Author: Sevryhany
Mita silvila gadis berusia 25 tahu, ia anak satu-satunya ibu sri dan mereka tinggal di sebuah gubuk kecil yang tak jauh dari pinggiran hutan, Mita adalah orang yang sangat tertutup, pergaulannya sangat sempit dan ia juga tidak memiliki banyak teman.
Mita merasa hidupnya sangat berada diluar nalar, ia sadar bahwa jalan yang di ambil nya saat ini adalah jalan yang sesat, tak ada satupun orang yang tau bahwa ia sudah menikah dengan genderuo bahkan ibunya sendiri, ia berniat memutuskan hubungannya dengan genderuo yang menjadi suaminya saat ini, tapi ia tau jika ia memutuskan hubungannya dengan si genderuo, nyawanya yang akan menjadi taruhannya.
Semua berawal pada saat malam jum'at kliwon, Mita sedang berbaring di kamarnya, pukul 23.00 tiba-tiba ada seseorang pria berbadan tinggi besar membuka pintu kamarnya.
" Siapa itu?" Tanya mita, ia ketakutan karena hari ini ibunya pergi berjualan ke desa sekalian membeli kebutuhan yang ada dirumah.
Pria itu mendekati mita, tapi entah mengapa mita seperti terhipnotis dan tak bisa berbuat apa apa,
wajah pria tersebut sangat tampan tak seperti pria pria yang ada di desanya. Pria tersebuk kemudian mengajak mita untuk berhubungan layaknya suami istri.
***
"Siapa pria yang mendatangiku semalam, wajahnya sangatlah tampan" Batin mita, ia belum sadar bahwa pria yang berhubungan badan dengannya itu adalah genderuo penunggu hutan yang tak jauh dari rumahnya.
"Assalammuallaikum" Suara ibu mita terdengar lirih dari luar, membuyarkan lamunan mita
"Waalaikumsallam" Mita pun membukakan pintu dan membantu ibunya membawa barang belanjaan.
Mita enggan menceritakan kejadian semalam kepada ibunya, ia takut ibunya akan syok dan penyakit jantungnya kambuh,
Hari pun kembali malam, si genderuo lagi lagi datang ke kamar mita dan mengajaknya berhubungan suami istri, entah mengapa ia tidak bisa menolak ajakannya tersebut, begitupun malam malam berikutnya genderuo tersebut selalu datang ke kamar mita, hingga suatu ketika mita merasa badannya lelah dan tak bisa berjalan
"Mita, kamu kenapa pagi begini belum bangun" wanita tua yang usinya sudah hampir 70 tahun tersebut diam diam memperhatikan gerak gerik mita yang setiap paginya seLalu terlihat lelah.
"Ibu, hari ini aku lelah sekali serasa sendi sendi tulangku melemah tak ada otot nya" keluh mita sembari menyibakkan selimutnya dan kembali tidur.
"Apa kamu sakit nak?" lirih ibu mita seraya memegang kening mita yang sedari tadi mengeluarkan buliran buliran bening hingga membasahi bantal yang di pakainya.
Mita tidak menghiraukan pertanyaan ibunya dan melanjutkan tidurnya. Entah apa yang mita fikirkan hingga ia memutuskan ingin menikah dengan si genderuo tersebut.
***
Pernikahan Mita dan genderuo tampan dilaksanakan di alam si genderuo, ia baru sadar bahwa pria yang dinikahinya adalah genderuo, tapi mita tak menghiraukannya, pernikahannya di hadiri oleh bangsa bangsa nya dan juga ayah ibu si genderuo, suasana di alamnya sangatlah sakral, dan seperti berada pada era kerajaan kerajaan majapahit jaman dulu. Ternyata si genderuo adalah pangeran kerajaan pada alamnya.
Setelah menikah dengan genderuo mita merasa bahwa dirinya sedang hamil, tapi perutnya tidak membesar, kehamillanya pun juga gaib, hanya selera makannya saja yang berubah.
"Mita, kenapa kamu memakan timun, padahal dari dulu tidak suka timun" ibu mita mulai sedikit curiga akan tingkah mita yang beberapa waktu ini sangat aneh
Suasana begitu hening, tak dihiraukannya pertanyaan ibunya, selama menikah dengan genderuo mita menjadi begitu pendiam pemarah dan jauh dari sebelumnya. Ibu mita penasaran berniat ingin melihat apa yang di lakukan anaknya setiap malam, dan mengapa setiap pagi anak semata wayangnya tersebut merasa lelah dan sulit untuk berjalan.
"Ibu akan pergi ke Desa nak, kamu jaga diri baik baik dirumah" lirih wanita tua itu, seraya mencium kening anaknya
"Baik bu" jawab mita dan pergi mengantar ibunya hingga kedepan pintu
Malam pun tiba, dan saatnya si genderuo datang lagi menemui mita, ibu mita jalan tertatih tatih menuju pinggiran gubuknya, berharap ingin melihat apa yang dilakukan anaknya. Tangan tua yang penuh
dengan kapalan berusaha merobek sedikit demi sedikit dinding tua yang terbuat dari bambu, berusaha mencari celah-celah kecil yang dapat mengantarkan pandangannya ke bilik anaknya.
