Pemain utama:
Zian (Zianna Ramona)
Kris William
Kai
Pengumuman : Cerita ini hanya fiksi (rekaan, khayalan, dan nggak berdasarkan kenyataan). Tulisan ini nyata milik saya Indah Erin dengan segenap jiwa dan raga, inspirasi dari lagu Beast - I’m Sorry yang liriknya berhasil buat saya nangis berkali-kali. sedikit saran, akan lebih asik kalo bacanya sambil dengerin lagu Beast - I’m Sorry [cipt. Jun Hyung]
“Yang plagiat (mengambil karangan orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan sendiri, menjiplak. Seperti mengakui dan menerbitkan karya orang lain atas nama dirinya sendiri) dan menyalin & menempel a.k.a copy-paste semoga diterima disisi-Nya secepat mungkin. Amiiiiiiiin.”
Selamat membaca…………………
(emoticon panda adalah lirik lagu I'm Sorry)
🐼
Aku seharusnya nggak menyimpan kata-kata "Aku cinta kamu"
Tetapi lebih sering mengatakannya padamu
Meskipun aku malas, meskipun aku lelah
Aku seharusnya mengejarmu karena aku merindukanmu
Aku seharusnya mengantarmu pulang setiap hari
Dibanding bertemu teman di akhir pekan
Aku seharusnya bersama denganmu
🐼
(2 bulan yang lalu)
“kak, besok kita pergi ke kebun binatang ya? Zian mau liat panda” Tanya cewek yang menyebut dirinya dengan sebutan Zian tadi kepada seorang cowok tampan di sampingnya yang tengah sibuk dengan Iphone 11-nya itu, cowok itu menoleh sekilas kearah Zian kemudian berkata
“kakak nggak bisa Zianna, ada yang harus kakak kerjakan besok dengan Andra, kamu bisa ajak teman-teman mu atau kita perginya kapan-kapan gimana?” jawab cowok di samping Zian. Zian manyun kesal karena jawaban dari kakak tampan yang berstatus sebagai pacarnya itu.
“Tapi Zian maunya sama kak Kris titik.” Ujar Zian ngambek, Zian memalingkan wajahnya ke arah lain yang penting nggak bertemu dengan wajah angry bird milik pacarnya yang sudah diketahui bernama Kris itu. Kris mengusap pucuk kepala Zian dengan lembut dan mengatakan bahwa dia benar-benar nggak bisa menuruti keinginan pacarnya yang mirip panda tersebut dan setelah beberapa lama akhirnya Zian mengerti bahwa pacarnya yang tampan itu sedang sibuk dan merelakan waktu akhir pekannya nanti nggak diisi oleh Kris, Zian pun mulai berpikir apa yang harus dia lakukan akhir pekan ini tanpa Kris dan akhirnya Zian mendapat ide untuk membantu kakak sepupunya Angel di cafe miliknya besok.
Zian menoleh ke arah Kris dan tersenyum tulus melihat wajah cowok yang sudah dua tahun belakangan ini menemaninya, beberapa menit telah berjalan mereka tetap berada dalam keheningan sang waktu, Zian dengan pikirannya dan Kris dengan Iphone 11-nya.
“kak Kris, aku sayang kamu.” bisik Zian tiba-tiba pada telinga Kris yang hanya dibalas senyuman oleh Kris.
“kak ayo kita pulang, sudah jam 09.30. nanti Zian dimarahi tante kalo pulang lewat jam 10.00.” Kris menghentikan ketikan jemarinya di Iphone 11nya itu kemudian beralih menatap Zian,
“Zian, maaf sepertinya kakak nggak bisa mengantarmu pulang. kakak ada janji dengan Imran untuk meneruskan riset kami malam ini, kakak akan menginap disana, kasihan Imran selama tiga hari ini dia yang mengerjakannya tanpa kakak sebagai ketua kelompok. kamu tak apa pulang sendiri kan, kakak akan panggilkan taksi, ayo.”
Kris menarik tangan Zian kemudian memanggilkan taksi, Zian pun malam ini pulang dengan keheningan di dalam taksi sambil memikirkan Kris, sepertinya dia harus lebih sabar lagi kali ini karena pacarnya sedang sibuk dengan tugas-tugasnya, Zian kamu pasti bisa semangat. Zian menyemangati dirinya dalam hati.
