Judul Cerpen : Toilet Mistis
Tema : Horor
Genre : Teen
Penulis : Yuni Ayu Izma
Di sebuah bangunan kampus elit, dikelilingi oleh mahasiswa-mahasiswi yang tengah asyik mengobrol dan tertawa riang di dalam ruang kelasnya.
Seorang wanita cantik yang mengenakan kemeja biru navi dan celana Panjang disertai hijab instan di kepalanya. Wanita itu bernama Naira Ayu yang berjalan masuk ke dalam ruang kelasnya.
Di sepanjang jalan menuju ke arah bangku tempat duduknya, Nayra terus mendengar ocehan yang dilontarkan oleh teman kelasnya yang bernama Ria. Nayra menaruh tas ranselnya di atas meja kursinya dan ia mendudukan diri di kursi bangkunya.
“Kalian tahu gak, aku dengar di ruangan toilet perempuan itu tidak boleh pergi sendirian ke sana,” ucap Ria yang duduk di kursi bangku sebelah temannya.
“Kenapa?” tanya Lala kepo.
“Di ruang toilet wanita itu ada satu ruangan yang ditutup dan itu bernomor 3 dari 6 ruangan di dalam toilet. Aku dengar, satu ruangan itu terjadi pembunuhan dan korbannya itu mahasiswi di kampus ini.” jawab Ria Panjang lebar.
Nayra yang sedang mengeluarkan buku cetaknya dari dalam tas, aktivitasnya terhenti sejenak, ia pernah mendengarkan gossip berita itu tapi ia lupa kapan.
“Kenapa kasus itu selalu menjadi topik perbincangan.” gumam Nayra dalam hati. Ia terus mengamati teman-temannya yang sedang asyik mengobrol di depan kursi bangkunya.
“Katanya Mahasiswi itu dibunuh oleh pacarnya sendiri karena tidak mau bertanggung jawab atas kehamilannya. Yang lebih parah lagi, setelah dibunuh, tubuh mahasiswi itu dimutilasi dan dimasukkan ke dalam closet,” ucap Ria menatap serius di depan teman-temannya.
“Serem banget.” pekik Lita yang duduk berbaling menghadap ke arah Riya.
“Selain itu, siapapun orang yang mengenakan baju bernama biru navi akan dihantui oleh rohnya.” sahut Ria seraya melirik ke arah Nayra.
Nayra yang menerima tatapan dari teman-temannya, ia mengabaikan tatapan itu. “Cih… Kalian pikir aku percaya dengan omongan kosong itu, kalian pikir aku takut dengan hal-hal mistis itu. Aku tak perduli asalkan jangan mengangguku.” kata Nayra yang tidak dapat ia keluarkan dari mulutnya. Ia bukan tipikal wanita suka bertengkar tetapi ia lebih memilih diam demi kedamaian.
“Sebaiknya, aku tulis saja materi pelajaran yang tidak aku mengerti. Jadi, aku tinggal mengajukan pertanyaan saja kepada dosen pengampu.” gumam Nayra pelan.
Nayra terus membaca lembar per lembar buku cetak dan ia mengabaikan perdebatan kecil yang diberikan dari teman-temannya.
“Haduh… Kenapa perutku terasa sakit.” keluh Nayra memegang perutnya dan ia berdiri dari duduknya. Nayra berjalan cepat melewati teman-temannya.
“Nayra!” panggil Riya.
Nayra menghentikan langkah kakinya dan ia menoleh ke arah belakang. “Ada apa?” tanya Nayra menahan rasa sakit perutnya.
“Kamu mau kemana?” tanya Ria.
“Toliet wanita.” jawab Nayra melanjutkan langkah kakinya dan ia menghiraukan ucapan dari Riya untuk mau menemaninya menuju toilet.
Ceklek!
Nayra membuka pintu ruangan toilet wanita dan ia berjalan melewati ruang toilet nomor tiga dan ia masuk ke dalam ruang toilet di sebelah ruangan itu.
Di dalam ruangan toilet wanita terdapat banyak mahasiswi yang berganti pakaian olahraga dan hanya tersisa satu ruang toilet yang bersebelahan dengan toilet nomor tiga dikunci rapat-rapat oleh pihak kampus.
