" permisi Nona " ucap seorang pria pada wanita yang berdiri di hadapannya dengan membelakangi dirinya
wanita itu pun berbalik tubuhnya , menatap pria yang kini sudah menghadapnya . dia menunjukkan wajah juteknya , membuat pria yang menyapanya
tersenyum sungkan .
" ruang dosennya di mana ya Nona ? " tanyanya to do point' kepada wanita yang ada di depannya
" ikut aku " jawab wanita jutek dengan nada perintah , pria itu pun menuruti . karena dia sudah tak punya pilihan
" o iya , sebelumnya ... perkenalkan nama saya Tomi -- " ucap pria itu yang bernama Tomi , tapi terpotong oleh suara wanita jutek di hadapannya
" gue enggak perduli siapa nama Lo " ketus wanita jutek yang berjalan di samping Tomi
Tomi pun diam mendengarkan suara ketus dari wanita jutek yang berjalan bersama dengannya menuju ruang dosen . Tomi bisa menebak , jika wanita cantik nan jutek ini sangat sulit untuk di dekati dan dia tau itu dari cara wanita ini bersikap terhadapnya .
" masuk " hardik wanita jutek , setelah berhenti tepat didepan pintu yang tertulis pada tag pintu ruang dosen
" terima kasih , eh ... saya belum tau nama kamu ? " ujar Tomi yang masih menatap wajah jutek wanita yang baru di kenalnya
" Mita " jawab wanita jutek dengan singkat yang bernama Mita , membuat Tomi tersenyum karena dapat mengetahui nama wanita jutek yang baru di kenalnya
" kalo gitu saya permisi dan terima kasih sudah mau mengantar saya Mita " tutur Tomi dengan senyuman , Mita langsung pergi begitu saja . bahkan dia memutar mata malas dengan setiap pria yang pernah dia temui
setelah kepergian Mita , Tomi membuka pintu ruang dosen dan dengan sopan dia melangkah melewati beberapa dosen . sampai akhirnya dengan tersenyum senang , karena telah menemukan seseorang yang dia cari .
" papa ! " seru Tomi pada dosen yang terlihat sibuk dengan sebuah buku di atas mejanya dengan sebuah kacamata putih yang menyelimuti matanya
" kamu sudah pulang ? " tanya dosen ketika menoleh melihat pria muda yang memanggilnya dengan sebutan papa
" jelas dong pa , emang papa gak senang ya ? aku pulang " jawab Tomi dengan kesal , papanya hanya terkekeh melihat putra tengah kesal
" papa senang kamu sudah pulang dari Canada , tapi kenapa tidak beritahu papa ? " tanyanya lagi sambil berdiri dari duduknya dan melangkahkan mendekati putranya
" surprise pa " ketus Tomi cemberut , karena papanya bukannya memeluk dirinya . tapi Mala memberikan pertanyaan padanya
" terima kasih surprisenya ! " seru papa Tomi dengan langsung memeluk putranya
Tomi dan papanya pun berpelukan , bahkan dosen yang terkenal dengan sikap tegas dan dinginnya . kini Mala mengeluarkan bulir kristal dari matanya , karena rasa rindu terhadap putranya .
" papa ko nangis ? terharu ya ... lihat anak tampang papa sudah pulang " canda Tomi setelah melepaskan pelukannya dari papanya , papanya Mala terkekeh mendengar candaannya
" narsis banget kamu " sahut papa menatap putranya
" pa . ayo pulang , mama Uda nungguin " rengek Tomi dengan menunjukkan pupi eyesnya
" tapi nak -- "
" gak ada tapi-tapian , ayo papa pulang . kita harus rayakan kepulangan Tomi "
sang papa pun menurut , tapi dia membereskan meja kerjanya terlebih dulu . kemudian pergi meninggalkan ruangannya bersama putra tersayangnya , dia tak perlu izin . karena dia yang mempunyai universitas yang dia pijaki . saat dalam perjalanan menuju parkiran , tiba-tiba saja ada seorang wanita yang menjatuhkan beberapa buku dan sontak Tomi mendekat untuk menolongnya .
" terima ka--- " ucap wanita itu terhenti , ketika melihat wajah pria yang menolongnya
" Lo ! " seru wanita itu yang tak lain adalah Mita
" iya , ini saya . kita ketemu lagi Mita " ujar Tomi dengan tersenyum senang
Mita pun dengan cepat mengumpulkan buku-bukunya , tapi Tomi tetap membantu mengumpulkan buku Mita yang terlihat banyak menurutnya .