Betapa terkejutnya ibu mita melihat anaknya sedang bersama dengan pria dan melakukan hubungan terlarang, hati kecilnya teriris, bulir bulir air bening keluar beriringan dari matanya, dadanya sesak menahan isakan tangisnya, dan ibu mita pun memutuskan untuk masuk kerumah melalui pintu belakang rumah.
"PRANNGGGGGGG" Ibu mita sengaja menjatuhkan piring kacanya ke lantai, dan bersamaan dengan itu si genderuo pergi kabur dan menghilang melewati sudut bilik,
"Suara apa itu" Mita bergegas bangun menuju dapur, dan betapa terkejutnya ia melihat ibunya sudah berada di dapur.
"Apa yang kamu lakukan?" Teriak ibu mita menukik semua keheningan di dalam rumah.
"Ibu ak.. ak.. akuu sedang tidur, sejak kapan ibu berada disini?" suara mita terbata bata, raut wajahnya gugup, ia tidak habis fikir ibunya akan kembali secepat ini.
"Ibu mengetahui semuanya" isak wanita tua itu, mata tuanya mulai berkunang kunang, badannya merosot jatuh ke tanah, persendiannya serasa tidak memiliki tulang tulang dan otot.
"Ibuuuuuu" Teriak mita, memeluk ibunya yang tengah tidak sadarkan diri.
Mita mengankat ibunya menuju bilik, entah mengapa kali ini ia merasa perbuatannya benar benar salah dan berharap ingin hidup normal layaknya manusia lainnya, ia berniat ingin mengatakan semuanya kepada ibunya setelah ibunya sadar, ia tak maj membuat ibunya meninggalkannya dan membiarkan ia hidup dalam kesendirian di pinggiran hutan ini.
***
"Ibu .. ibu tidak apa apa kan?" mita menangis dan memeluk ibunya.
"Mita.. kenapa kamu melakukan ini nak" Lirih ibu mita
"Aku tak tahu buu, semua terjadi begitu saja" Sesal mita
"Apkah kamu tahu pria yang bersamamu semalam?"
"ya .. aku tahu bu, dia bukan sebangsa dari kita, tapi dia sangat tampan bu, hingga aku tidak bisa menolak semua yang di katakannya"
"Apa kamu bercanda? dari mana kamu melihat dia sangat tampan, ibu melihat sosok yang menyeramkan, tinggi, berbulu , matanya yang merah dan bergigi tajam" Hentak ibu mita mengeraskan nada suaranya
" Aku menyesal bu.. aku tidak mau ibu meninggalkanku sendiri, aku tidak mau ibu kenapa kenapa" Mita terus menangis terisak memeluk ibunya "aku bahkan sudah memiliki anak bu, tapi tidak ada orang pun yang bisa melihatnya kecuali aku sendiri, aku ingin keluar dari ini semua" Tambah mita
Ibu mita memutuskan membawa mita pergi ke kiyai, dan membuat anaknya tidak terikat dengan si genderuo lagi. Mita pun menganggukan semua perintah dan saran ibunya, ia berniat ingin hidup normal dan menikah dengan suami manusia.
Namun perjalanan tak semulus yang mereka bayangkan, di perjalanan ibu mita dan mita selalu mendapat musibah yang d buat si genderuo.
Si genderuo sangatlah murka, ia berniat ingin membunuh mita, dan menjadikan mita istrinya selama lamanya, namun beruntunglah ada Pria yang selalu membantu mita dan ibunya, ia bertemu pria tersebut pada saat mita akan jatuh kesebuah jurang, dan kemudian di tolongnya
***
Ibu mita menceritan semuanya kepada pria tersebut berharap ia dapat menolongnya pergi ke pondok kiyai yang akan meruqiyah mita.
Pria tersebutpun mengiyakan dan dapat mengantar mita dan ibunya kerumah kiyai.
"Astagfirullah... kamu tahu dosanya jika bersekutu dengan jin?" tanya kiyai, ia kaget mendengar semua yang di ceritakan oleh mita.
"Saya menyesal kiyai, saya ingin menjalani hidup normal seperti sebelumnya" Jawab mita meyakinkan
Kiyai pun memulai semua prosesi ruqiyah, sangat sulit sekali memutuskan hubungan dengan si genderuwo, karena gwnderuo tersebut tidak ingin melepaskan wanita yang sudah menjadi istrinya.
kiyai terus meruqyah mita, hingga akhirnya genderuo tidak tahan akan panasnya api yg berasal dari lantunan lantunan ayat al-qur'an yang di bacakan kiyai, akhirnya genderuo pun menghilang dan tidak akan datang lagi mengganggu kehidupan mita dan ibunya.
****
TAMAT
jangan lupa juga baca novel karyaku yaaa...
- Ada apa dengan suamiku?
- Bosku Pacarku
Terimakasih banyakk All 😇🙏🙏