"Yg Mulia,Maafkan saya karena telah melakukan ini kepada anda.Saya melakukan ini untuk bertahan hidup,Anda tahu kan?"
2 TAHUN YG LALU...
"Mulai hari ini kau akan melayani Yg Mulia Putri Zoe,Olivia.Beri salam kepadanya"
"Saya Olivia Serin,Memberi salam kepada anda Yg Mulia Putri Zoe Suliard"
Pelayan bernama Olivia itu memberi salam dengan sangat hormat kepada Zoe.
Sebelum menjadi pelayan,Olivia Serin dulunya merupakan seorang anak dari Viscount.Tapi karena terlilit hutang,Ayah Olivia akhirnya menjual gelar kebangsawanannya untuk melunasi hutang-hutangnya.
Semenjak keluarganya jatuh miskin,Olivia hidup sebatang kara karena kedua orangtuanya sudah meninggal duluan.Dia mencari pekerjaan kesana kemari untuk memenuhi kebutuhannya.Hingga pihak istana memberitakan kalau istana membutuhkan pelayan.Hal ini dimanfaatkan oleh Olivia untuk bertahan hidup.Setidaknya dalam 1 hari bekerja bisa mendapatkan 50 koin emas.
DI KAMAR ZOE...
"Jangan terus-terusan menunduk seperti itu!-Aku jadi tidak enak hati,Kau tahu?"
"Tapi anda adalah seorang putri dari Kekaisaran Suliard.Tidaklah baik bagi saya jika tidak menunjukkan rasa hormat saya kepada anda,Yg Mulia"
Olivia terus menundukkan wajahnya di hadapan Zoe serta menunjukkan ekspresi takut.
"Hahh..Olivia,Aku sebenarnya meminta ayah untuk mencarikanku pelayan yg bisa dijadikan teman bicara juga!-Tapi Bukan karena aku tidak bisa bergaul"
"B-Benarkah,Yg Mulia?Saya akan sangat senang jika anda mau menerima saya sebagai teman!"
Olivia tersenyum dengan pipi yg sangat merona karena senang.Zoe yg melihat itu hanya bisa terkekeh melihat wajah senang Olivia yg sangat manis.
Semenjak hari itu,Kehidupan Olivia berubah drastis.Dari yg sebelumnya hanya seorang bekas putri viscount yg bangkrut kini menjadi pelayan sekaligus teman bicara dari putri tunggal Kekaisaran Suliard.
Zoe bahkan tidak sungkan mengajak Olivia berjalan-jalan keliling istana dan juga memberikannya sebagian gaun miliknya.Hidup Olivia sudah bagaikan sebuah cerita dongeng.
Selain memberikan Olivia gaun dan mengajaknya keliling istana,Zoe juga mengajak Olivia untuk menghadiri pesta teh yg diadakannya bersama beberapa putri bangsawan yg ia kenal saja.Olivia didandani layaknya seorang putri bangsawan sehingga tidak akan ada orang yg mencemooh dirinya saat menghadiri pesta teh Zoe.
"Yg Mulia,Apakah saya boleh bertanya siapa gadis cantik di sebelah anda ini?"
Tanya salah seorang teman Zoe dengan sopan mengingat statusnya yg cuman putri bangsawan.
"Dia adalah Olivia Serin,Pelayan sekaligus teman bicaraku di istana.Olivia,Bisakah kau mengenalkan dirimu kepada mereka secara rinci?"
"Baik,Yg Mulia"
Olivia tersenyum kemudian berkata..
"Nama saya adalah Olivia Serin dan seperti yg dikatakan oleh Yg Mulia Putri Zoe,Saya adalah pelayannya sekaligus teman bicaranya.Saya senang bertemu dengan anda semua!"
Olivia tersenyum lebar kepada mereka semua.Para nona bangsawan yg melihat senyuman Olivia bagai sihir hipnotis yg langsung menyerang otak mereka.Mereka terpana akan senyuman manis Olivia itu.
Rambut perak dengan warna mata biru membuatnya semakin disukai oleh mereka disebabkan kecantikannya yg sangat langka ada di Kekaisaran Suliard.
"Olivia,Maukah kau untuk hadir dalam pesta yg akan ku adakan minggu depan?"
"T-tapi saya harus melayani,Yg Mulia.Saya tidak bisa meninggalkan kewajiban saya begitu saja!"
Zoe yg mendengar percakapan mereka itu langsung menghampiri keduanya kemudian berkata..
