"Alice! Kamu mau kemana?" panggil seseorang dibelakangnya.
Perempuan bernama Alice itu menghadap ke arah orang yang memanggilnya. Dirinya tersenyum sembari berkata.
"Aku akan pergi. Sebab aku tidak bisa berlama-lama berada disini." balasnya.
Perempuan bernama Alice itu pergi dan menghilang setelahnya.
---
Mata terbuka lebar dan badan seketika bangkit dari berbaringnya. Friska tersadar dengan jantung yang berdegup kencang.
"Aku bermimpi tentang dirinya lagi."
ucapnya dengan nafas tak beraturan.
Friska bermimpi bahwa ia bertemu dengan seorang perempuan di suatu tempat. Perempuan itu bernama Alice. Teman dekat dari Friska yang telah lama pergi meninggalkannya beberapa tahun lalu. Friska masih merasakan segala kenangan bersama sang teman. Namun, kenangan hanyalah masa lalu. Dan kini dia sadar bahwa dirinya hanya seorang diri sekarang.
"Aku tahu bahwa diriku sudah tidak bersamamu lagi. Akan tetapi kenangan ini selalu melekat di ingatanku, seolah kamu masih berada di sampingku." gumamnya.
Melihat jam dinding yang masih menunjukkan waktu tengah malam. Friska menarik selimutnya dan terdiam seraya menatap langit-langit kamarnya.
"Aku masih saja mengingat dirimu. Seseorang yang mengenal diriku sedari kecil hingga remaja kala itu. Tahu akan hal mengenai pribadiku. Dirimu seperti jiwa yang sangat terikat erat padaku."
Meski ingatannya akan Alice masih berada di benaknya. Friska tidak merasa keberatan. Sebab sang teman adalah sosok spesial baginya.
"Jiwa akan terpisah dari tubuh suatu saat nanti, tapi kenangan akan selalu membekas di ingatan seiring waktu berjalan."
senyum Friska dan menyudahi malam itu dengan lanjut tidur.
-----SELESAI-----