Dev panggilan akrab dari Kalvin Devano, dirinya hampir setiap hari merasakan penderitaan yang amat sangat menyedihkan,bagaimana tidak semenjak kehilangan kedua orangtuanya yang mengalami kecelakaan, Devan tidak pernah merasakan sedikitpun kebahagiaan.setiap saat dia sering mendapat Bullyan dari Adik adiknya,kata kata yang kurang pantas sering dia dengar dari mulut saudara kandungnya sendiri yang membuat dirinya sering merasa gagal menjadi kakak untuk mereka.
"Brukkk"
Sebuah pukulan tepat mengenai perut Devan membuat dirinya tersungkur ke lantai,Benny adik bungsunya sangat membenci Dev bahkan melihat wajah sang kakak pun sangat menjijik kan baginya..
"heh Bedebah siapkan aku makanan "
seketika Dev menitikkan airmata mendengar kata kasar yang dilontarkan adik bungsunya itu
"tunggu Sebentar Ben aku akan buatkan makanan untukmu" Devan pergi dari hadapan Benny dengan hati hancur, kakak mana yang tidak sedih mendengar adik yang dia sayangi mengatakan dirinya seorang bedebah.
Devan pun menyiapkan sarapan untuk ke tiga adiknya , juki,Benny dan Agus
setelah semua sudah tersedia di meja makan Dev memanggil ketiga adik kesayangan nya itu dengan senyum yang merekah tetapi mereka memandang kakak tertua nya itu dengan tatapan sinis dan tidak merespon nya,
"kalian makanlah aku akan pergi untuk bekerja"
Dev pergi dengan senyuman palsunya itu dan dengan mata yang berkaca kaca.
setibanya Devan ditempat kerja dia langsung pergi ke dapur untuk membuat teh manis sebagai pengisi perut karna tadi dirinya belum sarapan, itu adalah kebiasaannya setiap pagi hanya meminum teh tanpa sarapan .
Direstoran inilah Devan bekerja setiap hari tanpa lelah, dirinya termasuk karyawan yang punya kepribadian yang baik dan tidak pernah mengecewakan boss nya
disaat Devan hendak kedapur untuk mengambil bahan makanan dia merasa kepalanya sangat sakit seperti tertusuk jarum, ia menghiraukan nya karna berfikir itu cuma sesat tetapi tiba tiba
BRUUKK
Devan terjatuh kelantai hingga tak sadarkan diri
teman kerjanya sangat kaget melihat Devan tergeletak
"TOLONG
"Devan pingsan" ucap Tono khawatir
iapun segera dibawa kepuskes dekat tempat kerjanya,
"Dokter
tolong segera periksa keadaan teman saya" ucap Tono yang terlihat sangat panik melihat Sahabat nya itu yang belum sadarkan diri,
setelah beberapa menit dokter akhirnya selesai memeriksa keadaan Devan dan segera menghampiri Tono
"tenang saja dia hanya kelelahan dan sepertinya dia punya kebiasaan buruk tidak makan tepat waktu yang membuat lambungnya sedikit bermasalah, saran saya beritahu teman anda untuk selalu makan tepat waktu ucap dokter yang menangani Devan
Tono juga kaget mendengar penjelasan dari dokter " baik Dok saya akan beritahu dia nanti setelah sadar,terimakasih ya dok" ucap Tono
"yasudah saya keluar dulu yaaaa"dokter itupun berlalu dari ruangan tersebut
beberapa saat kemudian Devan sadar dan melihat Tono yang sedang menatapnya tajam,membuat dirinya bingung
"kamu sering gak sarapan ya makanya sakit seperti ini"ucap Tono yang agak kesal dengan Devan
"maaf ya bro,aku bukannya gak mau sarapan tapi memang gak ada nafsu makan,makanya setiap pagi hanya ada Teh manis aja, tenang aja mulai besok aku pasti sarapan kok"ucap Devan memberikan senyuman untuk sahabatnya itu
"yasudah semoga kamu cepat pulih"ucap Tono
jam 17.00 wib pekerjaan Devan akhirnya selesai dan ia segera beres beres untuk pulang
sesampainya di rumah ia tidak melihat satupun adik adiknya,sebelum mandi Devan memilih untuk merapikan rumah dulu dan menyiapkan makan untuk adik adiknya, setelah menyelesaikan semua pekerjaannya Devan membaringkan diri dikasurnya saat matanya ingin terpejam tiba tiba ia merasakan kembali sakit dikepala nya seperti ditusuk jarum bahkan lebih sakit, Devan memeluk bantal didekatnya untuk menahan rasa sakit dikepala ya itu,beberapa saat setelah itu keadaannya sedikit membaik dan Devan akhirnya tertidur.
