ini kuambil dari sebuah manga yang pernah kubaca.
Aku pergi menyusul tunanganku yang tiba tiba membatalkan pernikahan kami yang tinggal dua minggu lagi.
Ia menghilang dari rumah dan pergi ke rumah ayah nya yang sudah meninggal.
Rumah nya bergaya eropa klasik dan terletak jauh di dalam hutan pinus di atas pegunungan.
Hari mulai gelap dan matahari semakin meredup. Aku mempercepat langkahku.
"Permisi !! Apa kau di dalam randy?!," teriak ku sambil memencet bel.
Kreeek...pintu terbuka, namun tidak kudapati randy dihadapanku melainkan seorang pembantu tua dengan gaun hitam putih khas nya.
"Uhuk uhuk....kau mencari siapa nak?"
"Ada randy di dalam?,"
"Randy sedang tidak ingin bertemu siapapun,"
"Ku mohon, aku tunangannya dan kami akan menikah dua minggu lagi," desah ku memohon.
Tiba tiba seseorang dengan tas di punggung dan kamera di leher menggantung datang dan memberi salam.
"Permisi aku seorang wartawan," ujarnya sambil menunjukkan kartu nama.
"Apa maumu?," jawab pembantu tua itu ketus.
"Aku ingin meliput karya seni tuan maurer,yang beliau tinggalkan setelah meninggal,"
"Tidak ada karya seni dirumah ini!, kau tidak akan bisa melihatnya! Lebih baik kau pulang," kali ini pembantu itu seperti sangat marah sekali.
Aku baru tau kalau kake randy, si tuan maurer itu seorang seniman.
Tak lama kemudian randy keluar karna mendengar keributan kami.
Ia agak terkejut ketika melihat ku.
"Kalian sedang apa disini?, pulanglah," ujar randy tanpa ekspresi.
Ia seperti terbebani oleh sesuatu. Pikiran mungkin.
"Tapi, mobil ku tadi menabrak pohon di pinggir sungai jadi, kumohon izinkan aku untuk tinggal sejenak," ucap wartawan itu memelas.
"Baiklah,kalian boleh menginap, namun hanya malam ini dan besok pagi buta kalian harus pergi," ucap randy dengan wajah datar.
Pada akhirnya kami masuk ke dalam rumah. Rumah ini sangat besar dengan interior kuno yang indah.
"Randy aku ingin bicara denganmu!" Ujar ku mengejar karna takut bila ia menghindar untuk kesekian kali.
"Udahlah, aku lelah dan aku ingin istirahat," jawab randy tanpa menatap ku sedikitpun.
Ia berlalu pergi meninggalkanku dengan pembantu tua itu dan wartawan yang kemudian pergi melanjutkan urusannya masing masing.
Aku meletakkan tas ku di kamar dan rebahan sebentar kemudian karna bosan aku memutuskan untuk melihat lihat rumah besar ini.
Mataku tertuju pada sebuah ruangan berpintu dua berwarna putih dengan hiasan emas yang sangat mewah.
Namun aku heran, mengapa pintu itu terkunci, bahkan pada gagang nya di rantai dan di gembok.
Aku mendekati pintu itu dan memegangnya karna penasaran.
"Apa yang kau lakukan!! Jangan sentuh itu!!,"
Aku terkejut bukan main, saat aku melihat siapa itu ternyata pembantu tua tadi.
Aku hanya menatap matanya dalam, tersimpan kesedihan di sana dan tanpa di minta nenek itu mulai berkisah.
ia bercerita bahwa ia bekerja di rumah ini sejak tuan randy kecil, kakek tuan randy yaitu tuan maurer adalah seniman yang terkenal karna keahliannya.
Ruangan ini adalah tempat kerjanya dan tidak ada yang di bolehkan masuk karena dianggap mengganggu konsentrasinya.
Suatu hari ia membuat sebuah karya yang membuat nya tak pernah keluar dari ruangan itu sangat lama.
Ia jadi jarang makan dan kesehatannya memburuk.
Hingga akhirnya ia mati di meja kerjanya sambil meninggalkan pesan.
Orang-orang mengira ia telah terjerat iblis dan tidak ada yang boleh masuk kedalam ruangan terkutuk ini.
Dua tahun kemudian ayah randy menemukan kunci ruangan ini dan berubah menjadi orang yang aneh.
Ia jadi sedikit makan, murung dan dan pendiam. Ia bahkan semakin kurus tiap harinya dan jarang di rumah.
Sementara itu istrinya menuduhnya berselingkuh dan menyembunyikan kunci karna kesal suaminya lebih senang tidur di sini dari pada di kamar.
malam itu ibu randy terbangun tengah malam karena mendengar suara aneh dan mendapati suaminyaa tak ada di samping nya. ia tak terlalu terkejut karena sudah terbiasa beberapa malam ini suaminya tidak tidur di kamar.
suara tersebut semakin jelas di telinga sang istri dan terdengar seperti suara besi yang di gosok pada tembok. ibu randy pun keluar kamar mengikuti arah suara yang semakin kuat dari arah bekas ruang kerja ayah mertuanya yang sudah ia kunci.
betapa terkejut nya ia mendapati sang suami sedang bersimpuh mencakar-cakar daun pintu, kuku-kuku nya telah lepas ,wajah dan dadanya bersimbah darah, beberapa saat kemudian ayah randy meninggal.
jasadnya tergeletak tepat di depan pintu ruangan terkutuk itu dan wanita pembantu tua yang membersihkan bekas darah dengan tangannya sendiri.
aku tak habis pikir, ada cerita seseram itu di rumah ini. tapi mengapa randy malah mau tinggal di sini secara tiba-tiba?.
aku segera masuk ke kamar dan membersihkan badan lalu bersiap untuk istirahat. urusan Randy, biarlah aku bicara dengan nya besok. semoga saja dia mau membuka pikiran nya.