" ini buku kamu semua ? " tanya Tomi pada akhirnya , setelah buku-buku terkumpul
" iya " jawab Mita singkat
" mari aku bantu , mau di bawa kemana ? atau dimana rumah mu ? kamu pasti mau pulangkan ? " cecar Tomi , membuat Mita kesal
" tak perlu dan terima kasih " ketus Mita , kemudian pergi Membawa buku-buku yang membungkit di tangannya . bahkan sampai menutupi sebagian wajahnya , membuat Tomi tersenyum geli melihat sikap kita
di saat kita sudah pergi , Tomi tak menyadari seseorang yang sejak tadi memperhatikan sikapnya terhadap Mita . bahkan orang itu geleng kepala dengan senyum yang terukir di bibirnya .
" kamu suka dia nak ? " tanya seseorang yang sejak tadi memperhatikan Tomi yang tak lain adalah papanya
" eh papa " ucap Tomi terkejut " kelihatan banget ya pa ? " tanyanya dengan menggaruk tengkuknya menatap papanya dengan senyum kikuk
" okay , papa akan bantu kamu . tapi kamu harus memilih diantara kedua syarat papa " ujar papanya dengan menatap wajah anaknya dengan serius
" syarat ? apaan pa ? "
" kamu pindah kuliah di sini atau tetap menetapkan di Canada "
" emmmm , apa gak ada pilihan lain papa ? "
" engga "
" okay , Tomi pindah kuliah disini " jawab Tomi yakin , setelah memikirkannya . karena dia sangat ingin mendekati wanita yang baru dia kenal
" pintar , papa akan dukung kamu nak " sahut papanya bangga dengan sambil menepuk pundak putranya , karena dia tak harus lagi menanggung rindu terhadap putranya
hari pun berganti Minggu , dan Tomi sudah kuliah di universitas papa selama 3 bulan ini . selama itu juga , dia mencoba mendekati Mita . namun , Mita terus menjauhinya dan bahkan Mita menjulukinya Stupid yang artinya bodoh . karena kemana pun Mita berada , Tomi selalu ada tanpa di undang . bahkan Tomi selalu menampilkan senyum kepada Mita , dan Tomi masih juga belum menyerahkan mendekati Mita .
" Lo . ngapain si ah ? " tanya Mita pada akhirnya , karena dia sudah lelah menghindar dan menjauhi Tomi yang selalu ada di mana pun dia berada . kecuali di rumahnya dan toilet kampus
" dekati kamu " jawab Tomi dengan senyuman
" berhenti dekati gue " ketus Mita yang sudah menahan emosinya
" kenapa emangnya ? kalo aku dekati kamu ? kan aku gak berbuat jahat sama kamu " ujar Tomi yang masih menatap wajah Mita dengan insten
" aku gak suka di dekati " jawab Mita kesal , kemudian pergi menuju parkiran
" aku antar pulang aja Mita " sahut Tomi yang masih nekat mendekati Mita , bahkan Tomi berusaha untuk menggapai tangan Mita . karena Mita tak berbalik atau pun menyautinya lagi
Tomi akhirnya dapat menggenggam tangan Mita , tapi langsung segera di tepis oleh Mita . namun , Mita tetap terus berjalan dan Tomi terus mengikuti langkah Mita . teman-teman kuliah Mita dan Tomi sudah bosan melihat hal itu , tapi mereka sedikit kasihan dengan Tomi yang selalu mengekori Mita yang jutek dan dingin . mereka menduga , jika Mita dan Tomi sedang menjalin kasih . namun , terkadang ada juga beberapa wanita yang ingin mendekati Tomi . tapi , Tomi tak memperdulikan wanita-wanita yang mendekatinya , karena dia hanya tertarik terhadap Mita yang cantik nan jutek .
" Tomi " pekik Mita kesal dan untuk pertama kali Mita menyebutkan nama Tomi
" iya Mita " sahut Tomi , yang kini dirinya sudah berhadapan lagi dengan wanita juteknya
" berhenti dekati gue dan jangan ganggu gue . Lo ... pergi aja de dan jangan pernah muncul di depan gue " ujar Mita dengan menatap tajam Tomi , membuat Tomi merasa sakit di hatinya . bahkan tanpa sengaja bulir air mata jatuh begitu saja , tapi Mita tak mengetahui hal itu . karena dia sudah langsung memasuki mobilnya , kemudian pergi meninggalkan Tomi yang masih mematung di tempatnya berdiri
" apa salah ? jika aku ingin mendekat pada mu ? dan apa salah , jika perasaan ku yang terhadap mu ? " cecar Tomi , kemudian dia menghapus air matanya dan menatap nanar mobil kuning yang di kendarai Mita
" aku akan menjauh , dan mengagap mu asing " hardik Tomi dingin
kemudian Tomi pergi menuju motor kesayangannya , dan menyalakannya serta langsung mengemudikannya dengan kecepatan di atas rata-rata membela jalan kota . bahkan dia tak perduli umpatan orang-orang yang memaki , karena mengendarai motornya dengan ugal-ugalan di jalan raya . kemudian dia berhenti di sebuah rumah yang mewah dengan nuansa gold dan silver .
