"
"O-oh..Begitu ya?Maafkan saya kalau begitu.."
Walaupun Daimonas membenci para manusia di dunia yg saat ini ia masuki,Ia merasa sedikit bersalah karena melukai perasaan penyihir manusia itu.Tampak luar Daimonas memang terlihat berwatak keras dan tidak akan merasa bersalah kepada apapun,Tapi dari dalam dia juga merasakan rasa bersalah hanya saja tidak bisa mengekspresikannya.
"Jangan membuatku merasa bersalah begitu.Buang wajah jelekmu itu.Dan juga aku minta maaf kalau telah menyakiti perasaan,Penyihir"
Mimik wajah Daimonas benar-benar terlihat malu karena berkata demikian.Selama 100 tahun kehidupannya,Ia tidak pernah sekalipun berkata seperti itu kepada siapapun.Baik kepada para bawahannya ataupun keluarganya sendiri.
"Apakah kakak sengaja membuangku ke dunia manusia untuk memberiku kebebasan selama 2 bulan?"
Tanyanya di dalam benaknya sambil menatap ke langit biru cerah yg tidak sama seperti langit di dunia iblis yg hanya berwarna gelap saja.
"Ngomong-ngomong,Apakah anda punya tempat tinggal?"
"Aku tidak punya tempat tinggal karena ehh..Barang-barangku di rampok!-Iya barang-barangku di rampok oleh sekelompok bandit sebelum aku berhasil sampai di penginapan!"
Penyihir itu tampak kasihan akan 'Nasib' Daimonas yg baru dikarangnya.
"Kalau begitu..Maukah anda mengikuti saya ke menara penyihir saja?Lagipula kami memiliki 1 kamar tamu untuk siapapun"
"Jika aku berhubungan dengan menara penyihir,Mungkin aku bisa mati jika ketahuan jati diriku yg sebenarnya.Tapi,Aku kan sudah berubah menjadi manusia seutuhnya disini.Hanya kekuatan sihirku saja yg diturunkan kemampuannya oleh kakak"
Gumamnya sambil terus menatap ke arah penyihir laki-laki yg masih menunggu jawaban darinya.
"Jadi bagaimana?Apakah anda mau?"
"Tentu saja aku mau.Berhubung aku sama sekali tak punya uang,Jadi terima kasih atas bantuannya Tuan Penyihir"
"Sama-sama"
Penyihir laki-laki tersebut kemudian membawa Daimonas ke menara penyihir untuk memberikannya tempat tinggal sekaligus perlindungan.
Saat sampai disana,Semua orang(para penyihir)terus menatap ke arah penyihir tadi yg terus menggenggam erat tangan Daimonas dan tidak melepaskannya sedikitpun.Daimonas memperhatikan para penyihir itu dan menyadari kalau mereka terlihat segan akan penyihir laki-laki yg membawanya kesana itu.
SESAMPAINYA DI KAMAR TAMU DARI MENARA PENYIHIR...
"Nah kita sudah sampai,Nona.Ini adalah kamar yg boleh anda gunakan sampai anda ingin keluar darisini.Fasilitasnya sudah kami sediakan,Jadi anda tidak perlu repot-repot mencari barang.Jika ada sesuatu yg kurang,Anda boleh memberitahu saya"
"Oh iya,Ngomong-ngomong kenapa para penyihir di dalam menara penyihir ini terlihat segan kepadamu?Apakah kau pemimpin dari menara penyihir ini?"
Tanya Daimonas langsung oada intinya dan tidak bertele-tele.
"Anda bisa mengetahuinya nanti,Nona.."
Jawabnya sambil tersenyum.
"Sebelum kau pergi darisini,Apakah aku boleh bertanya tentang namamu?"
"Nama saya adalah Derrick Exelion.Anda bisa memanggil saya Derrick saja"
"Salam kenal Derrick!-Namaku adalah Reflexia Joanne.Panggil saja Reflexia"
Ujar Daimonas sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Derrick.
Daimonas sendiri sengaja memalsukan namanya karena tahu kalau namanya itu terkenal di dunia manusia.Bukan dalam hal baik tapi hal buruk.Dalam sejarah yg diketahui oleh manusia,'Daimonas Skleros' yg merupakan namanya adalah iblis wanita kejam yg tidak akan mengampuni nyawa siapapun yg menghalangi tujuannya.Namanya juga memiliki arti demikian,'Iblis Wanita Kejam'.
"Aku tidak boleh memberitahukannya nama asliku karena itu akan berdampak besar bagi kehidupanku disini selama 2 bulan.."
Ucap Daimonas di dalam hatinya sambil terus mengulurkan tangannya kepada Derrick.
"Salam kenal juga..Nona Reflexia"
Jawab Derrick kemudian berjabat tangan dengan Daimonas.
"Oh iya,Aku juga ingin bilang kalau kau tidak perlu berbicara bahasa formal denganku.Aku kan hanya wanita biasa saja dan kau adalah seorang 'penyihir' yg bekerja di menara penyihir ibukota kekaisaran"
"Maafkan aku kalau begitu,Reflexia"
Ujar Derrick sambil terkekeh saat menjabat tangan Daimonas.