#esok harinya#
Zian menjalankan niatnya untuk membantu Angel di cafenya. Zian berada disana sampai pukul 5 sore, sebelum pulang ke rumahnya Zian mampir ke rumah Angel dulu padahal jarak rumah Angel dengan rumah Zian cukup jauh tapi entahlah saat ditanya Zian menjawab hanya sedang ingin main ke rumah kakak nya itu.
Zian sudah pulang dari rumah Angel, di tengah perjalanan pulang dari rumah Angel, Zian Melihat Kris sedang bermain basket bersama seseorang yang nggak diketahuinya dan di pinggir lapangan terlihat Andra sedang makan sesuatu yang Zian yakini adalah Bakpao. Zian berjalan menghampiri Andra,
“hai kak Andra, makannya pelan-pelan saja nggak akan ada yang merebut bakpao itu dari mu kok.” Ucap Zian sambil terkekeh melihat mulut Andra yang penuh dengan bakpao.
“Oh Zian, hai kamu mencari Kris? Dia bermain dengan Rangga tuh.” Ujar Andra dengan mulut penuh
Sekilas info, Kris dan Andra satu kampus tapi beda jurusan dan mereka berteman sejak SMP. Makanya Zian mengenal Andra, dan untuk Rangga dia merupakan teman satu jurusan Kris tapi beda kelas, mereka sama-sama suka basket jadi dapat dekat dengan mudah, tapi Zian nggak begitu mengenal Rangga karena Kris baru dekat dengan Rangga akhir-akhir ini.
“nggak koq kak, aku hanya nggak sengaja lewat dan melihat kak Kris disini jadi aku mampir.”
20 menit kemudian Kris datang menghampiri Zian dan Andra diikuti Rangga di belakangnya, peluh membanjiri tubuh dua orang yang seperti tiang itu.
“Zian kenapa kamu bisa ada disini?.” Tanyanya
“Zian nggak sengaja lewat kak, tadi Zian habis dari rumah kak Angel.” Jawab Zian sambil menghapus peluh di wajah pacarnya itu dengan sapu tangan yang dia bawa.
“I Love You” Ucap Zian disela pekerjaannya menghapus peluh di wajah pacarnya dan hanya dibalas dengan senyuman lagi oleh Kris.
“Oh ya Zian kenalkan ini Rangga tetangga barunya Andra, Rangga kenalkan ini Zian pacarku”
“hai Zian, kamu lucu sekali mirip Zi.” Sapa Rangga sambil mencubit gemas pipi Zian
“hahhah, hai juga kak, aku Zian salam kenal.” Jawab Zian setelah berhasil melepaskan cubitan ganas Rangga pada pipinya. Andra dan Kris hanya tertawa melihat hal itu.
Karena mereka ber-4 keasyikan ngobrol disana tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
“Zian, kakak harus ke kantor paman dulu kamu pulang sendiri ya.”
Lagi-lagi begini dan Zian hanya mampu membalasnya dengan anggukan dan senyuman manisnya. Zian pulang sendiri lagi hari ini tanpa pacarnya, dan Kris segera menuju ke kantor pamannya setelah melihat Zian pulang dengan taksi, di perjalanan menuju kantor Kris membuka handphonenya yang menampilkan wallpaper Zian disana, dia tersenyum melihat senyum itu.
Dia merindukan senyum itu setiap saat dan dia menginginkan senyum itu juga setiap detik hembusan nafasnya. Saat ini Kris sedang terlena dengan kehidupannya sebagai mahasiswa dan teman-teman barunya sehingga dia sedikit melupakan kehidupannya satu lagi, yaitu kehidupan hatinya bersama seorang cewek mirip panda imut bernama Zianna Ramona. Yang ada dipikiran Kris saat ini hanyalah bagaimana caranya menikmati waktu saat ini bersama teman-temannya.
#esok harinya#
Hari ini Zian ada latihan karate di sekolahnya, itu artinya dia akan pulang terlambat dari biasanya, siang harinya Zian mengirimkan pesan kepada Kris untuk menjemputnya pukul 4 sore dan Kris membalas bahwa dia akan menjemput Zian nantinya.