Semua mahasiswi tidak memilih ruang toilet yang ditempati oleh Nayra karena mereka tidak ingin merasakan aura mistis. Nayra mengetahui hal-hal itu dan ia menganggap bahwa informasi itu hanya hoax belaka.
“Alhamdulillah, tidak sakit lagi perutku.” gumam Nayra seraya mengambil tisu basah dan menyirami sisa kotoran closed itu.
Tiba-tiba, lampu ruangan toilet mati dan yang terlihat hanya cahaya bayangan pantulan dari sudut ruangan.
Nayra merasa ada yang tak beres dan ia langsung memegang gagang pintu ruangan toilet yang ditempatinya. Ia terus memutar gagang pintu tapi tetap tidak bisa terbuka.
“Kenapa pintunya terkunci,” ucap Nayra.
“Tolong! Pintu ini terkunci, aku ada di dalam ruangan ini dan bantu aku untuk membuka pintunya.” teriak Nayra terus mengedor-ngedor pintu itu. tetapi tetap tidak bisa terbuka dan ia mengambil ponsel dari saku celananya untuk memanggil teman dekatnya.
“Hallo Ria…” ucapan Nayra terhenti saat melihat pintu ruangan terbuka dengan sendirinya,
Nayra berjalan keluar dari ruang toilet itu dan ia menoleh ke arah kanan dan kiri. Tetapi, tidak ada siapapun di dalam toilet.
Saat ia berjalan menuju pintu keluar ruangan toilet, ia mendengar ada suara tanggisan seorang pria yang berada di salah satu ruang toilet nomor 3. Ayu yang mendengar itu, ia bergidik ngeri tapi ia tetap membuang pikiran negatif itu dan ia membalikkan badannya menuju ke arah ruangan itu.
Tok! Tok! Tok!
“Apakah ada orang di dalam ruangan ini?” tanya Nayra memastikan.
lampu ruangan menyala dan saat ia menoleh ke arah belakang, ia mendapati seorang wanita dengan berlumburan darah sedang tersenyum Jahat ke arahnya.
“ahhhhh…” teriak Nayra keras dan ia langsung jatuh pingsan.
Nayra mengerjabkan kedua bola matanya secara pelan, ia mendapati dirinya berada di dalam ruangan yang tidak dikenalnya. “Dimana aku?” ucap Nayra pelan. Ia mendudukan dirinya di atas sofa empuk. “Bukankah, ini ruangan pemilik kampus itu.” lanjut Nayra.
“Kamu sudah bangun,” ucap Seorang pria yang berjalan mendekatinya.
Nayra menyipitkan samar-samar wajah pria itu dan semakin dekat pria itu berjalan ke arahnya, ia melihat wajah pria itu dengan jelas.
“Pak Zakra.” lirih Nayra terkejut, ia menatap tak percaya karena ia dapat bertemu secara langsung seorang pemilik kampus ternama di daerahnya.
“Kamu sudah bangun, Alma?” tanya Zakra berdiri di depan Nayra, ia mencodongkan tubuhnya dan mensejajarkan tubuhnya untuk menatap wajah cantik Nayra.
“Maaf pak, nama saya Nayra.” sahut Nayra seraya menatap penuh tanya ke arah Zakra.
“Tenanglah, Alma itu adalah namamu. Kamu telah hidup lagi sayang, setelah kematianmu itu. Kamu tahu aku sangat merindukanmu dan aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi. Mari kita memulai hubungan kita seperti dulu.” jelas Zakra Panjang lebar di depan Nayra.
Nayra langsung mendorong tubuh Zakra dan ia mengeluarkan jurus seribu kakinya menuju ke arah ruang kelasnya. “Gila, ternyata Pak Zakra itu seorang psikopat kakap dan pastilah dia yang membunuh mahasiswi itu.” Kata Nayra dalam hati.
Ia terus berlari hingga ia masuk kembali ke dalam ruang toilet wanita. “Kenapa aku masuk kesini lagi?” tanya Nayra dalam hati dan ia berjalan saat melihat seseorang masuk ke dalam toilet dan mencarinya.
Nayra terkejut saat mendapati tubuh Zakra berlumuran darah, ia melihat sebelah Zakra ada seorang wanita yang menakutinya.
“Terima kasih karena telah membantuku untuk mendapatkannya,” ucap mahasiswi dengan wajah menyeramkan itu berubah menjadi cantik. Seketika hembusan angin membawa dirinya menghilang.
#Tamat