Cerpen dari: Radella Aurelia
Aku sangat mencintaimu, bisakah kau membalas cintaku?. Walaupun kamu tidak melihatku setidaknya aku masih bisa melihatmu, karena keberadaanmu bagai oksigen dalam hidupku. Biarkan saja perasaan ini menjadi sebuah ilusi tak bertepi.
(Denisha~2021)
Denisha gadis cantik berusia 20 tahun yang sedang berada di masa dewasa. Yang sedang menimba ilmu di pendidikan kuliah.
Mencintai lelaki yang satu kampus dengan nya. Tetapi lelaki yang dicintainya itu sudah bertunangan dengan wanita lain.
"Denisha tunggu aku" Panggil amelia sahabat Denisha sambil berlari menghampiri Denisha didepan gerbang kampus nya.
"Iya" Ucap Denisha seraya menoleh kebelakang setelah mendengar ada yang memanggil namanya.
"Tumben kamu pergi ke sekolah sendiri?, Biasanya selalu diantar oleh kakak perempuan mu" Tanya amelia.
"Kakak ku sedang sibuk bekerja, jadi aku memutuskan untuk pergi sendiri kesekolah" Jawab Denisha.
"Baiklah, ayo kita masuk ke kelas" Ucap amelia mengajak Denisha masuk kedalam kelas.
Setelah kedua sahabat itu menghabiskan kelas sore nya. jam pulang pun tiba.
Denisha dan Amelia pulang bersama.
Dalam perjalanan
Setelah berjalan kaki dari kampus. Denisha dan amelia memutuskan untuk memesan Grab Car untuk sampai kerumah.
Di sisi lain di rumah alvaro.
"Sebenarnya aku merasa tidak enak hati menolak Denisha disaat dirinya menyatakan perasaannya kepadaku" Ucap Alvaro.
"Aku jadi penasaran, apa yang membuat Denisha menyukaiku?. Padahal aku ini bukan orang kaya dan aku juga sudah mempunyai tunangan" Ucap Alvaro bertanya tanya.
"Sebenarnya aku juga menaruh hati pada Denisha. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya untuk menyatakan perasaanku ini kepadanya" Ucap Alvaro.
"Tapi aku sudah bertunangan dengan wanita yang dipilihkan oleh kedua orangtuaku. Jika aku tidak bisa mengumpulkan uang yang cukup dari hasil kerja paruh waktu. Maka aku akan dinikahkan dengan elsa. Untung saja uang yang telah aku kumpulkan sudah cukup untuk membayar hutang ayahku" Ucap Alvaro.
Alvaro terpaksa bertunangan dengan Elsa. Karena ayah Alvaro mempunyai banyak hutang pada ayah Elsa
Maka dari itu Elsa dijodohkan dengan Alvaro. Alvaro sudah berjanji kepada kedua orangtuanya jika Alvaro sudah mendapatkan uang yang cukup. Maka Alvaro akan melunasi hutang ayah nya dan tidak akan menikah dengan Elsa.
"Aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku ini. Besok adalah hari yang tepat untuk menyatakan perasaanku pada Denisha disaat kelas sore telah berakhir" Ucap Alvaro karena menurutnya uang untuk membayar hutang ayahnya sudah cukup.
Keesokan harinya.
Denisha dan Amelia pergi bersama ke kampus mereka.
Setelah jam pelajaran siang telah selesai. Denisha dan amelia memutuskan untuk makan siang bersama.
Jam makan siang pun telah selesai. Denisha dan Amelia kembali ke kelas dan melanjutkan jam pelajaran sore nya.
Dikelas Elsa.
"Elsa, maaf aku tidak bisa menikah dengan mu. Aku akan segera melunasi semua hutang ayahku pada ayahmu" Ucap Alvaro sebelum dosen datang ke kelasnya.
"Baiklah. Aku juga tidak memaksa. Tapi yang perlu kau tahu, aku begitu mencintaimu. Walaupun aku tidak bisa menikah denganmu" Ucap elsa sambil tersenyum.
"Ya sudah. Aku kembali kekelas ku dulu" Ucap Alvaro yang pergi meninggalkan kelas.
'Lihat saja nanti. Tidak akan kubiarkan Alvaro dekat dengan wanita manapun. Apalagi dekat dengan si cupu Denisha, sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi' Ucap elsa dalam hati seraya tersenyum licik.