Zian sangat senang mendengarnya dan ternyata dia pulang setengah jam lebih cepat dari biasanya, Zian segera mengirim pesan pada Kris bahwa dia sudah pulang dan Zian langsung berlari menuju halte bus untuk menunggu Kris datang. Baru beberapa menit menunggu ternyata hujan turun dengan nggak berkeprikemanusiaan.
Zian masih menunggu dengan sabar, dia melihat handphonenya tapi nggak ada pesan balasan dari Kris, sudah setengah jam dia menunggu disana, namun pacarnya belum datang juga. Zian kedinginan pastinya karena hujan ini disertai angin kencang, dia memeluk dirinya erat seolah bisa meringankan rasa dingin ini.
Sudah satu jam lebih Zian berada di halte bus itu menunggu Kris, Zian berkali-kali menghubungi Kris namun panggilannya nggak pernah dijawab oleh Kris, Zian tetap berpikir mungkin Kris sedang diperjalanan kemudian Zian mencoba untuk menghubungi Kris lagi, untungnya panggilang ke-8 nya dijawab juga oleh Kris.
“hallo.” Jawab Kris diseberang sana, suaranya terdengar seperti orang baru bangun tidur.
“kak, kakak dimana? Kenapa nggak membalas pesan ku?.” Tanya Zian, dia berusaha berbicara normal padahal tubuhnya sudah menggigil saat ini.
“kakak tadi sedang tidur baby, kenapa kamu bangunkan kakak, kakak capek banget hari ini. kakak mau istirahat dulu, nanti malam kakak telpon lagi ya.” ucapnya
“oh, Semoga tidur mu nyenyak kak, I love you.” Jawab Zian, dia menangis kemudian menutup panggilan itu dan Kris bagaimana dengannya, dia telah kembali ke kapuklandnya dengan hati dan pikiran yang damai, bahkan pernyataan cinta dari pacarnya pun tak dia balas. kamu benar-benar hebat tuan Kris.
Zian tetap menangis, hatinya sangat sakit dia bahkan nggak merasakan bahwa tubuhnya sudah benar-benar menggigil dan bibirnya telah memucat, karena nggak dapat menahan rasa dingin itu lagi Zian akhirnya hilang kesadaran, namun sebelum kesadarannya menghilang dia mendengar sebuah suara meneriaki namanya dengan panik kemudian semuanya gelap.
Seminggu semenjak kejadian itu Zian sudah nggak berkomunikasi lagi dengan Kris, Kris pun hanya sesekali mengiriminya pesan untuk jangan lupa makan dan belajar dan Zian mulai memikirkan sesuatu.
🐼
Aku bahkan nggak mendengarnya tetapi lonceng telah berbunyi
Aku nggak bisa mempercayainya
Tanpa alat pengaman, kamu memutuskanku
Dan sekarang kamu telah menjadi hari masa lalu-ku dan bukan masa kini-ku
Saat aku melihat ke belakang, bukannya mengerti kamu,
Aku malah mementingkan keangkuhanku dan memberimu waktu-waktu yg sulit
Maafkan aku, aku mungkin nggak ada di hatimu lagi
Aku mungkin hanya kenangan bagimu
🐼
Kris saat ini tengah bermain basket dengan teman-teman kampusnya, mereka bermain seperti tiada beban dan saat ini mereka sedang istirahat di pinggir lapangan sembari berseda-gurau, disaat waktu istirahat itu Kris menerima telpon dari Zian. Dia nggak begitu mendengarkan apa yang Zian katakan sebelumnya, namun satu kalimat yang membuatnya terpaku di tempat dengan ekspresi layaknya badut ancol.
“kak, sebaiknya kita akhiri saja hubungan ini. Maaf Zian nggak bisa bersama kakak lagi, jaga diri kakak ya Zian baik-baik saja disini.”
Kris terdiam tak mampu berkata-kata lagi, wajah tampannya sekarang seperti orang bingung, dia pergi meninggalkan lapangan basket itu tanpa membawa tasnya dan menghiraukan panggilan teman-temannya. Dia hanya membawa handphone yang masih menempel di tangannya, Kris berjalan tak tentu arah, entah dimana sekarang dia berada dia nggak peduli, yang dia inginkan adalah menghilangkan ingatannya mengenai kata-kata Zian pacarnya atau sekarang telah menjadi mantan pacarnya tadi.