"Tidak apa-apa,Kau boleh pergi pestanya.Lagipula aku juga akan pergi kesana.Jadi kewajibanmu melayaniku tidak akan ditinggalkan juga"
"Saya tidak tahu harus melakukan apa untuk membalas kebaikan anda,Yg Mulia"
Olivia menangis haru dengan wajah yg sedikit merona setelah mendengar ucapan Zoe.
"Jangan menangis begitu"
Zoe mengusap air mata Olivia dengan lembut sambil tersenyum.Ia benar-benar menganggap Olivia layaknya saudara kandung sendiri.
1 MINGGU KEMUDIAN...
"Kau sudah siap,Olivia?"
"Saya sudah siap,Yg Mulia"
Jawab Olivia dengan wajah serius.
Penjaga pintu dari Hall yg digunakan teman Zoe itu kemudian membukakan pintu sembari mengumumkan kedatangan Zoe beserta Olivia.Sebelum masuk,Zoe berpesan kepada penjaga pintu itu untuk mengumumkan nama Olivia juga.
DI DALAM...
"Siapa gadis berambut perak itu?"
"Dia sangat cantik!"
"Dari keluarga mana gadis itu berasal?"
"Apakah dia pelayan cantik yg dirumorkan itu?"
Semua orang berbisik-bisik setelah melihat Olivia secara langsung.Sebelumnya,Tersebar rumor kalau ada salah satu pelayan istana berambut perak dengan rupa yg sangat cantik.Pelayan yg dirumorkan itu tidak lain adalah Olivia sendiri.
Mata orang terbelalak kagum karena telah melihat gadis pelayan yg rumornya tersebar luas tersebut.
Olivia yg melihat semua orang menatapnya langsung menundukkan kepalanya dan bersembunyi di belakang Zoe.Ia takut akan tatapan mereka yg terus menatap tajam ke arahnya.
"Emilia.."
Panggil Zoe kepada temannya yg mengundang dirinya dan Olivia ke pesta itu.
"Saya memberi salam kepada anda,Yg Mulia"
Emilia beserta teman-temannya yg berkumpul disitu memberi salam kepada Zoe.
"Ngomong-ngomong,Olivia terlihat sangat cantik hari ini.Kelihatannya anda mendandaninya dengan baik.Saya bahkan mengira dia adalah seorang putri bangsawan kelas atas"
Emilia tersenyum kepada Olivia dengan sangat ramah.
"Tentu saja aku mendandaninya dengan baik.Aku takut kalau dia akan dicemooh di pestamu ini"
"Benar juga.Oh iya,Bagaimana kalau kita makan dulu Yg Mulia?Saya dan yg lainnya sudah menunggu anda sedari tadi juga"
"Tentu saja.Ayo Olivia"
Zoe menarik tangan Olivia kemudian mengajaknya untuk makan bersama.
Seiring dengan berjalannya waktu,Reputasi Olivia kian melejit tinggi hingga akhirnya sang raja,Ayah dari Zoe melakukan pertunangan antara Olivia dan anak laki-lakinya yg akan menjadi penerus Kekaisaran Suliard atau yg biasa disebut sebagai Putra Mahkota.
Walaupun posisi Olivia yg hanya merupakan seorang pelayan biasa,Raja tetap melakukan pertunangan ini.Alasannya adalah karena reputasi yg saat ini dimiliki oleh Olivia.Dengan reputasinya itu,Tentu saja akan ada banyak bangsawan yg mendukung kenaikan takhta putranya tersebut.
HINGGA PADA SUATU HARI...
"Uhuk..!"
Olivia tiba-tiba batuk dan memuntahkan darah yg sangat banyak.Ia langsung pingsan di kamarnya setelah batuk berdarah itu.
Para pelayan langsung mengangkat Sang Putri Mahkota ke kasurnya sembari menunggu dokter untuk datang.
5 MENIT KEMUDIAN...
"Yg Mulia Putri Mahkota diracuni dengan sebuah racun berbahaya,Yg Mulia"
Jelas sang dokter kepada Elixar,Sang Putra Mahkota dan juga Sonar,Raja Kekaisaran Suliard.
Elixar yg mendengar itu langsung naik pitam karena mengetahui seseorang mencoba membunuh tunangan yg ia kasihi itu.Ia memberikan sebuah perintah untuk menangkap orang yg telah meracuni Olivia.
2 JAM KEMUDIAN...
"Elixar..?"
Ucap Olivia yg baru sadarkan diri dari pingsannya.
"Olivia!-Apakah kau masih merasakan sakit?"