" assalamualaikum ma pa " ucap Tomi memasuki rumah dengan senyum paksanya
" wa'alaikumsalam nak , gimana kuliah kamu hari ini ? ada sesuatu yang menyenangkan tidak ? " cecar wanita paru baya dengan kelembutan yang merupakan mamanya
" biasa aja pun ma . kalo gitu Tomi langsung ke kamar ya ma " ujar Tomi setelah menyalami mamanya , dan sang mama hanya mengangguk dengan senyuman yang masih setia terukir di wajahnya
Tomi memasuki kamarnya dan langsung menjatuhkan dirinya di kasur empuknya dengan kasar dengan posisi telentang menatap langit kamar . Tomi mengingat apa saja yang dia lakukan selama 3 bulan ini hanya untuk mendekati wanita jutek yang bernama Mita . bahkan dia rela meninggalkan studynya yang berada di Canada hanya untuk bisa mendekati wanita yang mampu membuat dia tertarik untuk mendekat . mungkin bisa di katakan , jika dia memiliki perasaan jatuh cinta di padangan pertama .
" apa aku kembali lagi aja ke Canada ? " tanya Tomi pada dirinya sendiri
" tapi ... papa dan mama pasti tak akan setujuh ! okay , aku akan jalani saja dulu study di sini sampai selesai . setelahnya aku baru kembali ke Canada untuk membangun perusahaan ku lebih maju lagi . ya ! ayo Tomi , semangat ! " ujar Tomi lagi pada dirinya sendiri
sementara di tempat lain , Mita menyesali perkataannya terhadap Tomi dan dia yakin , jika Tomi tersakiti dengan yang dia katakan . memang tak ada salah Tomi mendekati dirinya , tapi karena masa lalu membuat Mita menjauhi yang namanya pria .
Flash back on ...
6 tahun yang lalu
Mita yang masih duduk di bangku SMA yang baru saja pubertas , dia merasakan apa itu cinta . bahkan dirinya sudah memiliki seorang pacar , seorang pria yang tampang yang merupakan kakak kelasnya .
" Mita " panggil pria yang sejak tadi duduk di sampingnya , menatap danau buatan yang terlihat indah dan dapat menenangkan jiwa hanya menghirup aroma di sekitar taman tempat keberadaan mereka
" iya Rio , ada apa ? " tanya Mita lembut menatap wajah pacarnya
" aku ingin kita putus " jawab pacarnya yang bernama Rio tanpa menatap wajah Mita , dia hanya menatap pemandangan yang ada di depannya
" kenapa ? apa aku membuat kesalahan ? " tanya Mita terkejut dengan kalimat yang di lontar Rio untuknya
" kamu bukan membuat kesalahan " jawab Rio seadanya yang masih tak menatap Mita
" terus ? apa yang membuat mu memutuskan ku ? "
" aku ingin sesuatu dari mu dan ku yakin kamu tak akan mau memberikan itu pada ku "
" apa ? apa yang kau inginkan dari ku ? katakan aku akan turuti kemauan mu , asalkan kita tak putus "
" apa kamu yakin ? " tanya Rio yang kini sudah menatap wajah Mita dengan senyuman penuh air dan Mita juga tersenyum dan mengangguk kepalanya
" aku yakin " jawab Mita dengan sikap polosnya
Rio pun menggenggam tangan Mita dan menariknya untuk mengikuti langkahnya . Mita yang merasa bingung pun ingin sekali bertanya , karena entah mengapa perasaannya tidak tenang .
" kamu mau bawah aku kemana Rio ? " tanya Mita pada akhirnya , saat Rio membawanya jauhi melangkah dari tempat mereka duduk dan sekarang Mita melihat hanya ada pohon dan semak-semak membuat Mita semakin merasa tak tenang
" ke sini sayang , kamu duduklah " jawab Rio dengan senyuman yang terlihat aneh menurut Mita
Mita pun duduk menuruti perkataan Rio , pacarnya . namun , tiba saja dia terkejut dengan apa yang Rio lakukan . Rio membuka baju kemeja yang kian melekat di tubuhnya dan kini sudah tergeletak di tanah bagaikan sampah begitu saja di campakkan Rio .
" apa yang mau kamu lakukan Rio ? " tanya Mita yang seketika Langsung berdiri dari duduknya
" kamu harus memuaskan hasrat ku " jawab Rio dengan kelembutan menatap Mita dengan kabut gairah , membuat Mita menelan salivanya dengan kasar .
Mita tak menduga jika ini akan terjadi terhadapnya , dan tanpa pikir panjang lagi . Mita langsung mencoba berlari dari tempat ini , tapi Rio berhasil mendapatkan dirinya dengan Rio yang menjeratnya dari belakang dengan tangan yang melingkar di pinggangnya .
TOLONG ! TOLONG ! TOLONG !