Dia kemudian meninggalkan Daimonas di kamarnya agar ia dapat beristirahat dengan tenang karena menganggap dirinya sudah tertimpa nasib yg begitu malang.Tapi jika melihat saat dia dilempar dari dunia iblis ke dunia manusia,Daimonas memang tertimpa nasib yg malang karena harus berada di dunia manusia selama 2 bulan.
KEESOKAN HARINYA...
"Reflexia,Ayo bangun!"
Panggil Derrick sambil mengetuk pintu kamar yg ditempati oleh Daimonas.
*KRIET*
Daimonas membukakan pintu kamarnya sambil tersenyum kepada Derrick yg menunggunya di depan pintu.
"Selamat pagi,Derrick"
"Pagi juga.Sekarang ayo ikut aku ke ruang makan agar kita bisa sarapan bersama"
Daimonas langsung menganggukkan ajakan sarapan dari Derrick.Keduanya kemudian berjalan ke ruang makan dari menara penyihir.
DISANA...
"Selamat pagi,Tuan--
Sebelum sempat menyelesaikan kata-katanya,Derrick langsung menatap tajam orang yg ingin mengucapkan salam itu.
"Maksud saya..Selamat pagi,D-derrick"
"Dia seperti tidak biasa dengan sebutan itu.Sudah pasti orang di sebelahku ini bukanlah orang biasa di menara penyihir manusia yg besar ini.."
Gumam Daimonas sembari sedikit melirik ke arah Derrick.
"Nah,Mari kita pergi sekarang.."
"Tentu!"
Jawab Daimonas secara spontan.
Setelah selesai sarapan,Derrick akan membawa Daimonas pergi ke perpustakaan karena ia selalu meminta demikian.Setiap harinya Daimonas dan juga Derrick menghabiskan waktu bersama.Hingga..
"Hari ini sepertinya aku tidak bisa menemanimu dulu.Ada hal mendadak yg harus ku selesaikan"
"Bolehkah aku mengetahui apa itu?-Barangkali aku bisa membantu walau hanya sedikit!"
"Hahh..Baiklah.Sebenarnya kubah sihir yg memisahkan antara dunia manusia dan dunia iblis mulai hancur akibat serangan 'Sesuatu'"
Daimonas yg mendengar penjelasan singkat Derrick langsung berasumsi kalau 'Sesuatu' yg dibicarakan olehnya adalah kakaknya yg ingin menghancurkan dunia manusia.Karena sudah tinggal selama 1 bulan dan 29 hari di dunia manusia,Pandangannya terhadap dunia manusia kian berubah dan beranggapan kalau dunia manusia sama saja seperti dunia iblis hanya berbeda jenis saja.
"Jangan sampai kau yg melakukannya..Kakak!!"
Kata Daimonas di dalam hati sambil menggigit bibirnya.
"Maafkan aku,Derrick.Tapi aku tak bisa membantu permasalahanmu sedikitpun"
"Tidak apa-apa.Aku juga tidak memaksamu"
Jelas Derrick sambil tersenyum kemudian langsung berlari pergi menuju ruang pemantauan kubah sihir.
"Kalau identitasku sebagai putri dari raja inlis ketahuan,Apakah Derrick akan membunuhku?Sudahlah,Aku tak akan mengambil resiko dengan tinggal disini terus.Aku harus pergi secepatnya darisini.."
Keputusan ini bagi Daimonas cukup berat karena harus meninggalkan orang yg akhirnya mengisi kekosongan hatinya setelah 100 tahun lebih.
Dia secepat mungkin berlari keluar dari menara penyihir menggunakan sihir tembus pandang sehingga tidak ada orang yg menyadarinya.Setelah sampai di luar,Daimonas langsung pergi tanpa sihir tembus pandang yg tadinya dipakai olehnya dikarenakan mana-nya sudah habis.
"Aku minta maaf..Derrick!-Aku benar-benar tidak ingin meninggalkanmu,Tapi aku tak bisa mengambil resiko ini!"
Ucap Daimonas sambil terus berlari tanpa tujuan pasti.
DI MENARA PENYIHIR...
"Reflexi--
Derrick kaget karena mendapati Daimonas sudah menghilang dari kamarnya.Seketika itu juga,Ia langsung panik dan meminta agar beberapa penyihir yg ada di menara penyihir mencari keberadaan Daimonas A.K.A Reflexia.
DI TEMPAT DAIMONAS...
"Karena hari ini sudah hari ke-30,Hukumanku sudah pasti akan berakhir dan aku tidak dapat menemui Derrick lagi kan?"
Gumamnya sembari meneteskan air matanya yg langsung berubah menjadi berlian hitam setelah menyentuh tanah.
"Daimonas..."
Panggil kakaknya yg secara tiba-tiba muncul di hadapannya kala itu.
"Kakak?Oh,Aku tahu apa tujuanmu.Kau ingin membawaku pulang dan menghancurkan dunia manusia kan?Maka lakukan!"
"Dai.."
"Reflexia..?!"
