Dini hari, di mana semua aktifitas sudah berhenti, ada seorang lelaki yang memandang dunia sebagai sesuatu yang tidak berguna, semuanya membosankan di mata lelaki itu, ia sama sekali tidak tertarik melakukan apapun, menurutnya akan sia-sia saja dan hanya akan membuang-buang tenaga, kecuali satu, bermain game. Ya, saat ini bahkan lelaki itu tengah bermain game online di ponselnya.
Kedua orang tuanya sudah menyerah akan dirinya yang kehilangan semangat hidup, mereka telah berusaha semaksimal mungkin agar putanya menyadari indahnya kehidupan, tapi gagal. Mereka hanya bisa berharap, akan datang sesuatu yang bisa menyadarkan putranya tentang seberapa indahnya kehidupan.
Malam itu, saat lelaki itu bermain game seperti biasanya, ia bertemu dengan seorang wanita dengan nama pengguna yang aneh di dalam game, ia langsung tertarik dengan wanita itu. Hampir setiap malam, ia akan bermain bersama wanita itu, hari demi hari, rasa tertariknya berubah menjadi suka, kemudian semakin menjadi-jadi dan terbitlah rasa sayang dan tidak mau kehilangan. Lelaki itu merasa, baru kali ini ia bertemu seorang wanita yang kepribadiannya tidak bisa dibandingkan dengan siapapun.
Suatu hari, lelaki itu mengajak wanita itu, Rembulan, untuk bertemu di kehidupan nyata. Lelaki itu sangat senang saat wanita itu mau menerima ajakanya, mereka bertemu siang itu di sebuah kafe, karena tidak pernah mempedulikan apapun, lelaki itu pergi dengan penampilan seperti biasanya, acak-acakan.
Saat bertemu, Rembulan langsung bertanya, "kamu Senja?"
Lelaki itu mengangguk seraya tersenyum, namanya Senja.
"Kenapa kau tidak menghargai dirimu sendiri?" Tanya Rembulan tiba-tiba yang langsung membuat Senja kesal.
"Gak ada yang spesial sama gue, gue gak layak dihargai siapapun."
"Berhenti memandang remeh diri sendiri, dirimu bisa menjadi semuanya tanpa kamu kekang. Jangan pernah mengekang dirimu dengan kalimat 'aku tidak akan berhasil semuanya akan sia-sia.' Tidak, percayalah dunia punya banyak kejutan indah yang belum kamu rasakan, dan tidak akan kamu rasakan jika kamu tidak menghargai diri sendiri." Rembulan langsung pergi meninggalkan Senja sendirian di kafe. Senja bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang kalimat yang diucapkan Rembulan. Tiba-tiba, muncul keinginan untuk berubah dibenaknya.
Senja memulai perubahannya dari menghargai hal-hal kecil yang terjadi di hidupnya, fokus kepada pendidikannya sampai berhenti bermain game, berhenti bergadang, dan membiasakan diri untuk bangun pagi.
Satu tahun berlalu, Senja telah banyak berubah, sudah hampir 180 derajat, orang tuanya merasa sangat bersyukur dengan perubahan Senja yang tiba-tiba itu. Senja juga mulai menginginkan kembali cita-citanya semasa kecil, yaitu, menjadi tentara. Karena semangatnya yang meluap-luap, Senja mulai mengikuti banyak latihan untuk menjadi tentara. Tidak mudah memang, ia harus bergelut dengan banyak kegagalan, tapi ia tidak menyerah. Sampai akhirnya, ia diterima menjadi seorang tentara angkatan darat.
Jangan berfikir Senja melupakan Rembulan. Tidak, ia sama sekali tidak melupakannya, Senja bahkan telah menjadikan ia tujuan sejak rasa sayang kepada Rembulan menyerang hatinya. Senja menghubungi nomor ponsel Rembulan setelah sekian lama, Senja langsung mengajaknya ke jenjang yang serius, yaitu pernikahan. Mereka ta'arufan selama sepuluh hari, kemudian sepakat untuk mengikat janji suci. Kedua orang tua mereka juga telah setuju.
Setelah akad, Rembulan menyalimi punggung tangan Senja seraya tersenyum ramah, dan Senja mencium kening Rembulan yang sekarang menjadi istrinya dengan penuh cinta dan rasa syukur yang teramat dalam. Kemudian, Rembulan memeluk Senja dan menghembuskan nafas terakhirnya dipelukan Senja. Senja yang tidak merasakan detak jantung Rembulan langsung terkejut, ia menatap Rembulan yang telah tak bernyawa.
"Sayang? Sayang? Kamu kenapa? Kok tidur sih?" Senja berusaha membangunkan Rembulan dengan suara menahan tangis, tapi gagal, hatinya hancur lebur detik itu juga, air matanya mengalir dengan deras membasahi pipinya, ia memeluk erat-erat jasad Rembulan. Senja berteriak sejadi-jadinya, berharap Rembulan bisa kembali.
Hari yang seharusnya diselimuti bahagia, berubah menjadi hari yang sangat menyedihkan.
"Setelah berhasil membuat sebuah benda yang hampir mati, bergerak, kenapa kau malah pergi?! Seharusnya kau bisa bahagia bersama benda yang hampir mati ini, tapi kenapa?!!!" Batin senja, karena bibirnya tak sanggup berkata-kata.
Selesai~
♡ :)