Mita terus berteriak , tapi semua itu sia-sia . sampai akhirnya Mita melihat sebuah ranting kayu yang tidak jauh darinya . dengan sekuat tenaga Mita mencoba melepas tangan yang masih menjeratnya dan ketika terlepas dengan cepat di mengambil ranting kayu yang masih kokoh . kemudian memukul Rio dengan berutal dan air mata yang terus berlinang dari matanya .
" Mita ! berhenti , jangan pukul aku lagi ! " teriak Rio kesakitan , walau dia sudah mencoba untuk menangkis dengan tangannya . namun , masih saja rasa sakit yang dia rasakan dan bahkan muka dan beberapa kulitnya sudah mengeluarkan cairan merah kental
sedangkan Mita masih terus memukulnya dan tak memperdulikan rintihan Rio . sampai akhirnya Rio ambruk di tanah dengan mata yang terpejam , Mita yang melihat Rio sudah tergeletak tak berdaya di tanah pun melemas . bahkan kakinya tak dapat menopang tubuhnya dan dengan hati-hati Mita mengulur tangannya sampai menyentuh nafas yang masih berhembus di hidung Rio .
" baguslah kamu masih hidup , kita impas " kata Mita dengan dingin , kemudian dia berdiri dan menghapus air matanya
Mita pun pergi meninggalkan Rio tergeletak begitu saja di sana yang penting dia tau , jika Rio masih hidup dan hanya pingsang .
semenjak kejadian itu , Mita yang kiannya seorang wanita yang polos dan periang tergantikan menjadi seorang wanita yang dingin dan jutek . sehingga sampai sekarang tak ada orang yang mau mendekatinya sama sekali dan tak ada orang yang tau dengan kejadiannya bersama dengan Rio . karena Rio sudah terkapar di rumah sakit selama seminggu dan tak ada yang tau apa penyebabnya . Rio hanya diam dan sama halnya dengan Mita yang lebih memilih merahasiakannya dan menjadikan sebuah pengalaman . Mita juga sudah mempelajari ilmu bela diri , yang sempat Mita pelajari agar hal yang terjadi dengannya dan Rio tak terulang kembali , sehingga semua orang betul-betul menjauhinya . kecuali ke dua temannya , tapi mereka berpisah di saat akan melanjutkan kuliah .
Flash back off
" semenjak kejadian itu aku sangat membencinya pria dan aku sangat tak ingin dekat dengan siapa pun . karena mereka yang berdusta dan sandiwara untuk bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan " ujar Mita dingin menatap langit yang mendung di atas sana , yang kini dirinya tengah berdiri di balkon kamarnya
Mita terus berdiri di balkon , mengingat kenangannya bersama Tomi . Tomi pria yang berusaha mendekatinya dengan senyuman yang selalu terukir di wajah tampannya . walau sebenarnya Mita memiliki perasaan terhadap Tomi , karena melihat sikap Tomi siapa saja akan senang dan bahagia . begitu pulalah dengan Mita , tapi karena masa lalunya yang kelam . membuat Mita tak bisa menerima kehadiran Tomi , dia lebih memilih kesendirian dalam kesepian .
" Tomi ... maafkan aku , aku tak bermaksud menyakiti hati mu . aku hanya takut ..." ucap Mita sendu menatap langit mendung
seakan semesta alam tau dengan keadaan kedua Manusia yang bimbang dan tersakiti dengan perasaan yang mereka miliki . namun , mereka bisa apa ? jika perasaan yang mereka miliki , harus terjadi seperti yang tidak pernah mereka harapkan .
hari pun berganti Minggu kemudian bulan dan bahkan sudah setahun Tomi menganggap Mita asing . seperti tak pernah mengenal Mita , sama halnya Mita yang juga terlihat biasa saja , walau tak di pungkiri jika hatinya benar-benar sakit . sakit karena Tomi tak pernah memberikannya senyuman hangat lagi dan Tomi juga sama halnya yang masih tidak bisa melupakan Mita . bahkan perasaan yang dia pendam semakin besar , semakin besar perasaannya cintanya terhadap Mita .
" aku harus selesaikan ini segera mungkin , kalo tidak aku bisa gila " kata Tomi dengan aura dinginnya , yang kini dirinya sibuk mengerjakan semua tugas kuliahnya di perpus kampus
semenjak Tomi sudah memutuskan menjauhi Mita , Tomi menjadi pria yang dingin dan pemarah , kecuali jika dia di rumah dia akan menjadi Tomi yang suka bercanda . Tomi berusaha mungkin menyembunyikan rasa sakit hatinya dengan menunjukan keceriaan dalam tawanya .
sementara Mita di masih berada di parkiran di dalam mobilnya . Mita ingin menyampaikan maafnya terhadap Tomi , dan dia memilih waktu sekarang yang menurutnya waktu yang tepat . yaitu menunggu kepulangan Tomi , dan usaha Mita tak sia-sia . selang beberapa waktu Tomi sudah memasuki parkiran , kemudian dengan cepat kita keluar dari mobil dan melangkah mendekati Tomi .