plakkkk
suara pintu terdengar sangat keras membuat Devan sedikit kaget mendengarnya,
"BEDEBAH
dimana kau cepat siapkan makanan aku lapar"
Devin mencoba untuk bangkit dari tempat tidurnya tetapi langsung terjatuh karna ia masih merasa pusing bahkan sekarang keadaannya semakin parah,tambah pucat dan lemas.
karna tidak ada jawaban dari kakak tertuanya itu Benny akhirnya menghampiri Devin kekamarnya
"ohhhh bagussss
malah santai yaaaa disini,aku bilang siapin aku makan sekarang"
Devin menjelaskan pada adiknya itu untuk mengambil sendiri makanannya karna ia lagi kurang enak badan,tetapi Benny malah makin marah dan
"buukkkk
satu pukulan berhasil mendarat di pipi kakak tertuanya itu
"dasar manusia bedebahhh,,,kau memang tidak bisa diandalkan sebagai kakak tertua,bahkan menyiapkan makanan saja kau tak bisa"ucap Benny
"baiklah Ben aku akan siapkan untukmu"Devan pergi dari hadapan Benny dengan perasaan hancur
setelah selesai Devin memanggil Benny untuk makan sementara ia masih menahan rasa sakit dikepalanya yang tak kunjung membaik bahkan semakin sakit
"Tuhan
jika aku bisa memilih
aku tidak ingin terlahir seperti ini,dibenci Adik kandungku sendiri bahkan satukalipun mereka tidak pernah memanggilku KAKAK "
hati Devan benar benar hancur sekarang tidak ada yang perduli dengan keadaannya
"Ayah,Ibu aku ingin menyusul kalian tolong jemput aku AYAHHH.. IBUUU " Devan terus meratapi nasib nya sekarang
Devan merasa sudah sangat lelah hingga dia tertidur
jam 06.00 wib ia terbangun dan harus membuat sarapan untuk adik adiknya
hari ini Devan akan bekerja dari siang jadi bisa lebih lama untuk mengurus rumah dan adik adiknya
dia membangunkan ketiga adiknya untuk sarapan dan setelah itu Devan berencana untuk pergi ke dokter sebentar untuk periksa sakit yang menyerang kepalanya
Devan berangkat kedokter sendiri karna kalaupun ia menyuruh adiknya untuk mengantarkannya pasti mereka tidak akan Sudi.
sesampainya di Rumah sakit Devan segera duduk diruang tunggu untuk menunggu gilirannya dipanggil
beberapa saat kemudian akhirnya suster memanggil Devan dan segera konsultasi ke dokter keruangan
"hallo Devan"ucap dokter yang akan memeriksanya, oke apa keluhan yang kamu alami" dokter menyakan pada Devan dgn tersenyum kepadanya
"iyaaa dok
selama seminggu ini saya sering merasakan sakit kepala bahkan kadang tidak bisa menahannya karna terlalu sakit seperti ditusuk jarum" Devan menjelaskan semua pada dokter panjang lebar
"baiklah saya akan periksa keadaan kamu dulu Yaaa"dokter itupun menyuruh Devan untuk berbaring agar segera diperiksa
Devan berharap tidak ada penyakit yang serius di kepalanya dia sekalu berdoa selama diperiksa oleh dokter itu
setelah 2 jam Devan menunggu akhirnya dokter itu datang membawa sebuah map coklat
"kamu boleh buka ini nanti dirumah beritahu keluargamu tentang hal ini supaya ada penanganan lebih serius untuk sakit yang ada pada kepalamu, saya harap kamu selalu check up supaya saya tau perkembangannya" dokter itu bicara sangat panjang,tapi anehnya dia menyuruh Devan untuk buka amplop itu dirumah membuat dua semakin takut
"baik Dok
kalau begitu saya permisi dulu" Devan segera beranjak pergi dari ruangan itu,
setelah sampai dirumah Devan ingin sekali cepat cepat membuka isi dari amplop cokelat itu..