#esok harinya#
Kini Kris tengah berada di depan rumah Zian, tepatnya paman Zian. Selama di Bandung Zian tinggal bersama paman dan tantenya karena orang tua Zian berada di Palembang, Zian memutuskan untuk menetap di Bandung pun dikarenakan Kris, dia rela meninggalkan kampung halamannya demi bisa berada dekat dengan Kris, namun sekarang??
“permisi tante, apa Ziana ada di dalam?”
Tante Zian terkejut ketika membuka pintu, dia dihadapkan dengan pemandangan mengenaskan dari seorang Kris, penampilan Kris hari ini sangat memprihatinkan, rambutnya berantakan sepertinya nggak disisir dengan mengenakan kaos berwarna biru namun dia memakainya terbalik kemudian celana jeans yang untungnya nggak terbalik tapi panjang sebelah, karena yang digulung Cuma sebelah, mungkin dia lupa untuk memperbaikinya dan dia mengenakan sepatu……
Oh no bukan sepatu, tapi….
Sendal jepit. Seorang Kris yang biasanya selalu mengenakan sepatu bermerk plus mahal kali ini memakai sendal jepit, sepertinya itu milik ARTnya di rumah yang dicurinya diam-diam karena semua sepatu mahalnya digadaikan(?). Bahkan tante Zian lumayan sulit untuk mengenali makhluk yang berada dihadapannya kini, benarkah ini Kris pikirnya.
“Oh Kris, apa kabar? apa kamu makan dengan baik? kamu sepertinya agak berantakan.” Sebenarnya bukan agak tapi sangat.
“Boleh aku bertemu Zian tante?” tanya Kris tanpa memperdulikan ucapan tante Zian sebelumnya.
“Ya? apa kamu nggak tahu?”
“Tahu apa tante?”
“Zian sudah kembali ke Palembang pagi ini, dia berangkat pagi-pagi sekali. Katanya dia merindukan mamanya.”
Sang rakyat jelata alias Kris kaku luar biasa mendengarnya. Zianna nya sudah pergi, meninggalkannya tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Kini Kris berada di taman yang berada tak jauh dari rumah tante Zian, dia merenung memikirkan kenangannya bersama Zian. Mulai dari awal pertemuannya sampai kemarin.
“Dia telah pergi, apa aku telah memberikan hal yang menyenangkan untuk mu baby. Maafkan aku, maafkan aku baby, kumohon maafkan aku.” lirih Kris pilu dan tanpa permisi air mata pun keluar membasahi pipinya perlahan, dia menangis bersama penyesalan.
🐼
Mengapa aku menyesal sekarang?
Mengapa dulu aku nggak tahu?
Maafkan aku (Maaf) Aku minta maaf sayang (Maafkan aku sayang)
Mengapa aku menyesal sekarang?
Kamu sangat berharga untukku
Aku berharap aku menjadi kenangan indah yg tertinggal untukmu
🐼
“kak, besok kita pergi ke kebun binatang ya? Zian mau liat panda”
“kakak nggak bisa Zian, ada yang harus kakak kerjakan besok dengan Andra, kamu bisa ajak. teman-teman mu atau kita perginya kapan-kapan gimana?”
Kilasan balik itu memenuhi ruang pikiran Kris, saat ini dia sedang berada di kebun binatang, tempat yang ingin Zian kunjungi beberapa bulan yang lalu dan sangat Zian sukai karena disini Zian bisa melihat panda, hewan favoritnya dan sekarang pun Kris tengah memperhatikan seekor anak panda yang sedang bermain dengan mainan kuda poni untuk anak-anak sendirian, anak panda itu sangat senang bisa bermain-main sepertinya.
“Baby, kakak ada di kebun binatang. Dan sekarang kakak sedang melihat panda, kamu tahu panda itu sangat lucu, tapi bagi kakak kamu lebih lucu dibandingkan dengan panda itu.” Ucap kris sambil tersenyum sendu melihat anak panda tersebut, seketika anak panda itu menoleh kearah Kris sejenak kemudian kembali melanjutkan permainannya.