Tomi yang sudah menaiki motornya dan ingin menyalakannya . tiba saja terkejut , saat sebuah tangan mencekal pergelangan tangan dan betapa semakin terkejutnya Tomi melihat Mita yang sudah berdiri di sampingnya dan dengan cepat Tomi langsung menepis tangan Mita , sehingga terlepas .
" ikut aku , aku ingin bicara " ucap Mita dengan wajah juteknya yang seperti biasanya
" untuk ? " tanya Tomi dingin tanpa menatap wajah Mita yang masih menatapnya
" aku ingin bicara berdua dengan mu " jawab Mita " tolong ikut dengan ku "
Tomi yang mendengar itu sungguh terkejut , Mita tak mengunakan sapaan dengan gue - Lo , tapi Mala aku - kamu . membuat perasaannya bercampur aduk menjadi satu . namun , Tomi tak menyadari jika Mita sudah memasuki mobilnya , sampai akhirnya Tomi tersadar dari lamunannya .
Tittttt !!!
Mita membunyikan klakson mobil , membuat Tomi berdecak kesal . kemudian Tomi turun dari motornya dan melangkahkan memasuki mobil Mita dengan aura dinginnya . namun , tidak dengan Mita , Mita Mala tidak menunjukkan aura dinginnya . bahkan dia tersenyum , melihat Tomi mau menuruti perkataannya . kemudian tanpa menundah lagi , Mita menjalankan mobilnya meninggalkan kuliahnya .
dalam perjalanan tidak ada pembicaraan , Tomi hanya menatap fokus kedepan sedangkan Mita sekali-kali menatap Tomi sekilas dan beralih menatap ke depan jalan . sampai akhirnya mobil Mita berhenti di sebuah pantai , menurutnya tempat yang aman . walau sebenarnya dia merasa sedikit takut membawa Tomi ketempat sepi ini , tapi dia ingin melihat Tomi pria seperti apa . apakah Tomi sama seperti pria yang dia tebak ? atau Tomi pria yang baik ? Mita masih belum tau jawabannya
" mengapa Mita membawa aku ke pantai ? hal apa yang ingin dia bicarakan ? " dalam hati Tomi
kini mereka sudah keluar dari mobil dan menatap deburan ombak di pantai yang terlihat hari sudah sore . Mita dan Tomi masih sama-sama diam menikmati pemandangan pantai .
" Tomi " panggil Mita untuk memulai pembicaraan , yang kian hening dan hanya deburan ombak serta angin pantai yang menemani mereka berdua
" katakan ? apa yang ingin kau bicarakan ? " cecar Tomi tak sabaran dengan nada dinginnya
" aku ingin minta maaf dengan apa yang ku katakan saat itu . Tomi ... maafkan aku " kata Mita lembut , selembut angin yang berhembus di pantai . membuat hati Tomi tersentuh , karena untuk pertama kalinya Mita berkata dengan lembut padanya , tapi Tomi masih masih pada sikap dinginnya
" CK . hanya untuk minta maaf ternyata , aku sudah memaafkan mu " ketus Tomi menatap wajah Mita , yang kini Mita juga menatap dirinya
" kamu benar memaafkan ku ? " tanya Mita lagi dengan kelembutan menatap netral dalam mata Tomi
" i..ya aku sudah memaafkan mu " jawab Tomi yang mulai merasa gugup , kerena Mita menebus netral matanya dengan tatapan hangat
Mita kemudian duduk di pasir pantai , Tomi yang melihat itu juga melakukan hal sama . karena memang sejak tadi mereka hanya berdiri dan kini sudah duduk di pasir putih menatap matahari yang ingin tenggelam di sana .