"Tuhan
jika hasilnya kurang baik kuatkan aku agar aku bisa bertahan" gumam Devan
ia segera membuka amplop itu dan membaca kata demi kata,hingga dia melihat tulisan
Kanker otak stadium 3
"Bruggghhhhh
Devan terjatuh
bagaimana mungkin ini bisa terjadi,apa ini cuma mimpi
dia mencubit tangannya sendiri dan meringis karna sakit
"berarti aku tidak bermimpi aku sakit dan mungkin akan berujung dengan kematian"
Devan menangis sejadi jadinya,dirumah dia hanya sendiri karna adik adiknya lagi pergi
saat dia mau bangkit dari tempat tidurnya dia merasakan lagi sakit di kepalanya bahkan sekarang darah segar keluar dari hidungnya
iyaaa sekarang Devan mimisan
"apalagi ini apakah aku akan segera mati" ucap devan..
ia mencoba bangkit untuk mengambil obat yang diberikan oleh dokter tadi dan segera meminumnya,.
setelah selesai minum obat Devan kembali membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan lama kelamaan rasa sakitnya sedikit hilang dan iapun akhirnya tertidur
jam 14.00 wib Devan terbangun dari tidurnya, ternyata hari ini dia bekerja dari siang tetapi karna tadi sakitnya mulai kambuh ia tidak mengingat akan hal itu
Devan mengecek hp nya ternyata Tono sahabatnya sudah menghubunginya beberap kali
"aku harus tetap bekerja bagaimanapun pasti diresto lagi sibuk sekarang"gumam Devin
akhirnya ia memilih untuk tetap bekerja dan segera pergi
setelah sampai ditempat kerja Devin segera menghampiri Tono sahabatnya
"kamu dari mana saja dari tadi aku hubungi tidak diangkat"ucap Tono sedikit kesal
"maafin aku ton tadi ada urusan penting " ucap Devin
jam 18.00 wib Devin dan Tono pergi kekantin untuk istirahat sejenak
Devin ingin menceritakan tentang penyakitnya ke Tono namun diurungkan karna ia takut sahabatnya itu kuatir
saat akan bergegas untuk kembali bekerja kepala Devin kembali sakit bahkan ia sampai teriak hingga Tono berlari karna dari tadi Ia sudah pergi lebih dulu
saat Tono menghampiri Devan ia melihat kondisi temannya itu sudah tergeletak dilantai dan Devan juga mimisan
"Dev kamu kenapa?
kamu mimisan kita kepuskes yaa" Tono langsung membawa Devan ke puskes dengan rasa panik
saat dokter sedang memeriksa Devan, tono berusaha melihat kontak keluarganya di hp sahabatnya itu
setelah melihat lihat semua kontaknya Tono menemukan nomor Juki
adik Devan,tanpa menunggu lama ia langsung menghubungi Juki
"Hallo ada apa bedebahh" ucap Juki
mendengar perkataan itu membuat Tono sedikit kaget
"maaf ini teman kerjanya Devan
maaf kakak kamu lagi dirawat tadi dia pingsan, saya harap kalian bisa datang ke puskes tempat Devan bekerja"ucap Tono
"itu bukan urusan saya
jadi kalau kamu ingin bantu dia silahkan,karna saya gak perduli dengan bedebah itu sekalian saja dia mati disitu"ucap Juki dan mematikan telponnya
Deegggg
Tono sangat kaget dan kecewa dengan penjelasan adik dari Devan,bisa bisanya disaat genting begini dia malah menyumpahi kakaknya sendiri
setelah menunggu beberapa menit akhirnya dokter keluar dan memberitahu Tono bahwa Devan mempunyai penyakit yang cukup serius tetapi tidak dikasih tau sakitnya apa,karna Devan disuruh check up ke Rumah sakit aja
"ton gak usah khawatir aku akan ke Rumah sakit nanti karna memang dokter yang memeriksaku ada disana"ucap Devan
akhirnya Tono ikut mengantar Devan ke Rumah sakit menemaninya untuk periksa, sesampainya mereka disana,Devan langsung menemui dokter Tomi keruangannya.
