Tanggal berganti, kalender pun di beri tanda silang. Marika yang menunggu sedari lama, akhirnya merasa senang bahwa hari ini tiba juga.
Dirinya bersiap-bersiap memilih pakaian yang akan dikenakannya nanti malam, untuk menghadiri sebuah festival yang diselenggarakan di kotanya. Ia tampak bingung harus mengenakan yang mana satu. Karena merasa bingung, Marika meminta pelayan dirumahnya untuk membantunya dalam memilih pakaian yang bagus.
"Menurutmu mana satu yang cocok untuk dikenakan nanti malam?" tanya Marika.
"Ini cocok nyonya." memilih pakaian.
"Hmm aku memang hanya sekali sih menggunakannya. Dan sudah lama juga. Apakah kamu yakin?" tanyanya lagi.
"Iya. Ini warna yang bagus juga. Apalagi untuk festival nanti. Warna yang selaras dengan terangnya lampion dan corak bunga yang indah, sudah cocok untukmu nyonya." balas sang pelayan.
"Baiklah. Aku akan memakai yang ini. Terimakasih telah mau membantuku." kata Marika sembari memegang baju yang telah dipilih itu.
"Sama-sama."
Sang pelayan pun pergi meninggalkan Marika seorang diri di dalam kamarnya.
"Aku akan tampil cantik hari ini. Sebab malam ini akan begitu spesial." gumamnya.
Waktu terus berjalan, Marika melakukan berbagai hal di rumahnya sembari menunggu saat-saat festival tiba. Dan pada akhirnya, hari memasuki malam. Marika bersiap-siap menuju lokasi festival. Dengan dandanan dan pakaian bagusnya, Marika merasa makin bersemangat.
Marika bergegas menaiki mobil yang dibawa oleh supir pribadinya, dan diantar menuju lokasi festival berada. Setelah sampai, Marika berjalan ke suatu tempat yang telah dijanjikan.
Terlihat festival dipenuhi oleh para pengunjung. Riuhnya suara di sana menambah gambaran akan padatnya orang yang berdatangan ke festival.
Marika tiba di lokasi, lalu melirik sekitar.
"Dia belum sampai?" tanyanya bingung.
Marika menunggu hingga 15 menit lamanya. Hal itu membuat dirinya ragu, apakah sesosok orang yang ditunggunya akan datang atau tidak.
"Janjinya jam segini. Tapi dia sampai sekarang belum datang juga. Lalu dia tidak bisa dihubungi." gerutu Marika.
Beberapa menit sesudahnya, terlihat seseorang menghampiri Marika dari belakang.
"Sudah lama menunggu?"
Menoleh ke belakang dan menatapnya.
Gadis itu menampilkan senyuman bahagianya sebab orang yang di nanti sedari tadi, sudah hadir di hadapannya.
"Maaf atas keterlambatanku."
Lelaki itu memegang tangan Marika dan memandangnya dengan tatapan penuh kharisma.
"Aku senang kamu akhirnya datang kesini sesuai janji walau waktunya tidak tepat." ucap Marika.
"Mari kita berjalan-jalan."
Marika bersama lelaki itu pergi menyusuri area festival dengan perasaan bahagia. Kilauan lampu dan ramainya orang lalu lalang, membuat suasana tampak meriah dan penuh cahaya. Keduanya menghabiskan waktu selama berada di tempat festival tersebut. Dari memainkan suatu permainan, sampai mencoba berbagai makanan yang ada. Larut dalam kesenangan membuat Marika berpikir bahwa dunia ini bagai miliknya berdua saja.
Setelah berjalan-jalan, lelaki yang menemaninya itu langsung mengajak Marika untuk pergi ke suatu tempat. Mereka menaiki beberapa anak tangga sebelum akhirnya tiba di tempat tujuan.
"Mau apa kita kesini?" tanya Marika kebingungan.
"Tunggu sebentar. Kamu akan takjub nanti." balas sang lelaki.
Tak berapa lama berselang sebuah kembang api mulai dinyalakan dan terbang ke atas langit.
Suara ledakan dari kembang api itu membuat Marika menoleh dalam sekejap. Kemudian disusul oleh beberapa kembang api lainnya. Matanya dipenuhi oleh gambaran kembang api yang sedang meledak di angkasa. Setiap kembang api memiliki macam-macam warna dan berbagai bentuk ledakannya.
"Indah bukan?"
"Indah sekali." jawab Marika yang tengah takjub.
Lelaki yang ada di sebelahnya itu lalu memegang kedua pundak dari Marika. Seketika dirinya menoleh ke arah sang lelaki. Keduanya saling memandang satu sama lain.
"Kamu terlihat sangat cantik malam ini. Begitu mempesona dan manis untuk dipandang."
Mendengar kata-kata itu, membuat Marika tersipu malu dan mengalihkan pandangannya.
"Terimakasih." kata Marika pada lelaki itu.
Lalu saat keduanya sedang di posisi saling berhadapan, tiba-tiba munculah kembang api yang lebih besar dan membuat mereka merubah arah pandangnya ke objek tersebut.
Letusannya membuat siapapun merasa senang dan takjub. Tak terkecuali Marika.
"Itu sangat indah bukan?" tanya Marika.
Seketika sebuah kecupan diberikan tepat di bagian pipi.
"Sama halnya dengan gadis yang ada di sebelahku ini. Bahkan dia bisa mengalihkan duniaku dalam sekejap mata."
Sang lelaki mengatakan perasaan sukanya pada gadis bernama Marika malam itu. Perasaan bahagia dirasakan Marika seiring ucapan berbau romantisme itu tersampaikan padanya. Gadis itu membalas dengan kalimat yang sama. Keduanya saling mencintai dan memendam rasa selama ini.
Dibawah maraknya ledakan kembang api, mereka berdua menyatakan perasaannya dan resmi menjalin hubungan lebih dari sekedar teman.
-----SELESAI-----