🐼
Karena aku dulu masih muda
Karena aku belum tahu apa-apa
Akankah kamu senggaknya mendengar pembelaanku?
Dan akankah kamu menggenggam tanganku lagi?
Meskipun bukan sekarang, meskipun membutuhkan waktu yang lama
Aku akan menjaga tempat kosongmu
Aku akan terus bertahan di sini
Aku berharap nggak terlalu terlambat membawamu kembali
(Aku akan menjaga tempat kosongmu)
Aku berharap kamu nggak terlalu jauh
(Aku akan terus bertahan di sini)
🐼
Kris menyanyikan sepenggal lirik lagu Beast - I’m Sorry, kini dia tengah duduk di tepi ranjangnya dengan memegang sebuah boneka panda pemberian Zian saat merayakan hari jadi mereka yang ke2. Sejak kejadian Zian memutuskannya, Kris selalu mengirimi Zian pesan diemailnya, mengapa nggak di handphonenya, karena Zian telah mengnon-aktifkan atau mengganti nomor handphonenya sejak kejadian itu. Kris mengirimi Zian pesan permintaan maaf dan meminta Zian untuk kembali bersamanya lagi.
“Baby kakak merindukan mu, kakak mohon kembalilah. kakak akan belikan apapun yang kamu minta baby, kita akan pergi kemana pun kamu mau. Maafkan kakak baby, kakak akan tetap menunggu mu disini. Meskipun sangat lama, kakak akan tetap menunggu mu dan mencintaimu. I Love You”
🐼
Aku tahu aku seharusnya melupakanmu
Tetapi itu nggak mudah
Maafkan aku (Maaf) Aku minta maaf sayang (Maafkan aku sayang)
Aku nggak terbiasa tanpa kamu,
kamu lebih tahu aku dengan baik
Aku hanya ingin memberimu
Kenangan yang baik
🐼
Kris menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa seperti biasa, namun ada yang berubah. Lingkaran hitam di matanya makin menebal, sepertinya dia ingin menyamai mata Zian, tapi Zian tampak lucu dengan mata pandanya sedangkan Kris? Silahkan dibayangkan. Kris nggak pernah lagi bermain basket dengan Rangga atau pun teman-teman kampusnya yang lain dan akhir pekan akan dia habiskan dengan menyendiri di kamarnya yang kini telah penuh dengan panda dan Zian, foto Zian berada dimana-mana mulai dari ukuran kecil hingga jumbo dan boneka panda berserakan disana-sini.
Kris tak bisa melupakan Zian, itu adalah hal tersulit baginya. Dia juga tak terbiasa tanpa Zian, dia sering melewatkan waktu makan siangnya. Hal ini benar-benar membuat khawatir teman-temannya juga keluarganya bahkan mommy nya yang berada di Kanada sana harus terbang ke Bandung saat mendengar kabar tersebut dari tantenya.
Zian kamu benar-benar berdampak buruk pada seorang Kris, Kris sangat nggak terbiasa tanpa mu. nggak ada lagi ucapan selamat pagi tiap harinya, senyuman manis, kebawelan yang membuat orang bisa menutup telinganya mendengar Zian berceloteh, dan kata-kata cinta (aku sayang kamu, saranghae, wo ai ni, I love u) dari Zian telah hilang.
“Zian semoga ada kenangan indah yang kakak torehkan untuk mu selama ini.”
🐼
Setelah hari-hari berlalu dan waktu mengalir
Kamu semakin jelas
Mengapa kata-kata "aku cinta kamu" baru melekat di mulutku sekarang?
Kupikir aku tahu sekarang, aku bisa menjadi lebih baik
Tetapi sudah terlalu terlambat untuk penyesalan itu
Kamu telah menjauh
🐼
Hari ini Kris melihat Zian dimana-mana, dia melihat Zian berkeliaran di sekitarnya. Namun saat didekati Zian menghilang dan Kris baru sadar bahwa itu hanya imajinasinya, Kris berjalan ke toilet untuk mencuci mukanya, di cermin toilet itu terlihat bayangan Zian sedang tersenyum kearahnya, senyum yang selama ini dibutuhkannya.