sementara Tono menunggu diluar,saat dokter sedang berbicara dengan Devan.ia penasaran apa yang sedang mereka bicarakan akhirnya Tono mengendap endap dibalik pintu agar mendengar percakapan mereka
"Devan
menurut saya kamu harus memulai kemoterapi karna hanya itu salah satu cara supaya kamu bisa sembuh,jika terus dibiarkan seperti ini penyakit kamu akan cepat menyebar dan merusak sistem otak kamu,jadi tolong pertimbangkan perkataan saya"ucap dokter Tomi
"saya tidak perlu kemoterapi dok
untuk apa?sedangkan adik kandung saya saja menginginkan kematian saya,jadi saya menolak kemoterapi,hanya itu kan dok penjelasannya saya mohon pamit dulu,teman saya udah lama nungguin diluar,permisi
"tolong pertimbangkan perkataan saya tadi itu semua untuk kebaikan dan keselamatan diri kamu,kanker otak yang ada dikepala kamu sudah tahap akhir jika tidak ditangani akan mengancam keselamatan kamu"ucap dokter Tomi sedikit kecewa
deeeggghhhhh
Tono yang mendengar dokter Tomi mengatakan Kanker otak tiba tiba saja ia langsung terduduk tidak percaya dengan semua itu,bisa bisanya dia tidak mengetahui kalau selama ini sahabatnya yang selalu terlihat ceria mempunyai penyakit yang mematikan
Devan tidak memperdulikan dokter Tomi ia langsung keluar
saat Devan membuka pintu dia sudah melihat Tono didepan pintu dengan menatapnya sinis dan penuh amarah
"SIALAN
kenapa gak pernah memberitahuku kalau kau punya penyakit"ucap Tono yang sudah sangat emosi
"kau kira aku ini apa hahhhhh bukan sahabat kamu
jangan pernah lagi kamu anggap aku sahabat kalau sifatmu seperti itu,dan satu lagi tolong kau Kemoterapi ikuti saran dari dokter itu,jika kau tidak mau jangan pernah sebut aku sebagai sahabatmu
MENGERTI!!
Devan merasa bersalah dan mencoba mengejar Tono tapi ia tidak sanggup karna imun tubuhnya semakin hari semakin menurun Devan juga semakin hari semakin kurus
ditempat lain Tono pergi kerumah Devan untuk menemui ketiga adik adik Devan
tanpa mengetuk pintu Tono langsung mendobrak dengan keras pintu rumah
Tono mendengar suara 3 orang itu seperti sedang tertawa bahagia sementara mereka tidak memperdulikan kakaknya yang sedang berjuang melawan penyakitnya
BIADAB kalian... Kurang ajarrrr
masih bisa bahagia disini sementara Devan lagi sakit
dimana hati nurani kalian sebagai adiknya keparattt"ucap Tono yang sudah hilang kendali
"apa maksudmu hahhhh?
datang kerumah kami tidak sopan begitu"ucap Benny dengan geram nya
"asal kalian tahu
kakak kalian Devan lagi sakit parah dan kalian sama sekali tidak memperdulikan dia
adik macam apa itu hahhhhh?
"apa maksud perkataanmu"ucap Agus
"kakak kalian Devin sakit parah harus berapa kali aku bilang
dia kena penyakit kanker otak dan harapan hidupnya tipis
seharusnya kalian yang kasih dia semangat bukan malah memperlakukan nya seperti orang lain"ucap Tono
degghhhh
Juki,Agus dan Benny seketika terdiam
"kenapa? kenapa kalian terdiam
ingat perkataanku baik baik
segera minta maaf sekarang atau kalian akan menyesal"ucap Tono
tapi dia yang sudah membuat ayah dan ibu meninggal"ucap Benny
"iyaaaa betulll"lanjut Juki
harusnya dia yg kena tabrak waktu itu bukan ayah dan ibu"ucap Agus
"gara gara menolong si bedebah ayah dan ibu kena tabrak"ucap Benny.