Jam pulang pun tiba. Semua murid meninggalkan kelas nya.
Di saat Elsa ingin meninggalkan kelas nya. Elsa menelfon seseorang lewat ponsel nya.
Pembicaraan di ponsel.
"Apakah kau sudah memastikan bahwa Alvaro sudah keluar kelasnya dan sedang berada di depan gerbang?" Tanya Elsa dengan raut wajah penuh arti.
"Ya!. Alvaro sudah berada di depan gerbang kampus. Sepertinya alvaro sedang menunggu seseorang di depan gerbang" Jawab seorang pria.
"Bagus!. Tunggu saja sampai Alvaro lengah. Aku yakin Alvaro sedang menunggu si gadis cupu Denisha" Ucap elsa.
"Baiklah" Ucap seorang pria.
Panggilan pun diakhiri.
Di depan gerbang.
"Denisha mana ya?. Kok belum keluar kelas juga?" Ucap Alvaro bertanya tanya sambil melihat sekeliling memastikan bahwa Denisha akan keluar kelas dengan secepatnya.
Di saat Alvaro sedang di pinggir jalan tepatnya di depan gerbang. Orang suruhan Elsa pun memantau Alvaro dari kejauhan dan segera mengendarai motor nya ke arah Alvaro yang ingin sengaja menabrak Alvaro.
Denisha yang sudah berjalan menuju gerbang pun melihat dengan jelas. Bahwa motor yang sedang di kendarai oleh pria asing itu ingin menabrak Alvaro yang sedang di pinggir jalan.
Dengan sekuat tenaga Denisha berlari mencoba menyelamatkan Alvaro yang sedang dalam bahaya. Setelah Denisha berlari sampai di pinggir jalan, denisha segera mendorong Alvaro dan pada akhirnya Denisha yang tertabrak oleh motor pria asing suruhan Elsa. Pria asing yang baru saja menabrak Denisha segera pergi meninggalkan kampus dengan kecepatan penuh.
Denisha terpental sampai ke trotoar jalan hingga mengeluarkan banyak darah di kepalanya.
Alvaro yang masih terkejut atas kejadian yang baru saja menimpanya segera berlari ke arah Denisha.
"Tidak!!. Kau harus bertahan, Aku akan segera memanggil ambulans" Ucap Alvaro sambil menggengam erat tangan Denisha yang penuh dengan darah.
"Mengapa kau memperdulikan aku?. Bukankah selama 2 tahun ini kau selalu bersikap acuh tak acuh padaku?" Tanya Denisha.
"Aku mencintaimu. Selama ini aku juga telah menyimpan rasa padamu. Tetapi aku tidak tahu bagaimana harus menyatakan perasaan ku padamu. Aku hanyalah pria yang pengecut" Ucap Alvaro dengan mata yang berkaca kaca.
"Kau mencintai ku?. Aku kira cintaku ini sampai kapanpun tidak akan pernah terbalaskan. Bukankah kau sudah bertunangan dengan Elsa?" Ucap Denisha dengan nada sayu karena hidup nya tidak akan bertahan lama.
"Aku hanya terpaksa bertunangan dengan Elsa. Aku dipaksa oleh kedua orangtuaku untuk menikah dengan elsa. Karena ayahku mempunyai banyak hutang dengan ayahnya Elsa" Ucap Alvaro yang mulai mengeluarkan air mata.
"Kau harus bertahan!. Jangan tinggalkan aku" Ucap Alvaro menggeluarkan ponsel miliknya yang ingin memanggil ambulans.
"Tidak usah. Perjalanan hidupku sudah cukup sampai disini. Aku sangat senang pada akhirnya kau mambalas semua cintaku walaupun di akhir hidupku" Ucap Denisha yang mulai menangis.
"Jika benar adanya kehidupan reinkarnasi. Aku harap kita di pertemukan kembali di masa depan atau di masa lampau. Terima kasih" Ucap Denisha dengan nafas nya yang mulai berakhir.
"Tidak!. Jangan pergi. Kumohon!!" Ucap Alvaro yang khawatir setelah melihat Denisha menghembuskan nafas terakhir.
Denisha pun tersenyum untuk yang terakhir kalinya. Mengakhiri hidupnya di pangkuan Alvaro yang disaksikan oleh semua mahasiswa-mahasiswi yang menggelilingi nya.
Selesai.