Kris tahu itu hanya ilusi namun Kris abaikan itu yang penting dia bisa melihat wajah Zian yang dirindukannya selama ini.
“Baby aku sayang kamu dan I love u so much. kakak bisa memperbaiki semuanya baby, kakak janji, kembalilah. Jangan tinggalkan kakak, disini hampa baby.” Ucap Kris sambil menunjuk dadanya yang sesak sekaligus kosong.
Tak lama bayangan Zian pun lenyap dari cermin meninggalkan Kris yang kini tengah bersandar pada dinding dengan terus memegang dadanya dan lagi-lagi air mata keluar tanpa permisi.
“Maafkan kakak, maafkan kakak baby, kakak mohon maafkan kakak.”
🐼
I’m sorry (I’m sorry) I’m sorry baby (I’m sorry baby)
🐼
Full flashback :
“Zian tetap menangis, hatinya sangat sakit dia bahkan nggak merasakan bahwa tubuhnya sudah benar-benar menggigil dan bibirnya telah memucat, karena nggak dapat menahan rasa dingin itu lagi Zian akhirnya hilang kesadaran, namun sebelum kesadarannya menghilang dia mendengar sebuah suara meneriaki namanya dengan panik kemudian semuanya gelap.”
#esok harinya di depan rumah Zian#
“Zian kamu sudah baikan? Kalau masih sakit sebaiknya istirahat saja” Tanya Kai tetangga Zian
“eh, Kai, aku baik-baik saja sekarang. Kenapa kamu bisa tahu kalau aku sakit?” Zian balik Tanya
“Kemarin kan aku yang membawa mu pulang, kemarin saat aku ingin main ke rumah mu ku lihat tante mu mondar-mandir seperti setrikaan di teras rumah, saat ku Tanya katanya kamu belum pulang.
Padahal seharusnya kamu sudah pulang sejak dua jam yang lalu dan kamu juga nggak menjawab panggilan di handphone mu, itu yang membuatnya sangat khawatir.” Jelas Kai panjang lebar.
“Terus bagaimana kamu tahu aku di sekolah?” Tanya Zian lagi
“tante mu yang bilang kalau kamu mungkin ada di sekolah, karena hari itu kamu ada latihan karate, sebelumnya tante mu menelpon guru karate mu dan katanya anak-anak karate sudah dipulangkan jam setangah 4 sore, itu artinya kamu sudah berada di luar selama dua jam lebih.
Aku langsung menuju sekolah mu saat itu dan aku menemukan seekor panda yang sedang sekarat kamu tahu, kamu sudah nggak berbentuk manusia lagi tapi zombie yang menakutkan, tapi sayangnya sang zombie tengah tak sadarkan diri.” Jelas Kai sangaaaaaaaaaat panjang lebar.
“Maaf Kai.” Zian menundukkan wajahnya takut dan minta maaf pada Kai.
Sekilas info : Kai adalah tetangga Zian, rumahnya berada di samping rumah tante Zian. Kai sekolah di sekolah khusus cowok dan Zian sekolah di sekolah umum biasa, mereka sudah sangat dekat layaknya kepompong alias best friend bagi Zian, bagi Kai siapa yang tahu?? Mereka sudah dekat sejak kecil karena saat kecil Zian sering diajak mama-papanya untuk berkunjung ke rumah paman dan tantenya di Bandung, dan ketika Kai tahu bahwa Zian akan menetap di Bandung lebih lama dia sangat senang.
(Anda mencium aroma-aroma mencurigakan? Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan disini? Jika ingin tahu lebih lanjut jangan ganti channel(?) okeeeeeeeh) #abaikan
#beberapa hari kemudian#
Kai melihat Zian tengah duduk di kursi balkon kamarnya sambil melamun. Sekilas info kamar Zian dan Kai berhadapan lho pemirsa. (wah seru donk tuhhhh) #plakkkkkkk
“Ziannaaaa yang ngaku suka panda, nanti kamu kesurupan hantu panda lhoo.” Teriak Kai dari balkon kamarnya, maklum jarak balkon kamarnya Zian dan Kai lumayan jauh jadi harus ada adegan teriak-teriak.