"maafkan aku"
suara Devin terdengar dari luar ternyata ia sudah mendengar semua yang mereka bicarakan
"aku minta maaf pada kalian karna aku ayah dan ibu tertabrak akibat menolongku waktu itu"suara Devin terbata bata dan matanya juga sudah berkaca kaca
Devan mendekati Agus Benny dan Juki
ia berlutut dan tersungkur dikaki ketiga adik ya itu
"aku tidak tahu berapa lama lagi aku hidup tapi hari ini aku ingin minta maaf beribu maaf jika aku berbuat kesalahan pada kalian"Devan terisak rasanya dadanya sangat sesak
ternyata selama ini ketiga adiknya itu benci kepada dia karna tidak terima ayah dan ibu yang mati bukan dirinya
"tidak usah seperti itu Devan seharusnya mereka yang minta maaf bukan kau"ucap Tono kesal
"meskipun kalian membenciku tapi aku tidak bisa benci kalian karna aku menyayangi kalian "Devan semakin terisak
"tidak usah kebanyakan drama kau Bedebah" ucap benny dan menendang Devan hingga ia terpental
"bajingaaaannnn"ucap Tono yang sudah muak dengan sikap mereka bertiga
"tidak apa apa Benny kau memang sudah melakukan hal yang benar"ucap Devan
"mohon setelah ini kalian memaafkan aku,sekarang kalian boleh melakukan apa saja yang kalian mau tapi setelah itu tolong beri aku maaf"ucap Devan dengan suara yang sudah melemah
"Dev sepertinya kamu kelelahan kita kembali kerumah sakit ya sekarang? ucap Tono merasa kasihan kepada sahabatnya itu
"tidak perlu bro, aku istirahat dirumah saja"ucap Devan yang sudah semakin lemah
Tono memapah Devan kekamar untuk istirahat tiba tiba Devan merasakan sakit yang luar biasa dikepanya hingga membuat mereka berdua terjatuh
"kepalaku sakit sekali bro rasanya seperti ditusuk jarum"ucap Devan yang semakin mengerang kesakitan
"yasudah kita kerumah sakit aja Yaaa de"tiba tiba Devan tidak sadarkan diri dipangkuan Tono
"tolong bantu aku bawa Devan ke rumahsakit"ucap Tono yang menangis karna Devan semakin lemah
akhirnya mereka mau dan membawa Devan ke Rumah sakit
diperjalanan Tono selalu memanggil Devan agar tetap sadar namun tidak ada hasil
"hidungnya mengeluarkan darah
dia mimisan"ucap Benny terisak
Tono berusaha menyadarkan Devan dan tiba tiba ia sadar dari pingsannya namun kondisi tubuhnya juga semakin menurun
Devan melihat ketiga adik kesayangan nya itu, ia menangis bahagia karena baru kali ini Devan melihat mereka menangis karna mengkhawa tirkannya..
"terimakasih sudah mengkawatirkanku itu saja udah cukup bagiku"Devan sangat bahagia akan hal itu
"kak Devan maafkan aku yang sering menyakitimu"ucap Benny dengan terbata bata
sontak membuat Devan kaget dan juga bahagia karna Benny memanggilnya kakak
diikuti kedua adiknya juki dan Agus.
"maafkan kami juga kak Devan kami sangat bodoh telah menyakiti kakak yang paling baik"ucap kedua adeknya itu
hari ini adalah hari yang paling bahagia yang dirasakan oleh Devan ,adik adiknya tidak lagi membencinya rasanya ingin sekali berteriak sekencang kencangnya atas kebahagiaan ini
"terimakasih Yaaa bro sudah selalu ada buatku.. terimakasih karna sudah mempersatukan kami berempat aku bahagia"ucap Devan
Tono tersenyum dan akhirnya mereka dirumah sakit
Devan segera ditangani dokter diruangan,sedangkan Tono dan ketiga adik Devan menunggu diluar,
mereka sangat takut kehilangan kakaknya itu,setelah 1jam menangani Devan akhirnya dokter keluar
"gimana dok keadaan teman saya"ucap Tono
"maaf tapi teman anda sekarang koma
deggghhhh
Tono dan ketiga adik Devan tidak percaya akan hal itu
" selamatkan kakak kami dokter"ucap Benny terisak
"kita doakan saja semoga Devan cepat sadar"ucap dokter yang perkataanya kurang meyakinkan
2 hari berlalu namun Devan tak kunjung sadar
Juki Agus dan Benny selalu berada dirumah sakit untuk menjaga Devan
mereka benar benar sudah menyayangi kakak nya itu tidak ada lagi rasa benci dipikiran mereka bertiga
siang hari giliran Juki yang menjaga Devan kedua adiknya beristirahat sebentar
saat Juki menggenggam tangan kakak tertuanya itu, ia merasa tangan Devan bergerak
sontak Juki langsung memanggil dokter dia bahagia karna kakaknya sudah sadar dari koma nya
Juki memanggil kedua adiknya untuk melihat keadaan Kakak tertuanya itu.