Kata Derrick yg langsung muncul dari sisi lain hutan dan melihat kalau Daimonas berbicara dengan Agori Daimonon Skleros yg merupakan Putra Mahkota dunia iblis.
Derrick tampak sudah kehabisan kata-kata karena melihat pemandangan mengejutkan itu.
"Derrick..Karena kau sudah melihat segalanya,Aku akan menjelaskan identitas asliku padamu.Namaku sebenarnya adalah Daimonas Skleros.Wanita iblis kejam sekaligus putri dari raja iblis yg merupakan musuh bebuyutan kalian,Manusia"
Tepat di saat dia selesai menjelaskan jati dirinya yg sebenarnya,Penampilan asli Daimonas yg merupakan iblis wanita terlihat.Rambut putih,Tanduk hitam,dan sayap berwarna hitam merupakan ciri khas dari bangsa iblis khususnya anggota keluarga kerajaan dunia iblis.
"Aku tahu kau pasti..Tidak bisa menerima fakta ini dan menyesal karena sudah berteman denganku.Tapi ketahuilah kalau cintaku padamu tidaklah main-main,Derrick"
"Kau boleh percaya kepada perkataanku ini atau tidak,Tapi yg jelas aku..Mencintaimu!"
Dia langsung menangis di saat itu juga setelah menjelaskan semuanya.Identitasnya bahkan perasaannya diungkapkan olehnya secara terang-terangan di hadapan kakaknya dan juga Derrick sendiri.
Para penyihir lain yg membantu pencarian atas Reflexia yg tidak lain adalah Daimonas langsung terkejut ketika mendengar penjelasan tak masuk akal yg dilontarkan oleh Daimonas.Mereka bahkan menunjukkan rasa tidak sukanya dengan sangat jelas saat melihat Daimonas dan Agori.
"Tuan Derrick..Sebaiknya anda tidak usah mempercayai perkataan iblis yg hina itu!-Tidak ada yg akan tahu apa yg mau diperbuat olehnya kepada anda jika anda mau mengikutinya!-Dia hanya ingin menghasut anda!!"
"Reflexia..Maksudku,Daimonas.Apakah pernyataan cintamu padaku itu..Sungguhan?"
Tanya Derrick sambil menatap serius ke arah Daimonas.
"Iya,Aku bersungguh-sungguh mengatakannya.Oleh karena itu,Jika kau mau mempercayainya maka aku akan sangat berterima kasih.Dan jika tidak..Itu tidak apa-apa.."
Kesedihan tampak jelas di wajah Daimonas sehingga membuat Derrick tak tega melihatnya.Di sisi lain,Dia sebagai pemimpin menara penyihir harus berada di kelompok penyihir.Tapi di sisi lain,Dia tak ingin melepaskan Daimonas karena dia sudah mencintainya juga.Sama seperti perasaan Daimonas kepadanya.
"ANDA TIDAK BOLEH MEMPERCAYAI PERKATAAN OMONG KOSONGNYA ITU!!"
Kata salah seorang penyihir kepada Derrick.
"Diam-!"
Derrick langsung membakar hidup-hidup penyihir tersebut sehingga menimbulkan ketakutan di antara para penyihir.
"Keputusanku tidak ada di tangan kalian.Keputusanku adalah keputusanku.Dan semua itu tidak ada hubungannya dengan kalian semua.."
Para penyihir itu terdiam seketika dan tak berani membantah sedikitpun perkataannya.
*TAP TAP TAP*
Derrick yg sudah mengambil keputusannya langsung berjalan ke arah Daimonas yg masih menunggu keputusannya sejak tadi.
"Kau..Percaya padaku?!"
Kaget Daimonas saat Derrick menghampirinya.
"Sekalipun iblis adalah musuh bebuyutan dari bangsa manusia,Aku hanya mengetahui satu hal kalau iblis juga memiliki perasaan.Sama halnya dengan manusia"
Karena keputusannya itu,Derrick langsung tidak diperbolehkan untuk masuk ke wilayah bangsa manusia lagi.Peringatan itu datang langsung dari sang raja dari bangsa manusia.
5 TAHUN KEMUDIAN...
"Apakah kau sibuk?"
"Tidak.Memangnya kenapa?"
"Tak bisakah kau membantuku mengurus anak-anakmu yg tidak bisa diam ini?"
Tanya Derrick sambil memegangi 3 anaknya yg merupakan hasil pernikahannya dengan Daimonas.
"Pfft...HAHAHAHA!!"
Daimonas menertawai nasib malang Derrick yg harus mengurus 3 anaknya yg super hiperaktif tersebut.
Anak pertama dari mereka diberi nama Glykia Kyria Skleros,Yg kedua Vathy Mairo Skleros,Dan yg ketiga Oi Andres Skleros.Anak pertama dan kedua merupakan sepasang putri kembar dari mereka.Dan Andres adalah anak laki-laki mereka satu-satunya.
Sejak 5 tahun yg lalu,Tepatnya saat Daimonas dan Derrick menikah.Dunia manusia sudah dihancurkan oleh Agori Daimonon Skleros yg saat ini telah menjadi Raja Iblis dan menggantikan kepemimpinan ayahnya.
~THE END~