" Tomi ... kamu tau ? apa yang membuat ku meminta mu untuk menjauh ? " ujar Mita setelah terdiam beberapa menit , dan Tomi hanya menggeleng
" tidak tau " jawab Tomi singkat menatap deburan ombak yang terombang-ambing oleh angin
" apa kau tau ingin tau ? " tanya Mita lagi yang kini menatap Tomi
" bila ku tanya , apa kau akan memberitahu ku ? " tanya Tomi balik yang kini juga menatap Mita
" aku akan ceritakan pengalaman ku , mungkin sesudah ini kita akan lagi memiliki waktu untuk bertemu . mungkin ini yang terakhir " tutur Mita yang kembali menatap pemandangan pantai
" maksud mu ? " tanya Tomi , tapi Mita hanya tersenyum menatap pemandangan pantai yang kian matahari ingin tenggelam dan Tomi yang masih menatap wajah Mita merasa senang . karena untuk pertama kalinya dia dapat melihat senyum manis milik Mita
" dulu saat aku SMA , aku merasakan apa itu cinta ? cinta adalah perasaan yang membuat kita merasakan kebahagiaan , tapi terkadang cinta itu juga menyakitkan di waktu yang hampir bersamaan " ujar Mita dengan tatapan sendu di saat kalimat menyakitkan keluar dari mulutnya
" aku tau itu , aku sudah merasakannya " sahut Tomi yang masih belum mengetahui beban hati Mita yang pilu sembilu
" Tomi ... saat SMA aku pernah ingin di lecehkan dan karena itu aku sangat membenci pria mana pun . aku trauma akan hal itu " jelas Mita yang kini sudah berderai air mata , Tomi yang mendengar hal itu . sungguh terkejut dan dengan cepat Tomi mendekap tubuh Mita
" menangis lah Mita , jangan di pendam . keluarkan semua beban hati mu , aku disini bersama mu dan akan menjaga mu " tutur Tomi lembut , dan tak dingin seperti sebelumnya . membuat Mita menangis histeris menumpahkan semua beban hati , beban yang selama 6 tahun tersimpan rapat di relung hatinya yang lembut ketika mendengar penuturan Tomi .
" apa sudah ? " tanya Tomi , ketika dia tak lagi mendengar tangis Mita dan dapat Tomi rasakan bila Mita mengaguk di dada bidangnya
" terima kasih " ucap Mita merasakan kehangatan dan kenyamanan dalam dekapan Tomi
" buat apa ? "
" pelukannya "
Tomi yang mendengar jawaban Mita merasa sangat , sangat senang . sedangkan Mita menggerutu mulutnya dalamnya hati yang kecoplosan mengatakan hal itu .
" baiklah , aku akan memelukmu selalu . tapi ... ada syaratnya " ujar Tomi dengan senyuman , tapi Mita langsung melepaskan pelukan dari Tomi dengan kasar
Mita berdiri , dan mencoba untuk menjauh dari Tomi . sedangkan Tomi merasa terkejut dan bingung dengan sikap Mita yang kembali dingin padanya .
" apa syaratnya ? apa maksudmu untuk memuaskan hasrat mu ? ya ? begitukan ? " cecer Mita tajam " semua pria sama aja , pendusta " umpat Mita menatap tajam pria yang berdiri di hadapannya
" Mita ... bukan itu maksud ku . kamu salah mengartikan maksud ku , plis ... dengarkan aku dulu apa yang ku maksud dengan syarat ku --- "
" diam ! " bentak Mita tajam , memotong perkataan Tomi . kemudian Mita membalikkan diri dan berlari menuju mobil . namun , langkahnya terhenti saat ada yang mendekapnya dengan hangat dari belakang
" Mita dengarkan aku dulu ... tolong berhenti mengingat masa lalu . lihat masa depan mu , lupakan masa lalu mu . aku ... aku tak akan melakukan itu sebelum menikahi mu " tutur Tomi dengan penuh kelembutan , Mita yang mendengar penuturan Tomi pun berhenti memberontak
saat Mita sudah berhenti memberontak , Tomi pun melepaskan pelukannya dan kemudian Mita membalikkan tubuhnya .
" apa maksud mu ? " tanya Mita memastikan apa yang dia dengar sebelumnya
" iya Mita ... izinkan aku berada di samping mu , izinkan aku selalu menggenggam tangan mu dan izinkan aku selalu memeluk untuk menguatkan mu dan izinkan aku menjadi pendamping mu . Mita... sejak pandangan pertama aku sudah menyukai mu dan bahkan aku sudah mencintai . aku dulu ... sangat ingin mengubur rasa cinta ini , tapi aku tak bisa . semakin aku mencoba melupakan mu , semakin besar rasa cinta ku pada mu . Mita ... plis , izinkan aku selalu membahagiakan mu " tutur Tomi dengan penuh kelembutan , kemudian dia bersujud di hadapan Mita dan membuka kalung yang melingkar di lehernya di kalung itu ada sebuah cincin . kemudian cincin itu dia ulurkan dengan tangannya " Mita ... Will you Merry me ? " lanjut kalimat Tomi dengan menatap mata indah yang sudah meneteskan air mata kebahagiaan
" Tomi ... apa kamu yakin dengan yang kamu lakukan ini ? " tanya Mita , walau sebenarnya dia sangat ingin langsung berkata " ya "
" aku sangat yakin , aku tak akan salah dalam memilih pendamping ku dan aku memilih mu . jadi Mita ... Will you Merry me ? "
" yes , I Will "
Tomi pun langsung memakai cincin di jari manis Mita , kemudian dia berdiri dan memeluk tubuh Mita dengan sangat erat . Mita pun membalas pelukan Tomi dengan erat juga . Mita tak menyangka , jika hal ini akan terjadi . awalnya dia hanya ingin meminta maaf kepada Tomi , dan mencurahkan ini hatinya pada Tomi . namun , hadiah yang sungguh indah di berikan oleh Tomi , Tomi melamar dirinya dengan suasana pantai yang sungguh indah dan dia berharap jika perkataan Tomi benar nyata dan bukan sebuah kepalsuan belaka .