***
jam sudah menunjukkan jam 21.00 malam, tapi mataku tak juga terpejam, aku membuka pintu mengintip. rupanya rumah sudah sangat gelap.
aku keluar sebentar untuk memeriksa sambil membawa lilin.
jantungku berdebar, ada bayangan hitam di sana! di hadapanku! sejenak kaki ku terasa kaku, nafasku rasanya mau berhenti tapi ku paksakan bernafas. dengan sisa kekuatan yang ada aku berlari ke kamar ku dan menutup pintu, segera aku bersembunyi dalam selimut.
dug dug dug!! ada suara jejak kaki. aku mendengarnya semakin dekat ke arah pintu kamarku. aku menutup mata.
kriiiit.... suara deritan pintu,
"apa yang kau lakukan di luar kamar? "
aku membuka selimut. ternyata randy yang berdiri disana. aku sedikit bernafas lega.
"aku hanya ingin keluar untuk melihat - lihat dan meme... "
"tidak ada yang boleh keluar dari kamar malam -malam!!! " bentak nya.
aku terkejut. mataku masih terbelalak. ini bukan randy yang kukenal, dia seperti orang lain.
belum selesai rasa heranku dia sudah pergi dan menutup pintu.
lima belas menit sudah setelah dia keluar dari kamar ku, hatiku tak tenang. seperti ada yang aneh dan kurang dari rumah ini dan randy. Tiba-tiba muncul keinginan ku untuk memeriksa ruangan terkutuk itu.
aku keluar, hanya membawa korek api dan berjalan sangat pelan, Berhati-hati agar tak menimbulkan suara. berjalan menuju pintu ruangan terkutuk.
astaga! apa ini?!
rantai pintu nya terbuka dan tergeletak di lantai begitu saja, aku terkejut! itu artinya seseorang telah masuk ke dalam ruangan ini setelah waktu yang lama ruangan ini terkunci.
aku curiga, apakah randy yang telah masuk ke ruangan ini?
lalu sekarang di manakah dia? sedang di dalam atau telah pergi?
aku segera masuk, tak ada siapapun di sana. randy sudah pergi rupanya. aku mulai melihat-lihat isi ruangan tersebut. meneliti sudut demi sudut. mencari tahu apakah yang aneh dari ruangan ini.
ruangan ini cukup luas, berbau debu Karena telah lama tak di bersihkan. aku mengamati, hanya ada meja panjang di dekat tembok yang di atasnya penuh dengan peralatan seni rupa dan peralatan lukis. ada kapak, pisau ukir, palu, kuas, botol-botol cat dll.
dinding nya penuh dengan lukisan-lukisan gaya klasik. tak ada yang aneh bagiku. hingga tiba saat mataku tertuju pada benda yang tertutup kain putih. aku berdiri di hadapan nya. tinggi benda itu sama denganku.
ku singkap lah kain itu, aku tertegun.
berdiri gagah di hadapan ku sebuah patung. seorang wanita yang amat sangat cantik. rambut coklat bergelombang panjang sepinggang dengan gaun ungu tua berenda putih.
cantik sekali, sorot matanya begitu nyata, ada sedikit guratan senyum di sana. paras dan bentuk badanya begitu sempurna. seakan-akan waktu berhenti ketika aku memandang setiap detail patung wanita itu.
aku menyentuh pipi nya. amat sangat lembut. ini mahakarya yang sangat sempurna yang di buat oleh manusia. saat itulah aku sadar. sebenarnya aku sudah menyadari dari sejak aku pertama memandang mata wanita ini.
dialah iblis itu. iblis yang membuat randy, ayah dan juga kakek nya menjadi begitu tergila-gila hingga lupa dengan keluarga nya. rela berbuat apa saja hanya untuk menghabiskan waktu memandangi patung laknat itu.
aku mulai berfikir, mungkin saja hubungan randy sudah Sangat jauh dengan patung wanita ini. aku membayangkan randy melakukan yang tidak-tidak dengannya. dan itu pasti!! tak mungkin begitu terobsesi sampai membatalkan tunangan hingga kabur kalau bukan karena itu!!!
aku terbakar api cemburu dan mengambil kapak di sudut ruangan. "dasar patung jalang!!! brengsek!!!, "
umpatku sambil mengayunkan kapak menghancurkan patung tersebut berkeping-keping seperti potongan jenazah yang di mutilasi.
aku kelelahan, nafasku terengah-engah. kemudian aku pergi ke kamar untuk beristirahat.
keesokan pagi nya adalah hari yang tak akan pernah aku lupakan.
randy di temukan tewas di ruangan terkutuk. jenazahnya tergeletak di atas tumpukan patung yang semalam aku hancurkan seperti sedang memeluk sang patung.
tau apa yang lebih mengagetkan? badan randy ternyata sudah tak utuh lagi. ketika orang-orang mengangkat jasadnya tangan dan kaki nya jatuh terpisah pisah. sama seperti yang ku lakukan pada si patung wanita.
TAMAT
jangan lupa like dan komennya ya pembaca ku yang baik, cantik dan ganteng. dan jangan lupa berlangganan
komen dan like dari kalian sangat berharga buat aku yang newbie ini... luv