"Saya sudah jauh lebih baik sekarang.Terima kasih karena telah mengkhawatirkan saya"
"Apakah kau tahu siapa yg telah meracunimu?"
Olivia yg mendengar pertanyaan itu,Langsung memegang tangan Elixar sambil gemetaran seperti enggan mengatakannya.
"S-saya tidak bisa memberitahukannya.Saya takut kalau nanti saya akan dibunuh lagi olehnya,Yg Mulia!"
Ia menitikkan air matanya di hadapan Elixar.
"Aku akan menjamin keselamatanmu,Olivia.Yg perlu kau lakukan hanya mengatakan siapa pelakunya!"
"Benarkah itu,Yg Mulia?"
"Iya"
Jawab Elixar dengan sangat yakin.
"Sebenarnya tadi malam,Yg Mulia Putri Zoe memberikan saya sepiring kue stroberi.Dia mengatakan kepada saya untuk memakannya.Karena saya menyukai kue stroberi,Saya langsung cepat-cepat memakannya"
"S-saya tidak mencurigai Yg Mulia Putri tapi hanya beliau saja yg memberikanku sesuatu seperti itu,Yg Mulia"
"Zoe.."
Raut wajah Elixar langsung terlihat tidak baik tapi berusaha menahan amarahnya di hadapan tunangan tersayangnya itu.
"Saya mohon kepada Yg Mulia untuk tidak menghukum Yg Mulia Putri!-Saya yakin itu bukanlah kesalahannya!!"
Olivia merangkul tangan Elixar sambil menangis tersedu-sedu berusaha untuk menghentikan Elixar yg sedang marah besar.
Tapi Elixar tidak mendengarkannya dan langsung pergi meninggalkan Olivia di kamarnya.
*BRAK*
Pintu kamar Olivia ditutup dengan sangat kencang olehnya.
"Maafkan saya,Yg Mulia Putri~"
DI TEMPAT LAIN..
*BRAK*
Elixar membuka pintu kamar Zoe dengan paksa.
"ZOE!!!"
Teriaknya sampai membuat Zoe serta pelayan yg berada disana terkejut karenanya.
"Apa yg sudah kau lakukan kepada Olivia?!"
Elixar menarik tangan Zoe dengan sangat kuat sampai membuatnya merintih kesakitan.
"A-apa yg kakak bicarakan..?"
"Jangan pura-pura tidak tahu,Zoe!-Aku tahu kalau kau sudah meracuni Olivia.Lebih baik sekarang kau ikut denganku menemui ayahanda!"
Zoe ditarik secara paksa darisana.Elixar bahkan tidak membiarkannya adiknya itu untuk berdiri dengan benar dan hanya terus menariknya ke ruang singgasana raja.
SESAMPAINYA DISANA..
*BRUK*
Zoe dilempar dengan sangat kencang oleh Elixar yg tengah marah besar.
"ADA APA INI,ELIXAR?!"
Tanya Sonar dengan ekspresi terkejut melihat putranya tersebut mendorong dengan kencang adik kandungnya sendiri.
"Wanita hina ini telah meracuni tunanganku,Ayahanda!"
"A-ayah itu tidak benar!-Aku tidak akan pernah meracuni tunangan terkasih kakak!-Lagipula tidak ada untungnya juga buatku!"
Zoe memohon-mohon sambil bertekuk lutut di hadapan ayah dan juga kakaknya.
Tapi bukannya membela anaknya,Sonar langsung memerintahkan agar putri tunggalnya itu dimasukkan ke penjara atas dosa yg tidak dilakukannya.
"AYAH!!"
Teriak Zoe sambil menangis saat digiring oleh kelo pok penjaga istana.
5 hari kemudian raja dari Kekaisaran Suliard itu menurunkan perintah pengeksekusian atas Zoe karena telah melakukan percobaan atas Putri Mahkota.
3 HARI SEBELUM EKSEKUSI MATI ZOE..
"Yg Mulia,Saya ingin menemui Yg Mulia Putri untuk yg terakhir kalinya.Walaupun beliau mencoba membunuh saya,Saya tidak bisa begitu saja melupakan saat-saat kami bersama.Jadi tolong izinkan saya"
"Kau adalah gadis yg terlalu baik,Olivia.Tapi wanita hina itu bisa saja melukaimu saat aku lengah.Aku tidak bisa mengambil resiko sebesar itu!"
Olivia kemudian memeluk Elixar sambil berkata..
"Saya mohon izinkan saya,Yg Mulia!"