" sekarang ayo kita pulang " ajak Tomi melepaskan pelukannya dari tubuh wanita yang dia cintai , Mita pun menuruti perkataan pria yang telah melamar dirinya yang kini menggenggam erat tangannya , seakan tak ingin melepaskannya pergi
dalam perjalanan kali ini , Tomi yang mengemudi mobil dan sekali-kali dia mencium punggung tangan wanita tercintanya dengan penuh kelembutan dan kasih sayangnya. Mita hanya tersenyum dengan pipinya yang bersemu merah .
" siapa saja yang tau masa lalu mu ? " tanya Tomi pada akhirnya menatap sekilas Mita dan kemudian kembali manatap kedepan jalan
" hanya kamu " jawab Mita dengan tetap tersenyum senang menatap terus wajah tampan pria di hadapannya
" terima kasih sudah menjadikan aku yang pertama mengetahui masa lalu mu dan itu artinya ... aku berarti bagi mu ? " tutur Tomi
" iya ... begitu de " jawab Mita dengan nada bercandanya , membuat Tomi terkekeh geli . kemudian dia teringat sesuatu lagi
" apa maksudmu dengan pertemuan kita yang terakhir ? emang kamu mau kemana ? " cecar Tomi dengan wajah yang terlihat khawatir , Mita yang mendengar pertanyaan Tomi menjadi murung
" aku ingin pergi ke Canada bersama orang tua ku setelah wisuda nanti " jawab Mita dengan menghela nafasnya
" Canada ? " tanya Tomi memastikan
" iya , di sana ada rumah nenek dan perusahaan kakek yang nantinya papa yang akan menggantikan " jawab Mita panjang lebar
" bagus kalo gitu " sahut Tomi tersenyum kembali tampil di wajah tampannya
" ko bagus , kami mau kita pisah atau LDR gitu " ? ketus Mita kesal langsung melipat tangannya , sehingga genggaman tangan Tomi terlepas
" bukan gitu ... kamu kebiasaan de . aku punya perusahaan juga di Canada , emang kamu belum tahu . bila aku pindahan dari Canada ? "
Mita yang mendengar itu langsung menatap Tomi dan kemudian dia menggeleng . dulu dia tak tau asal usul Tomi , yang dia tau . Tomi mahasiswa baru dan pindahan dari luar negeri . membuat Tomi menghela nafas , dia pun sampai lupa . jika dulu dia yang selalu mengejar Mita dan Mita tak pernah mau berbicara berdua Dengannya . hanya baru hari ini lah Mita yang memulainya dan dia yang mengakhirinya dengan cinta .
" besok aku akan melamar mu bersama orang tua ku , jadi setelah kita sudah selesai wisuda . aku ingin kita langsung nikah saja , agar aku tak harus jauh dari mu " jelas Tomi , membuat Mita terkejut dengan rencana Tomi yang tiba-tiba memikirkan pernikahan
" baiklah , tapi ... bagaimana jika orang tua ku menolak lamaran mu ? " tanya Mita , menantang Tomi
" aku akan menculik mu dan menikahi mu langsung di Canada dengan orang tua ku sebagai saksinya " jawab Tomi , yang menerima tantangan Mita . membuat Mita sungguh terkejut dengan pemikiran Tomi
" okay , kita lihat aja besok "
" maka kamu harus siap untuk menua bersama ku "
Mita yang mendengar itu hanya bisa tersenyum saja dengan perasaannya yang bercampur aduk . senang , bahagia dan takut menjadi satu . senang , karena Tomi ingin segera menikah dengannya dan takut bila mana nantinya orang tuanya tak merestui hubungannya dengan Tomi .
mobil pun berhenti tepat di teras depan rumah Mita . kedua insan yang sudah menjalin hubungan keluar secara bersamaan dari mobil . Tomi langsung menggenggam tangan Mita , padahal kita sudah memintanya pulang . namun , Tomi bersikeras untuk menemui orang tua dari wanita yang dia amat cintai . karena jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukan pukul jam 6 sore yang bentar lagi akan terdengar azan Maghrib .
Tok tok tok
pintu pun di ketuk oleh Mita dan Tomi hanya diam menunggu pintu segera terbuka . selang Beberapa detik pintu pun terbuka , menampilkan wajah seorang wanita paru baya yang hampir seukuran dengan mama Tomi .