"Agus, Benny kak Devan udah sadar ayo kita lihat"ucap Juki senang
mereka bertiga sangat bahagia mendengar Devan sudah sadar dan tidak sabar untuk bertemu kakak tertua mereka
dokter memeriksa keadaan Devan di ruangan UGD namun sampai saat ini belum keluar juga,padahal ketiga adik Devan berharap bisa keruangan Devan sekarang
saat diruangan UGD dokter mengkhawatirkan keadaan Devan yang semakin kritis,
ia kejang kejang dan imun tubuh ya semakin melemah.
dokter dan suster takut Devan tidak bisa bertahan dengan keadaannya yang semakin parah
dokter pun menyarankan untuk memanggil keluarganya
"maaf keluarganya Devan boleh ikut saya keruangan IGD?"ucap suster
ketiga adiknya Devan mengikuti suster ke UGD
saat di ruangan tersebut Juki,Agus dan Benny kaget melihat keadaan kakak tertuanya
"kenapa kak Devan kejang kejang dokter"ucap Benny terisak
dokter sudah pasrah dengan keadaan Devan yang semakin kritis sehingga jalan satu satunya dengan memanggil ketiga adik Devan
"maaf kan saya nakk
keadaan kakak kalian semakin kritis kita hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar keajaiban ada pada kakak kalian ini
Juki,Agus dan juga beni menangis mendengar penjelasan dokter itu
hati mereka benar benar hancur sekarang
"maafkan kami kak Devan
tidak seharusnya kami membenci dan menyalahkanmu atas kematian ibu dan ayah
kami menyayangi kak Devan cepatlah pulih agar kita bisa berkumpul kembali"ucap Juki sesegukan
seketika kejang kejang Devan berhenti ,dan benar terjadi keajaiban itu datang pada kakak tertua mereka bertiga
"Juki,Agus,Benny"ucap Devan dengan suara yang sudah melemah.
"kalian jangan menangis lagi tersenyumlah,aku lebih suka senyuman daripada tangisan"ucap Devan dengan senyumnya itu
"kak Devin harus janji akan sembuh maka kami akan tersenyum"ucap Agus terisak
"kalian adalah satu satu nya harta yang kumiliki di dunia ini aku mohon kalian harus selalu sehati ridak boleh berantem dan berselisih paham,aku akan bahagia jika kalian selalu akur dan tentunya saling menolong satu dengan yang lain
kata kata itu membuat adik adiknya menangis histeris,mereka takut kehilangan Devan sudah cukup mereka menyakitinya selama ini dan sekarang mereka ingin Devan bisa bertahan dalam menghadapi sakit yang ada ditubuhnya.mereka ingin menjaga Devan
"terimakasih untuk kalian telah memaafkan ku
aku menyayangi kalian adik adikku jangan pernah lupakan aku meski ragaku nanti tidak bersama dengan kalian lagi,Tuhan sangat baik kepadaku masih diberi nafas sampai detik ini,Dia ingin mempersatukan kita kembali"Devan dengan suara lemahnya mampu membuat semua orang diruangan itu menangis.
"aku mohon biarkan aku pergi,aku menyayangi kalian"
nafas Devan yang dari awal tidak beraturan kini semakin melemah
dan benar saja bahkan alat bantu pernapasan nya pun sekarang tidak berfungsi lagi
dokter hanya bisa mengatakan ke adik adik devan untuk mengikhlaskan kepergian Devan
"kak Devaaaaaannn"tangis Benny
Yaaa Devan telah menuju peristirahatannya yang abadi
ia tidak lagi merasakan sakit yang selama ini
ditanggungnya
Devan pergi dengan sangat bahagia tapi tidak dengan sahabatnya Tono dan ketiga adiknya Agus,Juki dan Benny,
mereka sangat terpukul atas kepergian Kakak tertua mereka.
SELESAI
kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput,
selagi Tuhan masih kasih kita kepercayaan untuk menginjakkan kaki di bumi ini patutnya kita menyukurinya dan nencintai orang orang disekitar kita dengan sepenuh hati... jangan biarkan keegoisan menghantui pikiran kita
tebar kebaikan niscaya kita akan mendapatkan berkat dari Tuhan
-Mega Tureanna Kabeakan
"
.
.