Elixar akhirnya luluh karena Olivia terus mendesaknya.Dia kemudian mengizinkannya untuk pergi menemui Zoe di penjara.
DI PENJARA BAWAH TANAH...
"Apa yg ingin kau lakukan disini,PENGKHIANAT!?"
Ia tersenyum menyeringai melihat nasib buruk yg diterima oleh Zoe.
"Saya hanya ingin menemui anda untuk yg terakhir kalinya,Yg Mulia.Jadi tolong jangan buat niat baik saya ini hancur"
Ucapnya sambil menatap tajam ke arah Zoe.
Jarak antaranya dan juga Zoe tidak cukup jauh karena dia berada tepat di hadapan Zoe.
"Maafkan perbuatan saya ini,Yg Mulia.Anda tahu kan kalau saya melakukan ini hanya untuk bertahan hidup?"
Olivia memegang tangan Zoe dengan erat kemudian berbisik pelan..
"Sebenarnya saya sendiri yg meracuni diri saya,Yg Mulia.Oh iya,Apakah anda ingin melihat sesuatu yg menakjubkan?"
Ia kemudian melepaskan tangan Zoe lalu mengeluarkan sebuah pisau belati dan langsung mengiris sedikit pergelangan tangannya.Darahnya menetes sedikit demi sedikit,Olivia bukannya terlihat kesakitan ataupun yg lainnya Ia malah terlihat senang karena senyuman dingin yg tampak di wajahnya.
*TRANG*
Olivia melempar pisau belati itu masuk ke dalam penjara yg ditempati oleh Zoe.Setelah melakukan hal tersebut,Olivia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai penjara.
"SIAPAPUN TOLONG AKU!!TOLONG!!!"
Dia menangis dan berteriak dengan sangat kencang sambil memegangi pergelangan tangannya yg teriris.
*DRAP DRAP DRAP*
"Apa yg terjadi,Olivia?!"
Elixar yg mendengar suara teriakan Olivia langsung bergegas menemuinya di penjara Zoe.
Ia terkejut melihat Olivia yg sedang duduk di lantai penjara sambil memegangi tangannya yg meneteskan banyak sekali darah.
"Bagaimana ini bisa terjadi?"
Elixar menatap Olivia dengan raut wajah yg sangat khawatir akan kondisinya itu.
"Y-Yg Mulia Putri,Beliau mengiris tangan saya dengan pisau belati sampai seperti ini.Saya tidak menyangka beliau akan melakukan ini kepada saya,Yg Mulia!"
Dia terus menangis di hadapan Elixar sambil menahan pendarahan yg terjadi di pergelangan tangannya.
"T-tidak kakak!-Itu tidak benar.Semua itu hanya akal bulusnya saja untuk menjeratku!-Kumohon percayalah padaku,Kakak!!"
Elixar tidak mendengarkan perkataan Zoe dan hanya mengkhawatirkan Olivia yg tangannya terus meneteskan darah.Ia membawa pergi Olivia darisana untuk menemui dokter agar tangannya bisa disembuhkan.
DI KAMAR OLIVIA...
"Maaf..Maafkan aku..Olivia.Ini semua salahku karena tidak mendidik Zoe dengan baik.."
Ucap Elixar sambil memeluk erat Olivia yg sudah diperban tangannya.
"Tidak,Yg Mulia.Ini bukanlah salah anda.Ini semua salah saya karena tidak mengikuti permintaan anda sebelumnya.Seharusnya saya tahu kalau beliau akan mencelakai saya untuk kedua kalinya"
Karena kesalahpahaman yg ditimbulkan oleh Olivia,Waktu eksekusi mati Zoe dimajukan pada esok hari.
Tepat saat waktu pengeksekusian tiba,Seluruh rakyat Kekaisaran Suliard dan juga para bangsawan menyaksikan langsung pengeksekusian Zoe.Mereka semua sudah terhasut akan tipuan Olivia yg membuat Zoe terlihat seperti pendosa yg ingin mencelakai Sang Putri Mahkota yg dikemudian hari akan menjadi ratu.
"Selamat tinggal..Yg Mulia Putri"
Ucapnya di dalam hati.
Di saat itu juga,Zoe dieksekusi mati dengan cara di penggal kepalanya.
Sekalipun kejadian di hari itu sudah terlewat 5 tahun lamanya,Rakyat Kekaisaran Suliard terus membicarakan Zoe yg dianggap sebagai pendosa.Dari mulut ke mulut cerita soal pendosa bernama Zoe Suliard terus diceritakan.
~The End~