Mencintai tak harus memiliki..
Dan saat kau telah memiliki pun harus bersiap diri untuk kehilangannya suatu saat nanti..
Cinta itu murni dan harus dijaga.. cinta itu tak dapat dipaksa bagaimana pun dan seperti apapun..
"Lalu.. Apa yg harus ku lakukan..?" Ucap ku dengan terbata-bata..
"Maaf ..." Ucapnya dengan wajah tertunduk dan enggan menatap ku
Aku hanya diam merenungi setiap kata-kata yg dia ucapkan alasan yg belum memberikan jawaban yg memuaskan.. jawaban yg masih tergantung jawaban yg sulit dimengerti entahlah hanya dia yg tahu mengapa dan ada apa dia seperti itu..
"Baiklah jika itu pilihan yg kamu inginkan.. Dan maaf jika selama ini diriku ada kesalahan saat kita bersama ... Tapi ketahuilah setiap ucapan yg pernah ku katakan anggap hanya masa lalu yg tak perlu diingat karna mulai saat ini hubungan yg terjalin lamanya telah berakhir " Ucapku
"Maaf ... tolong maafkan aku" Ucapnya yg kini mampu menatap ku. Dan terlihat dari kedua matanya yg sedang membendung air mata
Aku tersenyum dan hanya menganggukkan kepala ..
Sejujurnya, wajahku memang tersenyum namun perasaan ku saat ini adalah hancur... Sakit pedih semua seakan hilang.. Dunia ku hilang bersamaan dengan dirinya yg akan pergi dan takkan pernah kembali..
Ku langkahkan kakiku ingin beranjak pergi ..
Dengan sigap ia memeluk tubuhku
"Maaf kan aku.. Tolong maafkan aku" Ucapnya dengan nada yg memilukan..
Aku hanya terdiam saat berada dipelukkannya..
jujur saja aku pun tidak ingin berpisah darinya hubungan yg terjalin tidak hanya beberapa menit saja..
namun hubungan kami sangat jauh lebih lama dan butuh proses untuk mendapatkan kenyaman
Ku lepaskan pelukkannya seraya berkata.."Tersenyumlah dan berjanjilah bahwa kamu akan selalu bahagia dengan pilihan mu saat ini jangan pernah menyesali atas apa yg telah kamu lakukan.. " Ucapku dengan wajah tersenyum sambil mengusap air matanya...
Ku langkah kan kaki ku dengan langkah yg cepat..
air mata yg tadinya ku tahan kini lolos lah sudah ...
air mata mengalir dengan sendirinya air mata yg enggan untuk berhenti
Hujan datang.. seakan dunia pun ikut mewakili dengan apa yg ku rasakan saat ini..
Ku langkahkan kaki ku mengelusuri setiap jalan .. kaki ku enggan berhenti perasaan ku hancur dengan seketika hanya karna sebuah rasa..
kecewa sedih putus asa semuanya ada...
Mengenal tak perlu waktu.. Namun melupakan membutuhkan waktu & hati yang tabah..
Jika harus berujung saling melupakan dan saling menyakiti untuk apa kita memberikan perasaan nyaman dan sebuah kenangan yang indah..?
Kita saling berbagi rasa ... berbagi suka maupun duka.. memberikan semangat disaat rapuh mengenggam tangan disaat terjatuh memberikan pundak saat saling merasa lelah...
Pelukan hangat saat merasakan kesedihan yang tak mampu diungkapkan..
Namun ternyata semua hanya lah masa lalu yg tak kan pernah bisa terjadi lagi.. Masa lalu yang penuh kenangan masa lalu yang membuat ku merasa trauma akan adanya Cinta..
***
Beberapa bulan yang lalu
Disebuah ruangan
"Ini apa ... ? "Ucapku dengan menatap sebuah kotak
Dia tersenyum melihat ku
"Buka aja.. " Jawabnya
Aku yang penasaran dengan apa yang ia berikan langsung saja membukanya.. Aku kaget dengan yang dia berikan .. Jantung ku seakan ingin lepas dari tempatnya ... satu pertanyaan yang ada di fikiran ku untuk apa cincin yg dia siapkan
"Wahh bagus banget ... ini apa maksudnya..?" Tanya ku padanya sambil memegang kotak yg berisikan sebuah cincin
Dia tersenyum menatap ku dengan sebuah harapan
"Aku ingin kamu menjadi pendampingku menjadi ibu dari anak-anak ku.." Jawabnya sambil mengenggam tangan ku
Lidah ku keluh tak mampu bicara lagi.. Bagaimana pun ini adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab dan tidak ada perasaan keyakinan dalam hati untuk menjawab dengan kalimat "iya ..."
"Beri aku waktu... "Ucapku dengan singkat dan tak mampu menatap matanya...
Entah berapa lama kami terdiam tanpa bicara
"Umm.. Hari mulai mendung aku pamit pulang " Ucapnya
Aku tersenyum menatapnya ... Terlihat jelas di wajahnya bahwa ia kecewa dengan jawaban yang ku berikan
"Iya.. " ucapku singkat
Dia mendekat menatap ku "Tolong berikan jawaban mu secepatnya sayang.. " ucapnya sambil mengacak-ngacak rambutku..
Jujur di saat ia menemuiku selalu mengacak rambut ku dia sangat suka jika melihat Wajah cemberut ku
Tidak hanya itu ia selalu berprilaku seperti itu dimana pun saat kami bersama..
"Ais... Selalu saja seperti ini.. " ucapku sambil merapikan rambutku
Ia tertawa bahagia saat melihat aku seperti itu
"Aku mencintai mu.. tolong jangan pernah meninggalkan ku..." ucapnya dengan wajah yang penuh harap
Aku tersenyum dan menganggukan kepala
Ia beranjak berdiri meninggalkan ku diruangan dan aku berdiri menghantarkan dia sampai dia keluar
"Aku pulang Assalammualaikum " Ucapnya sambil menghidupkan mesin motornya
"Waalaikumsalam.. Hati-hati dijalan" ucapku
Dia melihat ku dan menganggukan kepalanya..
Terkadang kebiasaan seseorang yang ada disamping mu itu adalah perilaku yang menunjukkan sebuah perhatian memberikan kesan kenyamanan...
Namun terkadang kebiasaan ug diberikan memang terbilang langkah akan tetapi melangkaan itu adalh bentuk kasih sayang yg sebenarnya...