Zian sadar dari lamunannya dan menatap Kai dengan sendu,
“Kai, aku akan merindukan mu?” teriak Zian kemudian
“Aku tahu aku memang ngangenin Zi, nggak biasanya kamu merindukan ku, jika kamu rindu padaku kamu tinggal berdiri disitu saja maka aku akan datang, ngerti.” Kai kepedean
Zian menggeleng dan berucap
“Kita ketemu di taman belakang ya?”
Dan disinilah mereka berada, dihalaman belakang rumah tante Zian. Kai bingung ada apa dengan matanya? Kenapa makin menghitam dan bengkak?. Kai tahu bahwa selama ini Zian memiliki pacar, tapi dia nggak pernah bertanya pada Zian siapa orang itu dan juga Kai sendiri yang minta pada Zian untuk nggak membertahukan padanya mengenai nama pacar Zian tersebut.
“Kai, aku akan kembali ke Palembang besok”
“What, kenapa? Apa Bandung membosankan Zi?”
“bukan itu, Bandung menyenangkan, sangat malah. Aku merindukan mama dan papa.” Jawabnya
“Jangan bohong” tanya Kai lagi
“Sayang kapan kamu akan pulang? Nenek merindukanmu sayang, mama dan papa juga.”
“Aku akan pulang minggu depan ma.”
“Yang benar sayang?”
“Iya ma, jemput aku di bandara ya?”
“Tentu sayang, mama akan mengadakan pesta setelah kamu pulang, oke, sekarang tidurlah. Jaga kesehatanmu sayang I Love You.”
“Ya ma, me too.”
Berakhirlah percakapan telpon antara ibu dan anak itu, percakapan ini sekitar seminggu yang lalu.
Dan sekarang kembali ke KaiZian.
“Ada alasan lain selain itu?”
“nggak.”
“Jangan berbohong lagi Zi”
“Aku sudah berakhir dengannya Kai”
“Itu alasan utamanya, apa yang dia lakukan? Selingkuh?”
“eh nggak, bukan koq, hanya saja kurasa ini saatnya diakhiri”
“kamu tahu aku senang mengetahui kamu berakhir dengannya, tapi kenapa kamu harus pergi? Itu menyiksaku Zian.” Ucap Kai datar
“kenapa? Apanya yang menyiksa mu Kai? Kenapa kamu aneh sekali sih”
Kai pergi, pergi dari hadapan Zian. Dia juga menghiraukan pangggilan sang Zi, dia menuju garasinya tempat dimana motor sport warna merahnya terpajang dengan manis, dia pergi entah kemana dengan motor tersebut, mengabaikan lelehan bening keluar perlahan dari mata indahnya.
Hari ini Zian bangun pagi sekali, dia akan berangkat ke Palembang dengan pesawat pagi, dia juga sudah memberitahukan hal ini kepada paman dan tantenya dan mereka hanya bisa setuju dengan keputusan Zian.
Zian telah berada di pesawat yang 15 menit lagi lepas landas, dia memandangi jendela di sampingnya.
“kak semoga kamu bahagia, aku akan melupakanmu. Maaf” gumam nya sendiri
“Kai kenapa kamu nggak mengantarku ke bandara. kamu kejam sekali. Aku sudah memberikan no handphone ku yang baru padamu, kutitipkan pada mama mu tadi pagi. Semoga aku bisa bertemu teman seperimu lagi nantinya, terima kasih atas semua kebaikanmu.”
“Selamat tinggal Bandung.”
END
hai…………………….
Saya tau perasaan anda ketika baca cerita ini, ceritanya pasti amat sangat menyedihkan, aneh, kepanjangan, gaje, ngebosenin, ngebingungin, dll yang sulit untuk disebutkan. Maafkan ya reader, Awalnya saya pengen buat cerita romantis yang bisa bikin saya plus kalian senyum-senyum gaje karena terlalu manis(?) ceritanya dan gak ada sedih-sedihnya, tapi kok jadinya begini ya? Saya aja bingung pemirsa. Bagi yang berkenan menyumbangkan uang receh(?)nya atau beberapa wejangan(?) buat saya, maka saya akan amat sangat berterima kasih atas kebaikan hati kalian semua, semoga pahalanya berlimpah, amiiiin.