Dunia ini dipenuhi oleh banyak manusia yang hidup. Sekitar 7 milyar lebih mengisi penjuru bagian dari planet yang dikenal dengan nama bumi. Dunia sudah terasa sangat ramai. Dengan beragam hal didalamnya. Namun tak menutup kemungkinan mengenai adanya manusia yang menyukai hal bertema sepi di dunia yang sudah dikenal ramai ini.
Sebuah tepian sungai yang cukup berjarak dari pemukiman, Renata menyendiri di sana sembari menikmati suasana sekitar.
Langit biru yang mewarnai bagian atas dari dunia, serta air yang mengalit di bawahnya. Renata menoleh ke kanan dan ke kiri. Sepi dan tenang. Hal itu diinginkannya setelah menghabiskan banyak waktu di tempat yang ramai akan manusia lainnya.
"Seorang manusia yang mencintai suasana tenang nan sepi ini, apakah mampu bertahan di masa depan?"
Renata adalah seorang remaja putri yang mencintai suasana tenang. Dirinya juga mengalami gangguan bila berada di tempat ramai yang penuh akan suara bising. Dan tempat seperti tepian sungai inilah yang menjadi pelariannya setiap saat.
"Sepulang sekolah, aku selalu kesini. Menghindari kebisingan dan menenangkan pikiran dan jiwa. Ini bisa dimasukkan ke dalam kategori introvert kah?" tanyanya bingung.
Renata setiap hari ke tempat itu dan di jam yang sama. Tempat yang sudah membuatnya nyaman sejak duduk di bangku sekolah dasar itu, bagai rumah kedua baginya.
"Rumah beratapkan langit luas, dan beralaskan tanah berpasir yang dingin. Ditambah suasana yang tidak dipenuhi polusi suara, sudah seperti rumah keduaku saja." gumamnya.
Renata melempar batu kecil beberapa kali ke sungai. Dirinya memikirkan perihal kehidupan juga kala itu.
"Aku sebentar lagi akan tamat sekolah. Lalu apakah aku bisa mendapatkan pekerjaan yang layak bila aku ingin tempat yang sesuai dengan apa yang aku inginkan?" katanya dengan nada rendah.
Langit perlahan berubah warna, dan tepian sungai tersebut sudah didatangi oleh burung-burung yang tengah terbang di area itu.
"Suara alam tidak terlalu mengganggu. Hanya suara yang diperbuat manusia saja, yang aku tidak bisa menahannya." Renata menghela nafas.
Dari belakang, terdengar olehnya suatu suara seperti benda jatuh yang ada didekatnya. Dan itu benar saja. Renata melihat ke arah belakang, dilihatnya sebuah bungkusan berbentuk kotak berada di dekatnya.
Menoleh ke berbagai arah, seketika pergeran kepalanya terhenti pada satu arah. Terlihat seorang anak laki-laki mengenakan seragam yang sama dengannya sedang berdiri di atas tanah menanjak.
"Maaf mengganggu. Tapi benda itu adalah milikmu. Itu saja dan sampai jumpa."
Laki-laki itu pergi meninggalkan Renata setelahnya.
Perempuan itu kemudian membuka bungkusan yang ada di tangannya tersebut. Tampak sebuah brosur dan buku catatan berada di dalamnya.
Renata heran pada awalnya. Akan tetapi setelah melihat-lihat benda itu, dirinya baru menyadari sesuatu. Lelaki yang datang sebelumnya, telah memberikan sebuah brosur lowongan kerja yang sesuai dengan apa yang Renata mau. Kemudian buku catatan sebagai hadiah sampingan yang Renata sendiri tak tahu atas dasar apa. Tetapi perempuan itu tetap menerima dengan sepenuh hati.
"Terimakasih. Aku tidak tahu kamu itu siapa. Tetapi sepertinya kamu sudah mendengar ucapanku sebelumnya yang sedari tadi asik ngomong sendiri." ucapnya sambil memandang kedua benda yang diterimanya tersebut.
"Pekerjaan yang cocok untuk seorang introvert sepertiku ini. Apalagi yang membutuhkan ketenangan maksimal."
"Aku akan mulai belajar mengenai ini. Ilmu pustaka." lanjutnya.
Renata beranjak pergi dari tepian sungai.
-----SELESAI-----