" assalamualaikum ma " Mita
" assalamualaikum Tante " Tomi
ucap mika dan Tomi bersamaan , membuat wanita paru baya yang merupakan mama mika , yang masih berdiri di pintu terkekeh melihat hal itu .
" wa'alaikumsalam nak , ayo masuk . sebentar lagi magrib " tutur lembut mama Mita , menatap sepasang kekasih yang ada dihadapannya
Mita dan Tomi pun masuk dengan di susul oleh mamanya Mita dari belakang mereka setelah menutup pintu rumah .
" Mita , aja teman mu shalat Maghrib dulu nak . mama mau nyusul papa mu di kamar , karena mama juga mau shalat . eh iya ... nama teman kamu siapa Mita ? " ujar mama Mita panjang lebar
" perkenalkan nama saya Tomi Endra Prasetya " sahut Tomi memperkenalkan dirinya pada mama Mita dengan senyuman dan sikap sopannya
" o... kamu anak Endra Prasetya , yang pemilik kampus tempat Mita kan ? " tanya mama Mita
" iya Tante , Tante kenal dengan papa saya ? " tanya Tomi balik
" jelas dong , Tante dan papa Mita itu Sahabat dengan ayah kamu "
" kalo gitu tak ada salahnya dong Tan ? jika saya ingin melamar Mita besok "
Mita dan mamanya mendengarkan hal itu sungguh terkejut , tapi seketika mama Mita terkekeh dengan anak muda jaman sekarang yang sangat plin-plan dalam hal percintaan .
" datanglah besok , jika kamu memang serius dengan putri Tante . okay , mama pergi dulu . ko jadi bercerita " ujar mama Mita ketika hampir lupa dengan kewajiban sebagai seorang muslim
setelah kepergian mamanya , Mita menatap Tomi dan menarik tangan Tomi ke sebuah kamar yang merupakan kamar tamu di lantai bawah .
" kamu bisa shalat disini " ucap Mita ketika melepas genggaman tangannya dari Tomi
" kamu gak ingin shalat dengan ku ... kan itung-itung aku belajar jadi imam mu " tutur lembut Tomi menatap wajah cantik Mita
" okay , kamu pergi ambil wudhu dulu . aku mau ke kamar ambil mukenah ku "
Mita pun pergi meninggalkan Tomi di kamar tamu , selang beberapa menit Mita datang dengan sudah memakai mukenanya . Tomi pun menjadi imam untuk Mita , wanita yang sudah di pilih sebagai makmum nya sampai akhir napasnya .
hari berganti , malam pun tiba dan sesuai yang di katakan Tomi kemarin . bila dia akan melamar Mita dan hal ini juga sudah dia katakan pada papa Mita . ke dua orang tua Mita merestui hubungannya dengan Tomi dan seperti saat ini . lamaran berjalan lancar , dan bahkan Mita terlihat sangat cantik dengan gaun yang di kenangkan Mita . Tomi pun juga tampang di hari dia melamar Mita bersama dengan orang tuanya .
ke dua orang tua Mita dan Tomi pun memutuskan tanggal pernikahan yang akan terlaksana di hari ke dua sesudah wisudanya Mita dan Tomi . ke dua keluarga pun sibuk dengan acara pernikahan yang akan di selenggarakan 2 bulan lagi .
hari pun berganti dengan begitu cepat , sampai hari yang sangat di nantikan Tomi dan Mita terjadi . yaitu , hati pernikahan mereka , hari yang penuh kebahagiaan yang mereka pancaran sampai acara selesai . bahkan Mita masih belum percaya , jika sekarang dirinya telah berstatus menjadi istri dari Tomi . pria yang memberikannya cinta , pria yang memenuhi janji yang telah dia ucapkan . membuat Mita dapat melupakan masa lalu dan dengan perasaan yang sangat begitu bahagia .
Mita yang dulu sangat ingin menjauhi pria mana pun , kini sudah terjerat oleh perasaan cinta dari pria yang telah menghalalkannya dengan janji suci dan pernikahan yang sudah mereka lewati . bahkan Tomi selalu bisa bersabar dengan sikap istrinya dan Mita yang semakin mencintai suami . sehingga timbul sebuah makhluk mungil dari lambang cinta mereka .
" aku mencintai mu Mita Diran Mahendra " ucap Tomi dengan air mata bahagia , melihat bagaimana istrinya melahirkan anak-anaknya
" aku juga mencintai mu Tomi Endra Prasetya " sahut Mita dengan nada begitu lembut
hari bahagia yang tak terkira , yang seakan menjadi mimpi bagi sepasang kekasih yang dulu sempat menjauh , karena kisah kelam masa lalu wanita tercintanya dan bersatu kembali menjalin ikatan suci membangun hidup berumah tangga , sehingga hadirnya lambang cinta mereka berdua . Mita dan Tomi hidup bahagia di Canada dengan 3 orang anak yang cantik dan tampang .
TAMAT